alexametrics
20.9 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Pertunjukan Tatenggun Eksplorasi Budaya Madura

SUMENEP – Sutradara Anwari membuat pertunjukan kesenian di tanah kelahirannya Minggu malam (23/7). Pertunjukan berjudul Tatenggun karya Anwari ini digelar di Singkong Art Space, Dusun Balowar, Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Karya ini merupakan pertunjukan yang menggabungkan beberapa kekayaan lokal Madura.

Anwari mengolah objek nonbendawi dan bendawi. Semua itu diracik bersama keluarga yang akan turut bermain dalam pertunjukan ini. Mereka adalah Satun (ibu Anwari), Sumina (nenek Anwari), dan Mi’ati (nenek buyut Anwari) sebagai pemain.

Selain itu, Pusa’e (Sumenep) sebagai pembaca mamaca; Kelompok musik saronen Irama Putra, Manding Timur, Sumenep sebagai pemusik; Yuniar Resti sebagai pelaksana lapangan; dan Syahrul Rizqi serta Haryogi Danang Bahreisy (Malang) sebagai videografer.

Tim produksi terdiri dari Elyda K. Rara sebagai pemimpin produksi, Anwari sebagai sutradara, Redy Eko Prastyo sebagai penata musik, dan Mas Bro Dayat sebagai penata cahaya. Selain itu, Dian Bokir (Trenggalek), Putra Yuda (Jember), Soul Esto (Sumenep), dan Bahauddin (Malang). Lalu, Raudhatul Hasana (Sumenep), Swandayani Tedja (Surabaya), Kun Baehaqi Almas (Tuban).

Baca Juga :  Ini Sepuluh Penyair Muda Indonesia yang Lolos Mastera 2017

Pertunjukan ini mendapat Bantuan Pemerintah Fasilitasi Kegiatan Kesenian Tahun 2017 Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pertunjukan ini didukung Jawa Pos Radar Madura, Bumi Purnati Indonesia, Kantor Berita Indonesia Antara, terakota.id, Singhasari Imaging, dan Kamateatra Art Project.

Elya K. Rara menjelaskan, persiapan sudah dilakukan. Mulai pemantapan peran pemain  akan harus ditampilkan. Persiapan pertunjukan teater antropologi ini digenjot sejak beberapa hari terakhri agar saat pelaksanaan maksimal.

”Madura yang dikenal sebagai pulau garam dan petani akan dimunculkan dalam pementasan ini simbol-simbol itu. Seperti garam, bajak, dan sapi,” katanya Jumat (21/7) kepada.

Dalam pementasan ini banyak mengeskplorasi budaya dan tradisi masyarakat Madura. Tim produksi akan menampilkan macopat dengan mengundang ahlinya. Kemudian, mengundang group musik tradisional saronen.

Baca Juga :  Ini Penampakan Lukisan Sabung Ayam Pemenang WCA 2017

SUMENEP – Sutradara Anwari membuat pertunjukan kesenian di tanah kelahirannya Minggu malam (23/7). Pertunjukan berjudul Tatenggun karya Anwari ini digelar di Singkong Art Space, Dusun Balowar, Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Karya ini merupakan pertunjukan yang menggabungkan beberapa kekayaan lokal Madura.

Anwari mengolah objek nonbendawi dan bendawi. Semua itu diracik bersama keluarga yang akan turut bermain dalam pertunjukan ini. Mereka adalah Satun (ibu Anwari), Sumina (nenek Anwari), dan Mi’ati (nenek buyut Anwari) sebagai pemain.

Selain itu, Pusa’e (Sumenep) sebagai pembaca mamaca; Kelompok musik saronen Irama Putra, Manding Timur, Sumenep sebagai pemusik; Yuniar Resti sebagai pelaksana lapangan; dan Syahrul Rizqi serta Haryogi Danang Bahreisy (Malang) sebagai videografer.


Tim produksi terdiri dari Elyda K. Rara sebagai pemimpin produksi, Anwari sebagai sutradara, Redy Eko Prastyo sebagai penata musik, dan Mas Bro Dayat sebagai penata cahaya. Selain itu, Dian Bokir (Trenggalek), Putra Yuda (Jember), Soul Esto (Sumenep), dan Bahauddin (Malang). Lalu, Raudhatul Hasana (Sumenep), Swandayani Tedja (Surabaya), Kun Baehaqi Almas (Tuban).

Baca Juga :  Potret Keagamaan Masyarakat Kiwari

Pertunjukan ini mendapat Bantuan Pemerintah Fasilitasi Kegiatan Kesenian Tahun 2017 Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pertunjukan ini didukung Jawa Pos Radar Madura, Bumi Purnati Indonesia, Kantor Berita Indonesia Antara, terakota.id, Singhasari Imaging, dan Kamateatra Art Project.

Elya K. Rara menjelaskan, persiapan sudah dilakukan. Mulai pemantapan peran pemain  akan harus ditampilkan. Persiapan pertunjukan teater antropologi ini digenjot sejak beberapa hari terakhri agar saat pelaksanaan maksimal.

”Madura yang dikenal sebagai pulau garam dan petani akan dimunculkan dalam pementasan ini simbol-simbol itu. Seperti garam, bajak, dan sapi,” katanya Jumat (21/7) kepada.

Dalam pementasan ini banyak mengeskplorasi budaya dan tradisi masyarakat Madura. Tim produksi akan menampilkan macopat dengan mengundang ahlinya. Kemudian, mengundang group musik tradisional saronen.

Baca Juga :  Seminar Literasi Gugah Tenaga Pendidik
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/