alexametrics
25.3 C
Madura
Friday, September 30, 2022

Kado Heroik Timnas U-16

Oleh MOH. NAQIB HASAN*

Salah satu momen yang mencuri perhatian rakyat Indonesia menjelang hari ulang tahun kemerdekaannya adalah keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 menjuarai kejuaraan sepak bola AFF U-16 2022 yang diselenggarakan di Jogjakarta yang berakhir 12 Agustus 2022 kemarin.

TIMNAS Indonesia U-16 berhasil menundukkan Timnas Vietnam U-16 dengan skor tipis 1:0. Di menit-menit krusial yaitu menit ke- 45+1 babak pertama, Muhammad Kafiatur Rizky, gelandang tengah, asal Klub Borneo FC itu berhasil melesakkan bola dengan tendangan kaki kirinya dalam satu serangan balik setelah berhasil mengecoh salah seorang bek kiri tim lawan. Dengan sedikit gocekan, Kafiatur mendapat sedikit celah untuk kemudian menembakkan bola ke pojok kanan gawang Vietnam. Seketika Stadion Maguwoharjo Jogjakarta bergemuruh, diikuti sujud syukur haru para pemain, selebrasi khas timnas muda. Skor 1:0 untuk Timnas Indonesia terus bertahan di babak kedua hingga akhir pertandingan dalam laga yang menegangkan dan diliputi suasana heroik.

Kemenangan ini jelas sangat berharga, terutama bagi tim, sebab menjadi kado terindah untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia di hari kemerdekaannya yang ke-77, tanggal 17 Agustus 2022. Tim Nasional U-16 yang dikapteni oleh M. Iqbal Gwijangge, remaja asal Sumedang, Jawa Barat berdarah Papua ini sekaligus menorehkan kemenangan kedua Timnas U-16 setelah kemenangan pertama pada 2018. Kala itu Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dalam adu penalti. Dua kali kemenangan ini masih berada di bawah Thailand dan Vietnam yang masing-masing mengoleksi tiga kali juara di ajang Piala AFF U-16. Iqbal juga menjadi best player di AFF U-16 kali ini.

Pertarungan melawan Vietnam ini sangat emosional dan sedikit berbau ”balas dendam”. Bagaimana tidak, masih belum reda darah rakyat Indonesia mendidih akibat ulah Timnas Vietnam dan Thailand yang dinilai tidak fair play dalam kejuaraan sepak bola piala AFF U-19 bulan kemarin. Waktu itu, Timnas Indonesia untuk lolos ke babak semifinal bergantung pada hasil pertandingan antara Vietnam melawan Thailand di babak fase grup.

Dalam laga itu, setelah kedua tim Vietnam dan Thailand berhasil mencetak satu gol masing-masing ke gawang lawan, mereka kemudian menghabiskan sisa waktu pertandingan dengan ”bermain-main”. Karena skor itu, Indonesia gagal melaju ke babak semifinal. Hal ini yang membuat Ketua PSSI Mochamad Iriawan kecewa dan menilai bahwa permainan kedua tim tidak fair. Hingga PSSI kemudian mengirimkan surat protes kepada AFF, bahkan sempat beredar isu bahwa Indonesia mengancam akan keluar dari AFF dan bergabung ke EAFF (federasi sepak bola Asia Timur) sebagai buah kekecewaan kepada salah satu federasi sepak bola di Asia ini.

Baca Juga :  Anemia dan Generasi Muda

Namun, kini kekecewaan itu terbalas sudah. Skuad Timnas Indonesia U-16 dengan semangat patriot berhasil mendinginkan darah kakak-kakaknya dengan membayar tuntas kekecewaan kepada kedua Timnas Vietnam dan Thailand sekaligus di ajang AFF U-16 meskipun beda kelompok usia.

Dalam laga pertama di fase grup U-16 kali ini, Tuhan mempertemukan Indonesia dengan Vietnam dalam duel tim yang tidak kalah emosional dan menegangkan. Anak-anak bangsa yang masih segar ini menguber setiap langkah kaki Timnas Vietnam dan tidak memberi kesempatan mereka untuk maju, hingga akhirnya berhasil menekuk mereka 1:2 sekaligus Indonesia menjadi juara grup A. Sedangkan Vietnam untuk lolos, menunggu hasil pertandingan tim lain, meskipun akhirnya masih lolos dengan predikat runner up terbaik. Karma itu nyata, kata netizen.

Lucunya, di babak semifinal, Vietnam kembali berhadapan dengan Thailand, dan kali ini mereka tidak lagi bermain-main seperti halnya kakak-kakak mereka di AFF U-19 sebelumnya. Sebab, mereka kali ini memperebutkan tiket menuju final. Akhirnya, Timnas Vietnam yang konon berlatih di pusat pelatihan tim papan atas German, Borussia Dortmund ini berhasil lolos ke final menghadapi Indonesia kembali yang telah menunggu di kursi final.

Setelah sehari istirahat, melepas lelahnya laga semifinal, menunggu hari Jumat, 12 Agustus, babak final yang menegangkan, laga pamungkas itu tiba sudah. Di malam final, stadion kebanggaan rakyat Jogjakarta dipenuhi oleh puluhan ribu suporter timnas. Tiket yang disediakan panitia yaitu 15.000 sampai 16.000 lembar untuk penonton yang memang dibatasi, terjual habis. Namun kata Bung Valentino Simanjuntak dan Bung Kusnaini, komentator kocak ini, penonton yang terlihat memenuhi stadion yang merupakan rumah PSS Sleman itu berjumlah 23.000 penonton, hampir mengisi seluruh 32.000 kursi stadion. Dan, seperti yang telah diceritakan di atas, Timnas Indonesia berhasil meraih predikat Campione dengan permainan yang mengesankan, mendobrak hadangan-hadangan kasar The Golden Star, julukan Timnas Vietnam U-16, yang kini redup cahayanya di kaki Timnas Indonesia. Coach Bima Sakti, sang pelatih dan semua ofisial tak kuasa menahan air mata di tengah alunan lagu-lagu kebangsaan dari arah tribun.

Baca Juga :  Ketika Seni Humanisme Santri Didaur Ulang

 

Dahaga Juara dan Dahaga Kesejahteraan

Kehadiran puluhan ribu penonton ke stadion serta jutaan pasang mata yang menonton laga final Timnas U-19 melalui media adalah bukti kecintaan bangsa Indonesia terhadap timnasnya sekaligus kepada kejayaan bangsa Indonesia. Tidak peduli berapa pun usia mereka yang sedang berlaga, akan disaksikannya bila menyangkut pertaruhan nasionalisme. Seakan demikianlah situasinya, sebab rakyat Indonesia memang dahaga kemenangan dan juara.

Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan tentang maraknya pembunuhan dan berbagai tindakan kriminal, korupsi dan impitan ekonomi, kemenangan timnas sepak bola seakan menjadi penghibur hati dan pelipur lara untuk membasuh sejenak penderitaan hidup di negeri indah ini. Namun kesulitan dan ketimpangan ekonomi seakan tak kunjung berakhir. Walaupun, di tengah kecintaan yang tinggi kepada timnas dan semangat dukungan yang memuncak, di akhir pertandingan sering kali harus berakhir dengan kekecewaan sebab timnas kalah dan kalah lagi. Bahkan, dalam sebuah video yang beredar di medsos, seorang warga membanting televisinya karena kecewa timnas kebanggaannya kalah. Namun, semangat rakyat Indonesia seakan terus menyala mengiringi harapan kejayaan timnas di lapangan hijau bila mereka merumput lagi. Sungguh semangat kecintaan yang luar biasa.

Harapan kepada pemerintah untuk memajukan timnas yang terlihat terseok-seok di antara timnas negara-negara lain di ASEAN, apalagi Asia, sangatlah memuncak. Padahal, dahulu mereka tidak lebih maju mutunya daripada Indonesia. Sekarang mereka berhasil melipatgandakan skill pemainnya, seperti Thailand dan Vietnam. Apalagi di level Asia, Indonesia semakin sulit mendapat tempat di papan atas.

Tanpa kesungguhan pemerintah untuk menghadirkan kesejahteraan di negeri ini, baik di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik yang semakin tidak memihak kepada rakyat kecil, maka rakyat akan selalu dihadiahi kekecewaan demi kekecewaan, termasuk di dunia sepak bola ini. Semoga kerja keras dan semangat juang Timnas U-16 yang dengan kecintaan yang tulus kepada tanah air untuk mempersembahkan kemenangan di HUT Ke-77 RI ini disambut dengan kesungguhan pemerintah untuk memajukan bangsa di tanah air tercinta ini. (*)

*)Santri Annuqayah, praktisi pesantren, dan pencinta bola

Oleh MOH. NAQIB HASAN*

Salah satu momen yang mencuri perhatian rakyat Indonesia menjelang hari ulang tahun kemerdekaannya adalah keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 menjuarai kejuaraan sepak bola AFF U-16 2022 yang diselenggarakan di Jogjakarta yang berakhir 12 Agustus 2022 kemarin.

TIMNAS Indonesia U-16 berhasil menundukkan Timnas Vietnam U-16 dengan skor tipis 1:0. Di menit-menit krusial yaitu menit ke- 45+1 babak pertama, Muhammad Kafiatur Rizky, gelandang tengah, asal Klub Borneo FC itu berhasil melesakkan bola dengan tendangan kaki kirinya dalam satu serangan balik setelah berhasil mengecoh salah seorang bek kiri tim lawan. Dengan sedikit gocekan, Kafiatur mendapat sedikit celah untuk kemudian menembakkan bola ke pojok kanan gawang Vietnam. Seketika Stadion Maguwoharjo Jogjakarta bergemuruh, diikuti sujud syukur haru para pemain, selebrasi khas timnas muda. Skor 1:0 untuk Timnas Indonesia terus bertahan di babak kedua hingga akhir pertandingan dalam laga yang menegangkan dan diliputi suasana heroik.


Kemenangan ini jelas sangat berharga, terutama bagi tim, sebab menjadi kado terindah untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia di hari kemerdekaannya yang ke-77, tanggal 17 Agustus 2022. Tim Nasional U-16 yang dikapteni oleh M. Iqbal Gwijangge, remaja asal Sumedang, Jawa Barat berdarah Papua ini sekaligus menorehkan kemenangan kedua Timnas U-16 setelah kemenangan pertama pada 2018. Kala itu Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dalam adu penalti. Dua kali kemenangan ini masih berada di bawah Thailand dan Vietnam yang masing-masing mengoleksi tiga kali juara di ajang Piala AFF U-16. Iqbal juga menjadi best player di AFF U-16 kali ini.

Pertarungan melawan Vietnam ini sangat emosional dan sedikit berbau ”balas dendam”. Bagaimana tidak, masih belum reda darah rakyat Indonesia mendidih akibat ulah Timnas Vietnam dan Thailand yang dinilai tidak fair play dalam kejuaraan sepak bola piala AFF U-19 bulan kemarin. Waktu itu, Timnas Indonesia untuk lolos ke babak semifinal bergantung pada hasil pertandingan antara Vietnam melawan Thailand di babak fase grup.

Dalam laga itu, setelah kedua tim Vietnam dan Thailand berhasil mencetak satu gol masing-masing ke gawang lawan, mereka kemudian menghabiskan sisa waktu pertandingan dengan ”bermain-main”. Karena skor itu, Indonesia gagal melaju ke babak semifinal. Hal ini yang membuat Ketua PSSI Mochamad Iriawan kecewa dan menilai bahwa permainan kedua tim tidak fair. Hingga PSSI kemudian mengirimkan surat protes kepada AFF, bahkan sempat beredar isu bahwa Indonesia mengancam akan keluar dari AFF dan bergabung ke EAFF (federasi sepak bola Asia Timur) sebagai buah kekecewaan kepada salah satu federasi sepak bola di Asia ini.

Baca Juga :  Anemia dan Generasi Muda

Namun, kini kekecewaan itu terbalas sudah. Skuad Timnas Indonesia U-16 dengan semangat patriot berhasil mendinginkan darah kakak-kakaknya dengan membayar tuntas kekecewaan kepada kedua Timnas Vietnam dan Thailand sekaligus di ajang AFF U-16 meskipun beda kelompok usia.

- Advertisement -

Dalam laga pertama di fase grup U-16 kali ini, Tuhan mempertemukan Indonesia dengan Vietnam dalam duel tim yang tidak kalah emosional dan menegangkan. Anak-anak bangsa yang masih segar ini menguber setiap langkah kaki Timnas Vietnam dan tidak memberi kesempatan mereka untuk maju, hingga akhirnya berhasil menekuk mereka 1:2 sekaligus Indonesia menjadi juara grup A. Sedangkan Vietnam untuk lolos, menunggu hasil pertandingan tim lain, meskipun akhirnya masih lolos dengan predikat runner up terbaik. Karma itu nyata, kata netizen.

Lucunya, di babak semifinal, Vietnam kembali berhadapan dengan Thailand, dan kali ini mereka tidak lagi bermain-main seperti halnya kakak-kakak mereka di AFF U-19 sebelumnya. Sebab, mereka kali ini memperebutkan tiket menuju final. Akhirnya, Timnas Vietnam yang konon berlatih di pusat pelatihan tim papan atas German, Borussia Dortmund ini berhasil lolos ke final menghadapi Indonesia kembali yang telah menunggu di kursi final.

Setelah sehari istirahat, melepas lelahnya laga semifinal, menunggu hari Jumat, 12 Agustus, babak final yang menegangkan, laga pamungkas itu tiba sudah. Di malam final, stadion kebanggaan rakyat Jogjakarta dipenuhi oleh puluhan ribu suporter timnas. Tiket yang disediakan panitia yaitu 15.000 sampai 16.000 lembar untuk penonton yang memang dibatasi, terjual habis. Namun kata Bung Valentino Simanjuntak dan Bung Kusnaini, komentator kocak ini, penonton yang terlihat memenuhi stadion yang merupakan rumah PSS Sleman itu berjumlah 23.000 penonton, hampir mengisi seluruh 32.000 kursi stadion. Dan, seperti yang telah diceritakan di atas, Timnas Indonesia berhasil meraih predikat Campione dengan permainan yang mengesankan, mendobrak hadangan-hadangan kasar The Golden Star, julukan Timnas Vietnam U-16, yang kini redup cahayanya di kaki Timnas Indonesia. Coach Bima Sakti, sang pelatih dan semua ofisial tak kuasa menahan air mata di tengah alunan lagu-lagu kebangsaan dari arah tribun.

Baca Juga :  Peserta Sayembara Puisi Ada Yang Tak Cukup Syarat

 

Dahaga Juara dan Dahaga Kesejahteraan

Kehadiran puluhan ribu penonton ke stadion serta jutaan pasang mata yang menonton laga final Timnas U-19 melalui media adalah bukti kecintaan bangsa Indonesia terhadap timnasnya sekaligus kepada kejayaan bangsa Indonesia. Tidak peduli berapa pun usia mereka yang sedang berlaga, akan disaksikannya bila menyangkut pertaruhan nasionalisme. Seakan demikianlah situasinya, sebab rakyat Indonesia memang dahaga kemenangan dan juara.

Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan tentang maraknya pembunuhan dan berbagai tindakan kriminal, korupsi dan impitan ekonomi, kemenangan timnas sepak bola seakan menjadi penghibur hati dan pelipur lara untuk membasuh sejenak penderitaan hidup di negeri indah ini. Namun kesulitan dan ketimpangan ekonomi seakan tak kunjung berakhir. Walaupun, di tengah kecintaan yang tinggi kepada timnas dan semangat dukungan yang memuncak, di akhir pertandingan sering kali harus berakhir dengan kekecewaan sebab timnas kalah dan kalah lagi. Bahkan, dalam sebuah video yang beredar di medsos, seorang warga membanting televisinya karena kecewa timnas kebanggaannya kalah. Namun, semangat rakyat Indonesia seakan terus menyala mengiringi harapan kejayaan timnas di lapangan hijau bila mereka merumput lagi. Sungguh semangat kecintaan yang luar biasa.

Harapan kepada pemerintah untuk memajukan timnas yang terlihat terseok-seok di antara timnas negara-negara lain di ASEAN, apalagi Asia, sangatlah memuncak. Padahal, dahulu mereka tidak lebih maju mutunya daripada Indonesia. Sekarang mereka berhasil melipatgandakan skill pemainnya, seperti Thailand dan Vietnam. Apalagi di level Asia, Indonesia semakin sulit mendapat tempat di papan atas.

Tanpa kesungguhan pemerintah untuk menghadirkan kesejahteraan di negeri ini, baik di bidang pendidikan, ekonomi, dan politik yang semakin tidak memihak kepada rakyat kecil, maka rakyat akan selalu dihadiahi kekecewaan demi kekecewaan, termasuk di dunia sepak bola ini. Semoga kerja keras dan semangat juang Timnas U-16 yang dengan kecintaan yang tulus kepada tanah air untuk mempersembahkan kemenangan di HUT Ke-77 RI ini disambut dengan kesungguhan pemerintah untuk memajukan bangsa di tanah air tercinta ini. (*)

*)Santri Annuqayah, praktisi pesantren, dan pencinta bola

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/