alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Batuputih Gelar Ojung

SUMENEP – Sampai saat ini, warga Sumenep masih melestarikan ritual pertandingan olah fisik pemanggil hujan atau biasa disebut Ojung.

Buktinya, Ojung bisa ditonton setiap Selasa mulai pukul 15.00 di Lapangan Dusun Sumber Ombak, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.

Tradisi Ojung menyajikan pertandingan olah fisik kaum Adam satu lawan satu. Setiap peserta, dibekali alat pukul berbahan rotan. Setiap pemain juga mengenakan pelindung kepala atau “bhukot” dan sarung pendek atau “bhuncot”.

Sebelum bertanding, pemain dibekali pelindung tangan atau “Tangkes”. Biasanya, dililitkan di tangan kiri pemain untuk menangkis pukulan lawan. Pertandingan Ojung selama dua ronde dipandu wasit yang disebut “Bhabuto”.

Baca Juga :  Semrawut dan Macet, Komisi II DPRD Sumenep Soroti Pasar Anom Baru

Untuk menentukan pemenang, ternyata cukup gampang. Siapa yang paling banyak menorehkan pukulan terbanyak di tubuh lawannya, maka dialah sang juara.

Dalam pertandingan Ojung, juga membagi beberapa kelompok atau kategori. Rinciannya pertandingan kelas ringan, sedang, dan berat.

Inisiator pertandingan Ojung, Mohammad Hosen, mengakui jika ritual tersebut digelar setiap musim penghujan.

“Selain melestarikan warisan leluhur, Ojung juga bertujuan mengolahragakan masyarakat,” katanya. (Ubay Shabaro)

SUMENEP – Sampai saat ini, warga Sumenep masih melestarikan ritual pertandingan olah fisik pemanggil hujan atau biasa disebut Ojung.

Buktinya, Ojung bisa ditonton setiap Selasa mulai pukul 15.00 di Lapangan Dusun Sumber Ombak, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.

Tradisi Ojung menyajikan pertandingan olah fisik kaum Adam satu lawan satu. Setiap peserta, dibekali alat pukul berbahan rotan. Setiap pemain juga mengenakan pelindung kepala atau “bhukot” dan sarung pendek atau “bhuncot”.


Sebelum bertanding, pemain dibekali pelindung tangan atau “Tangkes”. Biasanya, dililitkan di tangan kiri pemain untuk menangkis pukulan lawan. Pertandingan Ojung selama dua ronde dipandu wasit yang disebut “Bhabuto”.

Baca Juga :  Ini Para Juara Fashion Batik Sumenep Batik on The Sea 2018

Untuk menentukan pemenang, ternyata cukup gampang. Siapa yang paling banyak menorehkan pukulan terbanyak di tubuh lawannya, maka dialah sang juara.

Dalam pertandingan Ojung, juga membagi beberapa kelompok atau kategori. Rinciannya pertandingan kelas ringan, sedang, dan berat.

Inisiator pertandingan Ojung, Mohammad Hosen, mengakui jika ritual tersebut digelar setiap musim penghujan.

“Selain melestarikan warisan leluhur, Ojung juga bertujuan mengolahragakan masyarakat,” katanya. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/