alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Seminar Literasi Gugah Tenaga Pendidik

PAMEKASAN – Seminar literasi berjajuk Tak Ada Buku Hari Ini yang digelar di Pendapa Ronggosukowati Selasa (8/5) menggugah kesadaran tenaga pendidik. Narasumber memaparkan arti penting literasi bagi kehidupan. Lebih-lebih peran serta guru dalam mengembangkan potensi siswa.

Redaktur Budaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Lukman Hakim AG mengulas seputar budaya literasi di Madura dan masa depan literasi berbahasa Madura. Budayawan D. Zawawi Imron memaparkan spirit literasi dalam bingkai budaya Madura. Sementara Radhar Panca Dahana banyak menjelaskan makna literasi secara luas. Menurut dia, membaca tidak hanya terbatas pada teks atau buku.

Mayoritas peserta yang hadir pada kegiatan adalah guru. Baik guru SD, SMP, dan SMA/SMK pengampu mata pelajaran bahasa. Peserta mengikuti kegiatan tersebut hingga acara selesai. Sesi tanya jawab juga tidak disia-siakan oleh mereka.

Baca Juga :  Lukisan Sabung Ayam Taufik Rahman Jadi Pemenang Event Internasional

Kegiatan itu dibuka oleh Plh Bupati Pamekasan Mohamad Alwi yang diwakili Kepala Disdik Moch. Tarsun. Dalam sambutannya, Tarsun mengapresiasi seminar literasi tersebut. Apalagi peserta diprioritaskan bagi para guru. Hal ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk melestarikan budaya dan bahasa Madura.

”Selamat datang dan kami menyampaikan banyak terima kasih kepada pemateri yang telah hadir di Kota Pamekasan. Kami juga sampaikan terima kasih kepada JPRM bersama Sivitas Kotheka yang telah menggelar kegiatan ini,” ujarnya.

Tarsun mengakui, generasi muda jarang yang menggeluti dan mendalami bahasa Madura. Karena itu, mereka banyak tidak bisa menulis dan mengucapkan bahasa Madura dengan baik dan benar. ”Melalui kegiatan ini saya berharap banyak generasi muda Madura bisa menggantikan budayawan Madura seperti D. Zawawi Imron,” harapnya.

Baca Juga :  Kebangkitan Sastra Madura dan Peran Pemerintah

 

PAMEKASAN – Seminar literasi berjajuk Tak Ada Buku Hari Ini yang digelar di Pendapa Ronggosukowati Selasa (8/5) menggugah kesadaran tenaga pendidik. Narasumber memaparkan arti penting literasi bagi kehidupan. Lebih-lebih peran serta guru dalam mengembangkan potensi siswa.

Redaktur Budaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Lukman Hakim AG mengulas seputar budaya literasi di Madura dan masa depan literasi berbahasa Madura. Budayawan D. Zawawi Imron memaparkan spirit literasi dalam bingkai budaya Madura. Sementara Radhar Panca Dahana banyak menjelaskan makna literasi secara luas. Menurut dia, membaca tidak hanya terbatas pada teks atau buku.

Mayoritas peserta yang hadir pada kegiatan adalah guru. Baik guru SD, SMP, dan SMA/SMK pengampu mata pelajaran bahasa. Peserta mengikuti kegiatan tersebut hingga acara selesai. Sesi tanya jawab juga tidak disia-siakan oleh mereka.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Lantik Pengurus Dewan Kesenian Sumenep

Kegiatan itu dibuka oleh Plh Bupati Pamekasan Mohamad Alwi yang diwakili Kepala Disdik Moch. Tarsun. Dalam sambutannya, Tarsun mengapresiasi seminar literasi tersebut. Apalagi peserta diprioritaskan bagi para guru. Hal ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk melestarikan budaya dan bahasa Madura.

”Selamat datang dan kami menyampaikan banyak terima kasih kepada pemateri yang telah hadir di Kota Pamekasan. Kami juga sampaikan terima kasih kepada JPRM bersama Sivitas Kotheka yang telah menggelar kegiatan ini,” ujarnya.

Tarsun mengakui, generasi muda jarang yang menggeluti dan mendalami bahasa Madura. Karena itu, mereka banyak tidak bisa menulis dan mengucapkan bahasa Madura dengan baik dan benar. ”Melalui kegiatan ini saya berharap banyak generasi muda Madura bisa menggantikan budayawan Madura seperti D. Zawawi Imron,” harapnya.

Baca Juga :  Plh Bupati Pamekasan Kukuhkan Pengurus Dewan Kesenian

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/