alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Plh Bupati Pamekasan Dukung Seminar Literasi

PAMEKASAN – Bahasa Madura yang baik dan benar sudah jarang digunakan generasi muda saat ini. Bahkan, sebagian merasa asing dengan bahasa daerahnya sendiri. Pasalnya, sejak lahir mereka sudah tidak dibiasakan menggunakan bahasa ibu.

Hal tersebut disadari Plh Bupati Pamekasan Mohamad Alwi. Dia menjelaskan, jika tidak dikenalkan sejak dini kepada anak-anak, bisa jadi bahasa Madura nanti tidak dimengerti oleh warga Madura sendiri. Jika itu yang terjadi sangat memprihatinkan.

”Terima kasih kepada Radar Madura yang telah memfasilitasi penerbitan buku Tora. Karena itu, kami mendukung kegiatan seminar literasi yang akan digelar Selasa (8/5),” terangnya.

Menurut dia, bagi sebagian orang, pelajaran yang sulit justru bahasa Madura. Jika  tidak dimulai sejak dini, generasi muda bisa meninggalkan bahasa daerah ini. ”Memang harus lebih digalakkan,” kata pria asal Sumenep tersebut.

Baca Juga :  Seminar Literasi Gugah Tenaga Pendidik

Sebab itu, seminar literasi di Pendapa Ronggosukowati, Selasa (8/5), diharapkan dapat menggugah semangat masyarakat, guru, dan pelajar. Khususnya untuk semakin mencintai dan belajar bahasa daerah. ”Seminar seperti ini sesuatu yang jarang dilakukan. Kalau bukan kita yang memulainya dan memperkenalkan literasi bahasa dan budaya Madura, lalu siapa lagi?” ujarnya.

Untuk memperkenalkan bahasa Madura dengan baik, lanjut Alwi, diperlukan kesadaran dari orang tua. Mulai dari kecil, seharusnya anak-anak sudah dikenalkan dan bisa mempraktikkan dengan baik. ”Saat ini (bahasa Madura) mulai terkikis. Anak-anak sudah banyak tidak mengetahui bahasa Madura. Kalau hanya di sekolah yang diajarkan, tapi di rumah tidak itu sama halnya dengan bohong,” terangnya.

Baca Juga :  Pengarang Sastra Madura Dapat Buku Tora

Sebab itu, dia berharap agar orang tua bisa mengajari anak-anaknya menggunakan bahasa Madura yang baik dan benar. Jangan hanya dipasrahkan kepada guru-gurunya di sekolah. ”Seminar ini diharapkan bisa menumbuhbangkitkan kecintaan kita terhadap bahasa dan budaya Madura,” pungkasnya.

Seminar literasi bertajuk Tak Ada Buku Hari Iini akan digelar di Pendapa Ronggosukowati, Selasa (8/5). Jawa Pos Radar Madura (JPRM) bersama Sivitas Kothèka menghadirkan budayawan Radhar Panca Dahana, D. Zawawi Imron, dan Lukman Hakim AG. sebagai narasumber. 

PAMEKASAN – Bahasa Madura yang baik dan benar sudah jarang digunakan generasi muda saat ini. Bahkan, sebagian merasa asing dengan bahasa daerahnya sendiri. Pasalnya, sejak lahir mereka sudah tidak dibiasakan menggunakan bahasa ibu.

Hal tersebut disadari Plh Bupati Pamekasan Mohamad Alwi. Dia menjelaskan, jika tidak dikenalkan sejak dini kepada anak-anak, bisa jadi bahasa Madura nanti tidak dimengerti oleh warga Madura sendiri. Jika itu yang terjadi sangat memprihatinkan.

”Terima kasih kepada Radar Madura yang telah memfasilitasi penerbitan buku Tora. Karena itu, kami mendukung kegiatan seminar literasi yang akan digelar Selasa (8/5),” terangnya.


Menurut dia, bagi sebagian orang, pelajaran yang sulit justru bahasa Madura. Jika  tidak dimulai sejak dini, generasi muda bisa meninggalkan bahasa daerah ini. ”Memang harus lebih digalakkan,” kata pria asal Sumenep tersebut.

Baca Juga :  Ini Penampakan Lukisan Sabung Ayam Pemenang WCA 2017

Sebab itu, seminar literasi di Pendapa Ronggosukowati, Selasa (8/5), diharapkan dapat menggugah semangat masyarakat, guru, dan pelajar. Khususnya untuk semakin mencintai dan belajar bahasa daerah. ”Seminar seperti ini sesuatu yang jarang dilakukan. Kalau bukan kita yang memulainya dan memperkenalkan literasi bahasa dan budaya Madura, lalu siapa lagi?” ujarnya.

Untuk memperkenalkan bahasa Madura dengan baik, lanjut Alwi, diperlukan kesadaran dari orang tua. Mulai dari kecil, seharusnya anak-anak sudah dikenalkan dan bisa mempraktikkan dengan baik. ”Saat ini (bahasa Madura) mulai terkikis. Anak-anak sudah banyak tidak mengetahui bahasa Madura. Kalau hanya di sekolah yang diajarkan, tapi di rumah tidak itu sama halnya dengan bohong,” terangnya.

Baca Juga :  Hakiki Cup Rebut 2 Mobil 4 Motor

Sebab itu, dia berharap agar orang tua bisa mengajari anak-anaknya menggunakan bahasa Madura yang baik dan benar. Jangan hanya dipasrahkan kepada guru-gurunya di sekolah. ”Seminar ini diharapkan bisa menumbuhbangkitkan kecintaan kita terhadap bahasa dan budaya Madura,” pungkasnya.

Seminar literasi bertajuk Tak Ada Buku Hari Iini akan digelar di Pendapa Ronggosukowati, Selasa (8/5). Jawa Pos Radar Madura (JPRM) bersama Sivitas Kothèka menghadirkan budayawan Radhar Panca Dahana, D. Zawawi Imron, dan Lukman Hakim AG. sebagai narasumber. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/