alexametrics
18.5 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Peduli Budaya, Bermunculan Pemuda Pengerap

BANGKALAN – Kecintaan terhadap budaya mengalami peningkatan. Saat ini banyak bermunculan pengerap baru. Pada pendatang baru itu didominasi oleh para pemuda antara 25-35 tahun.

Demikian disampaikan Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominan Sabtu (4/11). Dia mengungkapkan, pengerap lama yang menularkan pada penerusnya untuk ikut menambah daftar pelestari sapi karapan. ”Sebenarnya kalau dikaitkan dengan keuntungan tidak seberapa. Namun karena hobi, jelas dilakukan. Nilai plusnya, menambah para pelestari budaya,” ucapnya.

Beberapa tokoh pengerap juga pernah membuat kompetisi sendiri demi menghelat karapan sapi. Menurut Hendra sangat membantu memberikan rangsangan kepada pemuda untuk bisa ikut andil pada pelestarian budaya. Dia berharap minat baru para pengerap muda bisa bertahan dan ditularkan pada yang lain.

Baca Juga :  Lukisan Terbaru Guru Budi Berjudul ”Kembali Kepada Allah”

”Kami berharap pelestari budaya karapan sapi terus menjamur di Bangkalan. Apalagi kebudayaan ini sudah menjadi salah satu minat wisatawan domestik dan mancanegara,” ungkapnya.

Jika dihitung, diperkirakan jumlah pengerap dari beberapa kawedanan di Bangkalan hampir mencapai 100 orang. Banyaknya pengerap menjadi kebanggaan bagi Pemkab Bangkalan. ”Dari dulu memang banyak yang peduli dengan budaya satu ini,” imbuh Hendra.

Di Bangkalan terdapat lima kawedanan. Jika disamaratakan, setiap kawedanan terdapat 20 pengerap. Saat ini bertambah, pada sebagian kawedanan hingga 30 sapi karapan. Pada seleksi tingkat kawedanan, peserta kerap kian bertambah.

Angka tersebut juga terlihat pada gelaran karapan sapi bagi yang gagal menjadi juara di tingkat kabupaten. Kompetisi ini ditujukan bagi para pengerap yang kalah. Awalnya 30 peserta menjadi 36 peserta.

Baca Juga :  Kerapan Sapi Piala Presiden Diikuti 62 Pasang

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengapresiasi kabar tersebut. Menurut dia, bertambahnya pengerap akan mampu meramaikan perhelatan karapan sapi. Karena itu, dia meminta agar dinas terkait merangkul dan memberikan ruang bagi para pengerap untuk menyalurkan hobi. ”Ini kesempatan untuk bisa meningkatkan pelestarian budaya. Harus diapresiasi,” paparnya.

Umar, 45, seorang pengerap asal Jalan Jokotole, Kelurahan Kraton, mengaku senang dengan munculnya pengerap baru. Dia berharap, pelestari budaya karapan sapi terus bertambah. ”Jadi ada penerusnya. Tidak hanya yang lama,” ucap pria yang memelihara sapi kerap sejak 2000 itu.b

BANGKALAN – Kecintaan terhadap budaya mengalami peningkatan. Saat ini banyak bermunculan pengerap baru. Pada pendatang baru itu didominasi oleh para pemuda antara 25-35 tahun.

Demikian disampaikan Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominan Sabtu (4/11). Dia mengungkapkan, pengerap lama yang menularkan pada penerusnya untuk ikut menambah daftar pelestari sapi karapan. ”Sebenarnya kalau dikaitkan dengan keuntungan tidak seberapa. Namun karena hobi, jelas dilakukan. Nilai plusnya, menambah para pelestari budaya,” ucapnya.

Beberapa tokoh pengerap juga pernah membuat kompetisi sendiri demi menghelat karapan sapi. Menurut Hendra sangat membantu memberikan rangsangan kepada pemuda untuk bisa ikut andil pada pelestarian budaya. Dia berharap minat baru para pengerap muda bisa bertahan dan ditularkan pada yang lain.

Baca Juga :  Piala Presiden Kerapan Sapi Madura 2018 Bakal Molor

”Kami berharap pelestari budaya karapan sapi terus menjamur di Bangkalan. Apalagi kebudayaan ini sudah menjadi salah satu minat wisatawan domestik dan mancanegara,” ungkapnya.

Jika dihitung, diperkirakan jumlah pengerap dari beberapa kawedanan di Bangkalan hampir mencapai 100 orang. Banyaknya pengerap menjadi kebanggaan bagi Pemkab Bangkalan. ”Dari dulu memang banyak yang peduli dengan budaya satu ini,” imbuh Hendra.

Di Bangkalan terdapat lima kawedanan. Jika disamaratakan, setiap kawedanan terdapat 20 pengerap. Saat ini bertambah, pada sebagian kawedanan hingga 30 sapi karapan. Pada seleksi tingkat kawedanan, peserta kerap kian bertambah.

Angka tersebut juga terlihat pada gelaran karapan sapi bagi yang gagal menjadi juara di tingkat kabupaten. Kompetisi ini ditujukan bagi para pengerap yang kalah. Awalnya 30 peserta menjadi 36 peserta.

Baca Juga :  Kerapan Sapi Piala Presiden Diikuti 62 Pasang

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengapresiasi kabar tersebut. Menurut dia, bertambahnya pengerap akan mampu meramaikan perhelatan karapan sapi. Karena itu, dia meminta agar dinas terkait merangkul dan memberikan ruang bagi para pengerap untuk menyalurkan hobi. ”Ini kesempatan untuk bisa meningkatkan pelestarian budaya. Harus diapresiasi,” paparnya.

Umar, 45, seorang pengerap asal Jalan Jokotole, Kelurahan Kraton, mengaku senang dengan munculnya pengerap baru. Dia berharap, pelestari budaya karapan sapi terus bertambah. ”Jadi ada penerusnya. Tidak hanya yang lama,” ucap pria yang memelihara sapi kerap sejak 2000 itu.b

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/