alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Empu Sambut Wisman di Pendapa Keraton

SUMENEP – Kedatangan puluhan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pendapa Keraton Sumenep disambut puluhan perajin keris Senin (2/10). Mereka memamerkan keris hasil kerajinan mereka. Sebagian juga mempraktikkan mengukir keris di pendapa.

Para perajin rata-rata berasal dari Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi. Mereka berjejer dan duduk sambil menghalusi besi bahan keris. Ada pula yang berdiri sambil menjelaskan tentang keris. 

Sebagian wisman terkagum-kagum. Ada yang memegang keris sambil memerhatikan karya para empu. Bahkan, ada yang langsung membeli.

Robet, empu keris dari Aeng Tongtong, mengemukakan, Sumenep dikenal sebagai kota keris. Karena itu, potensi daerah ini harus diperkenalkan. Terutama, kepada orang luar.

Sebelum menemui para empu, wisatawan disambut dengan ritual penyerahan pusaka peninggalan raja kepada Plt Sekkab Sumenep R. Idris. Dalam prosesi itu, pusaka diserahkan setelah prosesi disucikan oleh empu keris asal Desa Aeng Tongtong.

Baca Juga :  Potret Keagamaan Masyarakat Kiwari

Sebelum diserahkan, prosesi penyerahan keris diarak dari depan kantor disparbudpora. Diiringi musik saronen. Kemudian, ada berbagai macam buah-buahan. Mulai kacang tanah, pisang, kelapa, dan sawo.

”Kami para perajin akan selalu memperkenalkan keris kepada wisatawan yang datang ke Sumenep. Bahkan, ada wisman yang bilang keris di Sumenep ini sangat khas,” katanya.

Harga keris empu variatif. Mulai Rp 2 juta–Rp 6 juta. Sumenep merupakan daerah penghasil keris terbesar se-Asia Tenggara. Terdapat 648 perajin keris di kabupaten ini.

SUMENEP – Kedatangan puluhan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pendapa Keraton Sumenep disambut puluhan perajin keris Senin (2/10). Mereka memamerkan keris hasil kerajinan mereka. Sebagian juga mempraktikkan mengukir keris di pendapa.

Para perajin rata-rata berasal dari Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi. Mereka berjejer dan duduk sambil menghalusi besi bahan keris. Ada pula yang berdiri sambil menjelaskan tentang keris. 

Sebagian wisman terkagum-kagum. Ada yang memegang keris sambil memerhatikan karya para empu. Bahkan, ada yang langsung membeli.


Robet, empu keris dari Aeng Tongtong, mengemukakan, Sumenep dikenal sebagai kota keris. Karena itu, potensi daerah ini harus diperkenalkan. Terutama, kepada orang luar.

Sebelum menemui para empu, wisatawan disambut dengan ritual penyerahan pusaka peninggalan raja kepada Plt Sekkab Sumenep R. Idris. Dalam prosesi itu, pusaka diserahkan setelah prosesi disucikan oleh empu keris asal Desa Aeng Tongtong.

Baca Juga :  Pembelajaran dari Insiden Sungai Aare

Sebelum diserahkan, prosesi penyerahan keris diarak dari depan kantor disparbudpora. Diiringi musik saronen. Kemudian, ada berbagai macam buah-buahan. Mulai kacang tanah, pisang, kelapa, dan sawo.

”Kami para perajin akan selalu memperkenalkan keris kepada wisatawan yang datang ke Sumenep. Bahkan, ada wisman yang bilang keris di Sumenep ini sangat khas,” katanya.

Harga keris empu variatif. Mulai Rp 2 juta–Rp 6 juta. Sumenep merupakan daerah penghasil keris terbesar se-Asia Tenggara. Terdapat 648 perajin keris di kabupaten ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/