26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Menjadi Perempuan Kuat

ERA sekarang, perempuan seolah keluar dari kodratnya, yakni sumur, dapur, dan kasur. Hal ini seolah membuktikan bahwa perempuan memang layak disejajarkan dengan laki-laki. Misalkan kita mengambil potret perempuan Madura yang sedari dulu memiliki sifat kuat. Sehingga, pekerjaan yang sejatinya dikerjakan laki-laki dipindahtangankan untuk diambil alih oleh perempuan. Fenomena ini terbukti dan terjadi di pesisir Madura walau sebenarnya tidak hanya sebatas itu. Apalagi, kita tahu bahwa pranan perempuan di kancah sosial begitu urgen.

Untuk menjadi perempuan yang tangguh dan mendapatkan kedudukan setara di sisi kaum adam, tentu untuk di zaman sekarang tidaklah mudah, mengingat perempuan sebagai makhluk yang lemah fisik. Sebenarnya, untuk mewujudkan hal tersebut, perempuan harus mampu bersaing dengan semua makhluk, ini dilakukan agar mampu bertahan dari seleksi alam yang terkadang tidak berpihak kepada siapa pun. Oleh karenanya, untuk mencapai hal tersebut, perlu dukungan dari kaum laki-laki sebagai ciptaan tuhan yang kuat. Sehingga, kehidupan ini sesuai dengan keinginan Tuhan, bahwa makhluk di bumi harus saling bersinergi agar tercipta tatanan kehidupan yang komplet dan saling melengkapi.

Keberadaan perempuan semakin mendapat sorotan jika mampu menguasai sesuatu yang dibutuhkan dalam masyarakat. Mengingat, kepekaan dan ketelatenan perempuan dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan aktivitas tidak diragukan lagi. Dengan bekal yang sangat dibutuhkan ini, seharusnya perempuan bangga dan memiliki keyakinan untuk mengembangkan potensi yang sudah ada. Dengan begitu, perempuan akan terpandang oleh orang lain, lebih-lebih kamu Adam.

Baca Juga :  Raih Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia

Sangat mungkin bila ingin menciptakan kehidupan yang harmonis, lagi baik dalam tatanan sosial, perlu adanya kesinambungan antara kaum laki-laki dan perempuan untuk mencapai hal tersebut. Haruslah bermula dari hubungan yang baik dan akur. Jika hal ini sudah terjalin dengan kompatibel, apa yang akan diharapkan dalam tatanan sosial akan terwujud meski di kemudian hari bertemu dengan problematika. Tetapi, kehidupan yang harmonis tidak usah ragu-ragu atau merasa sulit untuk mengatasi hal tersebut. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, haruslah bermula dari hubungan yang sehat, bertanggung jawab antara kaum laki-laki dan perempuan (hlm. 174).

Dr. Ahsin Sakho Muhammad mencoba memberikan pemaparan ringkas perihal perempuan dalam Perempuan dan Al-Qur’an. Buku ini hadir untuk memberikan jalan bagi kaum laki-laki agar tidak mudah melecehkan perempuan di ranah sosial. Ahsin juga memberikan stimulus bagi kaum perempuan bahwa keberadaannya bukan hanya pelengkap, tetapi juga memiliki peran yang urgen demi kemaslahatan umat manusia.

Baca Juga :  Sumenep Dinobatkan sebagai Kota Keris

Agar keyakinan atau semangat perempuan bertambah, Ahsin mengutipkan hadis dalam bukunya, yakni bahwasanya laki-laki sudah mendapat teguran keras dari Nabi SAW, untuk menjaga dan merawat perempuan dengan penuh kasih sayang. Dia juga mengharap, kekerasan dan pelecehan seksual kepada perempuan tidak lagi terjadi, meski hal tersebut berparadoks dengan zaman sekarang, perempuan selalu menjadi objek kebiadaban laki-laki, menjadi kebiasaan laki-laki dan menjadi pemuas nafsu birahi laki-laki. Hal semacam ini tidak sesuai dengan wasiat Nabi SAW. Maka, seharusnya perempuan harus bisa membela atau bahkan melawan ketidakperikemanusiaan tersebut. Nabi SAW juga berwasiat agar masyarakat atau suami betul-betul berbuat baik kepada istri-istri mereka (hlm. 124).

Perempuan memang sengaja diberikan kedudukan yang baik, lagi layak, oleh Al-Qur’an dan Nabi SAW untuk lebih mendalam kajian yang nantinya bisa kita eksplorasi dan aplikasikan dalam kehidupan bersosial lagi berumah tangga. Buku ini layak menjadi buku saku untuk lebih memahami karakteristik perampuan lebih detail. Sehingga, kekerasan rumah tangga tidak menjadi kebiasaan, dan penyiksaan terhadap perempuan sirna sampai kiamat tiba. (*)

 

  1. MAISYUN NAFIS

Siswa SMA Annuqayah Kelas XII MIPA 3 kelahiran Jember

ERA sekarang, perempuan seolah keluar dari kodratnya, yakni sumur, dapur, dan kasur. Hal ini seolah membuktikan bahwa perempuan memang layak disejajarkan dengan laki-laki. Misalkan kita mengambil potret perempuan Madura yang sedari dulu memiliki sifat kuat. Sehingga, pekerjaan yang sejatinya dikerjakan laki-laki dipindahtangankan untuk diambil alih oleh perempuan. Fenomena ini terbukti dan terjadi di pesisir Madura walau sebenarnya tidak hanya sebatas itu. Apalagi, kita tahu bahwa pranan perempuan di kancah sosial begitu urgen.

Untuk menjadi perempuan yang tangguh dan mendapatkan kedudukan setara di sisi kaum adam, tentu untuk di zaman sekarang tidaklah mudah, mengingat perempuan sebagai makhluk yang lemah fisik. Sebenarnya, untuk mewujudkan hal tersebut, perempuan harus mampu bersaing dengan semua makhluk, ini dilakukan agar mampu bertahan dari seleksi alam yang terkadang tidak berpihak kepada siapa pun. Oleh karenanya, untuk mencapai hal tersebut, perlu dukungan dari kaum laki-laki sebagai ciptaan tuhan yang kuat. Sehingga, kehidupan ini sesuai dengan keinginan Tuhan, bahwa makhluk di bumi harus saling bersinergi agar tercipta tatanan kehidupan yang komplet dan saling melengkapi.

Keberadaan perempuan semakin mendapat sorotan jika mampu menguasai sesuatu yang dibutuhkan dalam masyarakat. Mengingat, kepekaan dan ketelatenan perempuan dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan aktivitas tidak diragukan lagi. Dengan bekal yang sangat dibutuhkan ini, seharusnya perempuan bangga dan memiliki keyakinan untuk mengembangkan potensi yang sudah ada. Dengan begitu, perempuan akan terpandang oleh orang lain, lebih-lebih kamu Adam.

Baca Juga :  Pengedar Perempuan Ngaku Menyesal

Sangat mungkin bila ingin menciptakan kehidupan yang harmonis, lagi baik dalam tatanan sosial, perlu adanya kesinambungan antara kaum laki-laki dan perempuan untuk mencapai hal tersebut. Haruslah bermula dari hubungan yang baik dan akur. Jika hal ini sudah terjalin dengan kompatibel, apa yang akan diharapkan dalam tatanan sosial akan terwujud meski di kemudian hari bertemu dengan problematika. Tetapi, kehidupan yang harmonis tidak usah ragu-ragu atau merasa sulit untuk mengatasi hal tersebut. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, haruslah bermula dari hubungan yang sehat, bertanggung jawab antara kaum laki-laki dan perempuan (hlm. 174).

Dr. Ahsin Sakho Muhammad mencoba memberikan pemaparan ringkas perihal perempuan dalam Perempuan dan Al-Qur’an. Buku ini hadir untuk memberikan jalan bagi kaum laki-laki agar tidak mudah melecehkan perempuan di ranah sosial. Ahsin juga memberikan stimulus bagi kaum perempuan bahwa keberadaannya bukan hanya pelengkap, tetapi juga memiliki peran yang urgen demi kemaslahatan umat manusia.

Baca Juga :  Dewan Kesenian Sumenep; Ekosistem yang Melumer

Agar keyakinan atau semangat perempuan bertambah, Ahsin mengutipkan hadis dalam bukunya, yakni bahwasanya laki-laki sudah mendapat teguran keras dari Nabi SAW, untuk menjaga dan merawat perempuan dengan penuh kasih sayang. Dia juga mengharap, kekerasan dan pelecehan seksual kepada perempuan tidak lagi terjadi, meski hal tersebut berparadoks dengan zaman sekarang, perempuan selalu menjadi objek kebiadaban laki-laki, menjadi kebiasaan laki-laki dan menjadi pemuas nafsu birahi laki-laki. Hal semacam ini tidak sesuai dengan wasiat Nabi SAW. Maka, seharusnya perempuan harus bisa membela atau bahkan melawan ketidakperikemanusiaan tersebut. Nabi SAW juga berwasiat agar masyarakat atau suami betul-betul berbuat baik kepada istri-istri mereka (hlm. 124).

Perempuan memang sengaja diberikan kedudukan yang baik, lagi layak, oleh Al-Qur’an dan Nabi SAW untuk lebih mendalam kajian yang nantinya bisa kita eksplorasi dan aplikasikan dalam kehidupan bersosial lagi berumah tangga. Buku ini layak menjadi buku saku untuk lebih memahami karakteristik perampuan lebih detail. Sehingga, kekerasan rumah tangga tidak menjadi kebiasaan, dan penyiksaan terhadap perempuan sirna sampai kiamat tiba. (*)

- Advertisement -

 

  1. MAISYUN NAFIS

Siswa SMA Annuqayah Kelas XII MIPA 3 kelahiran Jember

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/