alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Bedah Buku Tora Meriah

SAMPANG – Buku sastra berbahasa Madura berjudul Tora; Satengkes Carpan Madura kembali dibedah. Kali ini dilaksanakan di Gedung Arsip Halim Perdanakusuma Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sampang Meriah. Bedah buku Tora berlangsung meriah Senin (30/4).

Kegiatan bertajuk Merawat Kebudayaan Madura dengan Literasi itu diawali dengan sambutan Kepala Disarpus Sampang Sudarmanto. Dilanjutkan Asisten III Bidang Administrasi Setkab Sampang Rohim Mawardi. Kemudian, Kepala Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Biro Sampang Hendriyanto.

Pembedah yaitu Set Wahedi selaku sastrawan dan alumni pascasarjana UGM, Redaktur Budaya Jawa Pos Radar Madura Lukman Hakim AG, cerpenis sekaligus salah satu penulis Tora Mudhar CH, dan Direktur Komunitas Stingghil Umar Fauzi Ballah.

Kegiatan yang berlangsung meriah dengan ratusan peserta itu bekerja sama dengan Disarpus Sampang, Komunitas Stingghil, Ganesha Operation, dan Biruh Ompos. Kepala Disarpus Sampang Sudarmanto sangat mengapresiasi bedah buku Tora yang dilaksanakan di lingkungan perpustakaan.

Baca Juga :  Momentum Kebangkitan Sastra Madura

Menurut dia, itu sebagai salah satu kegiatan yang mampu membangkitkan semangat siswa, guru, dan masyarakat untuk gemar membaca. ”Kami sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan literasi dan budaya membaca. Bedah buku Tora ini adalah salah satu cara merawat kebudayaan dan bahasa Madura,” katanya.

Asisten III Bidang Administrasi Setkab Sampang Rohim Mawardi berterima kasih kepada JPRM yang sudah ikut mendukung gerakan literasi. Menurut dia, bedah buku harus terus dilaksanakan secara rutin di lingkungan perpustakaan Sampang.

”Buku Tora ini cukup bagus. Selain berbahasa Madura, buku ini salah satu cara merawat budaya dan bahasa Madura,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap supaya perpustakaan Sampang lebih hidup. Dengan begitu, budaya membaca buku yang sudah hampir hilang kembali meningkat. ”Alhamdulillah, ini awal dan langkah yang baik. Mari budayakan membaca buku di perpustakaan,” ajaknya.

Baca Juga :  Dosen-Dosen Peduli Pemuda agar Cinta Literasi dan Kesenian (1)

Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyukseskan bedah buku Tora. Menurut dia, munculnya buku Tora yang diambil dari karya yang terbit di JPRM pasti dibutuhkan di masa mendatang.

JPRM memiliki tanggung jawab membangkitkan semangat masyarakat untuk lebih mencintai kebudayaan Madura. JPRM siap memfasilitasi semua kalangan dalam berkarya sastra berbahasa Madura.

”Selain media massa dan pemberitaan, Radar Madura juga bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian budaya dan bahasa Madura. Terima kasih kepada disarpus dan seluruh undangan,” ucapnya.

SAMPANG – Buku sastra berbahasa Madura berjudul Tora; Satengkes Carpan Madura kembali dibedah. Kali ini dilaksanakan di Gedung Arsip Halim Perdanakusuma Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sampang Meriah. Bedah buku Tora berlangsung meriah Senin (30/4).

Kegiatan bertajuk Merawat Kebudayaan Madura dengan Literasi itu diawali dengan sambutan Kepala Disarpus Sampang Sudarmanto. Dilanjutkan Asisten III Bidang Administrasi Setkab Sampang Rohim Mawardi. Kemudian, Kepala Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Biro Sampang Hendriyanto.

Pembedah yaitu Set Wahedi selaku sastrawan dan alumni pascasarjana UGM, Redaktur Budaya Jawa Pos Radar Madura Lukman Hakim AG, cerpenis sekaligus salah satu penulis Tora Mudhar CH, dan Direktur Komunitas Stingghil Umar Fauzi Ballah.


Kegiatan yang berlangsung meriah dengan ratusan peserta itu bekerja sama dengan Disarpus Sampang, Komunitas Stingghil, Ganesha Operation, dan Biruh Ompos. Kepala Disarpus Sampang Sudarmanto sangat mengapresiasi bedah buku Tora yang dilaksanakan di lingkungan perpustakaan.

Baca Juga :  Menghikmati Kepenyairan, Mengarungi Kesusastraan

Menurut dia, itu sebagai salah satu kegiatan yang mampu membangkitkan semangat siswa, guru, dan masyarakat untuk gemar membaca. ”Kami sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan literasi dan budaya membaca. Bedah buku Tora ini adalah salah satu cara merawat kebudayaan dan bahasa Madura,” katanya.

Asisten III Bidang Administrasi Setkab Sampang Rohim Mawardi berterima kasih kepada JPRM yang sudah ikut mendukung gerakan literasi. Menurut dia, bedah buku harus terus dilaksanakan secara rutin di lingkungan perpustakaan Sampang.

”Buku Tora ini cukup bagus. Selain berbahasa Madura, buku ini salah satu cara merawat budaya dan bahasa Madura,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap supaya perpustakaan Sampang lebih hidup. Dengan begitu, budaya membaca buku yang sudah hampir hilang kembali meningkat. ”Alhamdulillah, ini awal dan langkah yang baik. Mari budayakan membaca buku di perpustakaan,” ajaknya.

Baca Juga :  Ta’ Nyangka

Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyukseskan bedah buku Tora. Menurut dia, munculnya buku Tora yang diambil dari karya yang terbit di JPRM pasti dibutuhkan di masa mendatang.

JPRM memiliki tanggung jawab membangkitkan semangat masyarakat untuk lebih mencintai kebudayaan Madura. JPRM siap memfasilitasi semua kalangan dalam berkarya sastra berbahasa Madura.

”Selain media massa dan pemberitaan, Radar Madura juga bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian budaya dan bahasa Madura. Terima kasih kepada disarpus dan seluruh undangan,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/