alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Pemkab Bangkalan Ajukan Celurit Jadi Warisan Budaya

BANGKALAN – Celurit diajukan menjadi warisan budaya nasional tak benda. Sebab, senjata orang Madura berbentuk seperti tanda tanya dianggap memiliki identitas yang khas dengan kehidupan dan kultur masyarakat Madura.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominan menerangkan, pihaknya diminta Pemprov Jawa Timur untuk mengisi formulir pengajuan warisan budaya tak benda (WBTB). Formulir itu sudah diisi dan diajukan. Tinggal menunggu kabar dari Disbudpar Jawa Timur.

”Form sebagai syarat pengajuan bahwa celurit ini sebagai warisan budaya tak benda di Madura. Nanti akan diregister dan diajukan ke kementerian,” terangnya Rabu (31/1).

Formulir itu nantinya akan dikirim ke Kemendikbud. Ada beberapa kriteria penilaian untuk bisa ditetapkan sebagai WBTB. Di antaranya keunikan, mewakili identitas suatu suku serta memiliki nilai-nilai budaya yang dapat meningkatkan kesadaran jati diri dan persatuan bangsa.

Baca Juga :  Neng Faizah dan Wasiat Abi

”Sekitar belasan syarat yang harus dipenuhi untuk bisa diakui menjadi warisan budaya nasional. Jadi tidak mudah,” ungkap Hendra.

Beberapa WBTB di Madura di antaranya kerapan sapi dan sape sono’. Celurit belum pernah diajukan untuk menjadi WBTB. Karena itu, permintaan dari pemprov merupakan kesempatan menjadikan senjata ini bisa diakui secara nasional. ”Sementara hanya celurit yang diminta oleh provinsi untuk diajukan,” tuturnya.

Hendra mengatakan, belum ada alasan mengenai permintaan provinsi untuk mengajukan celurit sebagai WBTB. Jenis celurit juga tidak ditentukan. Padahal, menurut dia, celurit memiliki banyak jenis. Seperti are’ lancor. Pihaknya belum mengetahui mengenai tindak lanjut pengajuan tersebut.

”Kemungkinan nanti sudah siap tenaga ahli untuk cagar budaya dari provinsi. Karena celurit ini menjadi senjata khas masyarakat Madura. Fungsi awalnya memang untuk alat pertanian,” jelas Hendra.

Baca Juga :  Sujiwo Tejo: Pemerintah Pusing Urus Pajak

Beberapa waktu lalu Disbudpar Bangkalan hanya mengajukan situs bersejarah untuk menjadi cagar budaya. Tapi, baru Makam Aer Mata Ebu yang ditetapkan menjadi cagar budaya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengapresiasi upaya untuk menjadikan celurit sebagai WBTB. Sebab, celurit memang sudah banyak dikenal menjadi senjata khas orang Madura. Dia meminta agar pengajuan tersebut dikawal.

”Bentuknya bermacam-macam. Beberapa wilayah di Madura bentuknya ada yang beda, tapi tetap are’,” pungkas politikus PPP itu.

BANGKALAN – Celurit diajukan menjadi warisan budaya nasional tak benda. Sebab, senjata orang Madura berbentuk seperti tanda tanya dianggap memiliki identitas yang khas dengan kehidupan dan kultur masyarakat Madura.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominan menerangkan, pihaknya diminta Pemprov Jawa Timur untuk mengisi formulir pengajuan warisan budaya tak benda (WBTB). Formulir itu sudah diisi dan diajukan. Tinggal menunggu kabar dari Disbudpar Jawa Timur.

”Form sebagai syarat pengajuan bahwa celurit ini sebagai warisan budaya tak benda di Madura. Nanti akan diregister dan diajukan ke kementerian,” terangnya Rabu (31/1).


Formulir itu nantinya akan dikirim ke Kemendikbud. Ada beberapa kriteria penilaian untuk bisa ditetapkan sebagai WBTB. Di antaranya keunikan, mewakili identitas suatu suku serta memiliki nilai-nilai budaya yang dapat meningkatkan kesadaran jati diri dan persatuan bangsa.

Baca Juga :  ASN Dilarang Tambah Libur Lebaran

”Sekitar belasan syarat yang harus dipenuhi untuk bisa diakui menjadi warisan budaya nasional. Jadi tidak mudah,” ungkap Hendra.

Beberapa WBTB di Madura di antaranya kerapan sapi dan sape sono’. Celurit belum pernah diajukan untuk menjadi WBTB. Karena itu, permintaan dari pemprov merupakan kesempatan menjadikan senjata ini bisa diakui secara nasional. ”Sementara hanya celurit yang diminta oleh provinsi untuk diajukan,” tuturnya.

Hendra mengatakan, belum ada alasan mengenai permintaan provinsi untuk mengajukan celurit sebagai WBTB. Jenis celurit juga tidak ditentukan. Padahal, menurut dia, celurit memiliki banyak jenis. Seperti are’ lancor. Pihaknya belum mengetahui mengenai tindak lanjut pengajuan tersebut.

”Kemungkinan nanti sudah siap tenaga ahli untuk cagar budaya dari provinsi. Karena celurit ini menjadi senjata khas masyarakat Madura. Fungsi awalnya memang untuk alat pertanian,” jelas Hendra.

Baca Juga :  Wartawan JPRM Raih Anugerah Sastera Rancagè 2021

Beberapa waktu lalu Disbudpar Bangkalan hanya mengajukan situs bersejarah untuk menjadi cagar budaya. Tapi, baru Makam Aer Mata Ebu yang ditetapkan menjadi cagar budaya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengapresiasi upaya untuk menjadikan celurit sebagai WBTB. Sebab, celurit memang sudah banyak dikenal menjadi senjata khas orang Madura. Dia meminta agar pengajuan tersebut dikawal.

”Bentuknya bermacam-macam. Beberapa wilayah di Madura bentuknya ada yang beda, tapi tetap are’,” pungkas politikus PPP itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/