SAMPANG – Civitas akademika Politeknik Negeri Madura (Poltera) berduka. Mereka kehilangan sosok panutan yang selama ini memperjuangkan kemajuan perguruan tinggi di Kota Bahari itu. Ya, Direktur Poltera Ir Achmad Ansori, DEA, tutup usia di usianya yang memasuki 54 tahun Jumat (25/8).
Suami Suci Suryani itu meninggal pukul 08.27 di Rumah Sakit Siloam, Surabaya. Tak ada yang menyangka Achmad Ansori dipanggil begitu cepat. Sebab, tiga hari lalu (Rabu (23/8) masih memimpin pengukuhan mahasiswa baru.
Humas Poltera Taufik Hidayat mengutarakan, sebelum almarhum dikebumikan, dilakukan prosesi penghormatan terakhir di Gedung Rektorat ITS. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Tembok, Demak, Surabaya. ”Usai salat Jumat,” ucap Taufik ketika dihubungi Jawa Pos Radar Madura.
Taufik menyatakan, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit. Hanya, pada Rabu lalu (23/8), sempat mengatakan bahwa tubuhnya kurang fit. ”Mungkin saat itu kecapekan. Karena agenda beliau sejak Senin (21/8) hingga Rabu (23/8) lumayan padat,” katanya.
Saat bercanda dengan karyawan dan dosen Poltera, kata Taufik, Ansori pernah melontarkan bahwa dia ingin meninggal hari Jumat. Almarhum dikenal dengan pribadi humoris. ”Keinginan dan doa beliau tersampaikan. Beliau meninggal di hari yang baik,” tambahnya.
Menurut Taufik, di periode kedua, almarhum terhitung baru empat bulan menjabat sebagai Direktur Poltera sejak dilantik Mei lalu. Taufik sangat mengenal karakter Achmad Ansori. Menurut dia, almarhum sangat konsen untuk memajukan pendidikan di Madura.
Ansori pernah mendirikan Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Eksakta dan bersedia saat diberi amanah menjabat Direktur Poltera periode pertama. ”Pilihan yang sudah dibuat almarhum saat menjadi direktur Poltera adalah lompatan jauh atas keinginannya memajukan Madura,” jelas Taufik.
Cita-cita yang sangat diidamkan oleh Ansori, yakni membangun gedung Twin Tower. Menurut Taufik, sebelum pensiun sebagai direktur, almarhum menginginkan gedung Twin Tower sudah berdiri. ”Selama tiga bulan ini, sudah banyak yang dilakukan beliau untuk Poltera. Salah satunya, prodi yang diganti menjadi jurusan,” terangnya.
Sebab, kata Taufik, almarhum berjanji Poltera akan berkembang dan bersaing dengan PTN yang sudah maju. Pada saat pengukuhan mahasiswa baru, Ansori menitipkan harapan agar mahasiswa mampu menjadi pribadi trampil, kreatif, dan berprestasi.
”Beliau tidak pernah berkompromi dengan hal-hal negatif. Jadi almarhum senang dengan mahasiswa yang mau bekerja keras,” tambahnya.
Taufik meminta maaf atas segala kesalahan-kesalahan yang mungkin pernah dilakukan almarhum, baik sengaja maupun tidak. Selain itu, meminta kepada publik Madura agar berkenan mendoakan almarhum, sehingga mendapat tempat di surga.
”Kami dari Poltera menyampaikan permohonan maaf apabila ada kesalahan di masa lalu almarhum. Kami mohon untuk dimaafkan,” tukasnya.
Editor : Abdul Basri