SAMPANG, RadarMadura.id Nasib apes dialami Musayyah, warga Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang.
Perempuan 69 tahun itu tewas akibat tertimpa material bangunan yang ambruk akibat diterjang hujan deras dan angin kencang, Kamis (5/3).
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Mohammad Hozin menyatakan, cuaca ekstrem menyelimuti Kota Bahari, Kamis (5/3).
Angin kencang disertai hujan lebat yang menerjang wilayah pesisir Kecamatan Camplong menyebabkan puluhan pohon tumbang.
"Bahkan menutupi akses jalan," ujarnya Jumat (6/3)
Angin kencang juga merusak puluhan atap rumah warga, musala, di enam desa di Kecamatan Camplong. Yakni, Desa Batukarang, Dharma Camplong, Taddan, Rabasan, Tambaan, dan Sejati.
"Kerugian akibat kerusakan yang disebabkan angin kencang itu sekitar Rp 100 juta," ujarnya.
Dampak paling parah yang diakibatkan sapuan angin kencang terjadi di Desa Rabasan. Sebab, satu orang lanjut usia (lansia) tewas akibat tertimpa reruntuhan material bangunan yang roboh pasca diterjang angin kencang.
"Korban atas nama Musayyah, 69, warga Dusun Rabasan Selatan, Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Sampang," bebernya.
Kejadian bermula ketika korban berada di dapur rumahnya saat hujan deras dan angin kencang menerjang.
Saat itu, Musayyah tengah memasak. Namun, dapur semipermanen itu tiba-tiba ambruk saat diterjang angin sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Pihak keluarga bersama warga telah berupaya memberikan pertolongan kepada korban. Namun, korban sudah tidak tertolong dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah. Sehingga, tidak dilakukan penuntutan hukum atas kejadian yang menimpa korban. ”Jenazah korban dimakamkan Kamis (5/3) malam," bebernya.
Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan pihak keluarga korban tidak melakukan upaya penuntutan atas peristiwa itu. Dan, menerima kematian korban sebagai musibah.
"Kami mengimbau masyarakat kalau sudah mengetahui akan datangnya hujan deras, maka cari tempat untuk istirahat yang aman. Cari tempat terbuka, tidak boleh berteduh di bawah pohon besar maupun di bawah reklame besar di pinggir jalan raya karena membahayakan," tandasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti