Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Satgas MBG Sampang Sarankan Putus Kontrak

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 26 Februari 2026 | 09:28 WIB

PENYALURAN: Dapur SPPG Yayasan Generasi Emas yang ada di Jalan Trunojoyo Rabu (25/2). (AYU LATIFAH/JPRM)
PENYALURAN: Dapur SPPG Yayasan Generasi Emas yang ada di Jalan Trunojoyo Rabu (25/2). (AYU LATIFAH/JPRM)
 

SAMPANG, RadarMadura.id – Sampai saat ini, di Sampang masih ditemukan sajian menu dalam program makan bergizi gratis (MBG) tidak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Contohnya, suguhan menu susu yang mengabaikan petunjuk dan teknis (juknis) karena tidak menggunakan susu full cream bagi balita dan ibu menyusui.

Tapi, menggunakan susu perasa berupa Real Good dan itu dikeluhan penerima manfaat.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang Sudarmanto mengatakan, penerima manfaat memiliki hak untuk menolak sajian dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Bahkan, penerima manfaat bisa memutus kontrak dengan SPPG. ”Penerima harus berani memutus kontrak jika tidak mau (bermitra), apalagi sekarang SPPG banyak yang sedang cari penerima manfaat,” katanya.

Sudarmanto menuturkan, keluhan terkait program MBG akan disampaikan langsung pada BGN.

”Jika merujuk SK, satgas saat ini hanya melakukan percepatan, tapi nanti kami mengusulkan untuk bisa melakukan pengawasan. Jika bisa melakukan pengawasan, maka satgas bisa memutus kontrak dapur SPPG yang terbukti nakal atau melanggar aturan,” imbuhnya.

Sebelumnya, salah seorang penerima yang enggan disebutkan identitasnya kecewa dengan sajian menu SPPG Yayasan Generasi Emas.

Sebab, dapur yang terletak di Jalan Trunojoyo Sampang itu terlalu sering memberikan susu perasa atau Real Good yang dinilai hanya 10 persen mengandung susu murni.

Real Good itu bukan susu, tapi pemanis. Ini bukan lagi bergizi, semestinya sudah mendapatkan sanksi karena tidak sesuai juknis menggunakan susu full cream,” sesalnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala SPPG Yayasan Generasi Emas Umar Syaid tidak mengelak atas pemberian susu Real Good tersebut. Namun, dia mengeklaim bahwa pemberian itu hanya pada pekan terakhir.

Sebab, kebutuhan menu tersebut berasal dari mitra. ”Sebelumnya kami rutin pakai susu full cream, kami menggunakan Real Good karena dari mitra,” tuturnya.

Dia juga membenarkan bahwa pemberian susu Real Good tidak sesuai juknis. Karena itu, dia telah menegur mitra Yayasan Generasi Emas untuk dievaluasi.

Ke depan, hal itu akan menjadi salah satu bahan pembelajaran dalam penyajian menu.

”Memang saya akui keluar dari juknis. Ke depan hal ini akan menjadi salah satu bahan evaluasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Sampang Ratna Nur Handayani tidak merespons upaya konfirmasi yang dilakukan koran ini.

Padahal, jurnalis ingin meminta tanggapan yang bersangkutan terkait sajian menu SPPG Yayasan Generasi Emas yang diduga tidak sesuai juknis. (ay/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Menu MBG #tidak sesuai #SPPG #kabupaten sampang #BGN #Satgas MBG #susu perasa #Menu Susu #menegur #juknis #memutus kontrak