SAMPANG, RadarMadura.id - Calon jemaah haji (CJH) 2026 mulai mengurus dokumen kewarganegaraan.
Yaitu, paspor dan biovisa. Namun, masih ada 160 CJH yang belum merampungkan pengurusan administrasi itu.
Khususnya bagi CJH yang telah melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) sebanyak 651 jemaah.
Kepala Kemenag Sampang Sayfuddin memaparkan, pelunasan bipih tahap pertama dan kedua sudah ditutup.
Sedangkan yang melakukan pelunasan 651 CJH. Terdiri dari CJH reguler, pendamping lansia, penggabungan mahram dan jemaah cadangan.
Saat ini mereka sedang melanjutkan dengan membuat paspor dan biovisa, katanya Senin (12/1).
Pengurusan dokumen kewarganegaraan tersebut ditarget rampung sebelum Senin (8/2).
Sementara saat ini baru 491 CJH yang telah mengantongi kedua dokumen tersebut. Sedangkan 160 CJH belum menuntaskan pengurusan paspor dan biovisa.
Jemaah yang telah membuat paspor dan biovisa tidak serta-merta berangkat ke Tanah Suci.
Sebab, jemaah yang akan ke Makkah sesuai kuota yang sudah ditentukan, yaitu 578 kursi.
Sayfuddin memaparkan, CJH yang harus melakukan pelunasan bipih tahap II adalah 240 orang.
Namun, yang melakukan pelunasan 79 orang. Puluhan jemaah tersebut harus segera mengurus paspor dan biovisa.
Prioritas kami tetap pada jemaah penggabungan dan pendampingan.
Namun jika ada kuota kosong, maka cadangan sesuai urut porsi berhak berangkat. Berapanya kami belum tahu, karena data bergerak, pungkasnya. (ay/jup)
Editor : Amin Basiri