SAMPANG, RadarMadura.id - Pelaku usaha tambak di Kecamatan Sreseh dan Pangarengan dipastikan gagal panen.
Itu setelah, lahan tambaknya terendam banjir. Tangis mereka pecah, bukan karena harus mengulang tahapan produksi dari awal.
Tapi, karena garam dan benih ikan yang dipelihara selama satu tahun terakhir hanyut tak tersisa.
Pantauan koran ini, rob dari sungai perairan Sreseh itu telah merendam sekitar 100 hektar tambak. Yakni tambak garam dan tambak ikan.
Jumlah kerugian ditaksir mencapai miliaran. Sebab, jumlah pelaku usaha yang terdampak lebih dari 50 orang.
Marzuki, salah satu petambak asal Desa/Kecamatan Pangarengan, mengatakan, rob menggenangi tambak pada Minggu (7/12) malam.
Pemicunya, tanggul yang dibuat petambak jebol karena debit air sungai Sreseh meningkat.
"Sebenarnya yang jebol mulai lima hari lalu, namun yang paling parah tadi malam," katanya.
Pria berusia 57 tahun itu menyampaikan,tambak garam milik sejumlah petani tak tertolong.
Garam yang terendam rob kurang lebih mencapai 100 ton atau setara Rp250 juta.
Sebab, ketinggian air sungai mencapai satu meter setengah dari batas normal biasanya.
"Beruntung beberapa tambak aman dari rob," tambahnya.
Dijelaskan, beberapa pembudidaya ikan juga merugi. Mereka tidak bisa memanen udang dan bandeng karena terbawa arus banjir. Jika dihitung, kerugian sekitar lima ton atau berkisar Rp1,7 miliar.
"Setiap musim penghujan volume air meningkat. Namun tidak separah tahun ini. Untungnya, tidak ada air kiriman dari daerah lain," jelasnya.
Dia berharap kejadian tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
" Saya juga berharap tanggul yang dibangun swadaya oleh pelaku usaha bisa dibangun kembali oleh pemerintah," pintanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Fajar Arif, menyampaikan, institusinya telah mengimbau tentang potensi rob di beberapa lokasi.
Khusus insiden di Sreseh, pihaknya belum menerima laporan secara resmi.
"Kalau ada laporan pasti kami koordinasi dengan dinas terkait. Juga melakukan mitigasi bencana," tandasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri