Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mandi di Pantai, Santri Asal Lumajang Meninggal Terseret Ombak di Mandangin, Sampang

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 28 Februari 2025 | 22:14 WIB
Seorang santri asal Desa Sumber Jati, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Ach. Fauzan meninggal terseret ombak di Pulau Mandangin, Sampang, Senin (24/2).
Seorang santri asal Desa Sumber Jati, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Ach. Fauzan meninggal terseret ombak di Pulau Mandangin, Sampang, Senin (24/2).

SAMPANG, RadarMadura.id – Seorang santri asal Desa Sumber Jati, Kecamatan Tempeh, Lumajang, Ach. Fauzan meninggal terseret ombak di Pulau Mandangin, Sampang, Senin (24/2).

Pihak keluarga menganggap meninggalnya pria 26 tahun sebagai musibah.

Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan, korban berkunjung ke Pulau Mandangin untuk silaturahmi ke rumah gurunya, Gufron, di Dusun Kramat, Desa/Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang.

Korban pergi ke rumah gurunya bersama teman-temannya.

Pada pukul 11.00, korban dan teman-temannya mandi di pantai dekat pasir putih di Dusun Kramat.

Saat mandi, korban terseret ombak. Korban sempat ditolong Ustad Mohammad Saifullah. Namun, saksi tersebut tidak kuat diterjang ombak.

”Saat ditarik, korbab sudah dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga korban tidak melakukan penuntutan hukum dan meyakini kejadian tersebut sebagai musibah,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mandi maupun bermain di pantai saat ombak besar.

”Saat ini cuaca sedang ekstrem dan masyarakat hendaknya selalu waspada,” imbaunya.

Kepala Puskesmas Mandangin Rina Dewiyanti mengutarakan, korban sempat dibawa ke puskesmas sekitar pukul 11.40.

”Tapi kondisinya sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Baca Juga: Dewan Minta Kemenkumham Turun ke Rutan Kelas II-B Sampang, Terkait Napi Kendalikan Bisnis Narkoba dari Balik Jeruji Besi

Kepala BPBD Sampang Candra Romadhani Amin mengungkapkan, informasi dari BMKG, cuaca ekstrem sedang melanda daerah Jatim sejak Selasa–Jumat (17–28/2).

Pihaknya mengimbau, selama memasuki cuaca ekstrem, masyarakat hendaknya mengurangi aktivitas di luar ruangan.

”Kalau mau beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya melihat perkiraan cuaca dari BMKG. Jika cuaca tidak memungkinkan, hendaknya menunda aktivitas dulu, termasuk bermain dan berenang di pantai,” pesannya. (bai/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Mandangin #musibah #terseret ombak #meninggal #mandi #Lumajang #santri