SAMPANG, RadarMadura.id – Layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Mohammad Zyn (RSMZ) sedikit terhambat.
Pemicunya, sejumlah alat kesehatan (alkes) rusak. Di antaranya, computed tomography (CT) scan dan magnetic resonance imaging (MRI).
Humas dan Marketing RSMZ Sampang Amin Jakfar Sadik membenarkan jika alkes di rumah sakit rusak.
CT scan rusak berat sejak dua bulan lalu. Menurutnya, kerusakan tersebut merupakan hal yang biasa.
Amin mengungkapkan, pihaknya harus mengganti spare part untuk memperbaiki kerusakan CT scan.
Spare part tersebut tidak diproduksi di dalam negeri, sehingga harus mendatangkan dari Jepang. ”CT scan memang dibeli di sana,” ungkapnya.
Rumah sakit menargetkan Januari 2025 perbaikan selesai, sehingga alkes tersebut kembali dioperasikan.
Meski begitu, Amin memastikan layanan rumah sakit tetap berjalan meski alkes ada yang rusak.
Caranya, pihaknya melakukan rujukan parsial apabila ada pasien rawat inap yang memerlukan alat CT scan.
Artinya, kerusakan alat medis bukan lantas tidak melayani pasien. Selain CT scan, MRI belum lama ini mengalami eror. Perbaikan MRI segera dilakukan.
”Estimasi hitungan kami, biaya untuk perbaikan CT scan mencapai Rp 1,2 miliar. Semoga nanti biayanya tidak sebanyak itu,” tuturnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengaku sudah mengetahui alkes yang rusak di RSMZ.
Pihaknya meminta rumah sakit segera memperbaiki. Sebab, kerusakan ini bisa menghambat layanan kesehatan kepada masyarakat.
Terlebih, ketika pasien yang membutuhkan alkes tersebut tidak bisa dilakukan di RSMZ, maka harus dibawa ke rumah sakit lain.
”Perbaikan dipercepat agar alat medis itu bisa segera dioperasikan. Dengan begitu, layanan kepada masyarakat juga lebih maksimal,” pintanya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti