Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Hand Tractor Memalukan, APTI Nilai Kinerja Disperta Coreng Nama Sampang

H
BARANG BUKTI: Warga berada di sekitar kerangka mesin hand tractor yang dipasangi garis polisi di halaman belakang kantor Disperta KP Sampang Rabu (7/1). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
BARANG BUKTI: Warga berada di sekitar kerangka mesin hand tractor yang dipasangi garis polisi di halaman belakang kantor Disperta KP Sampang Rabu (7/1). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sampang menyoroti kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang.


Advertisement

Pasalnya, selama dua tahun berturut-turut, instansi tersebut kehilangan mesin hand tractor.

Peristiwa itu dinilai mencoreng nama baik Kabupaten Sampang, terlebih anggaran tenaga keamanan selama dua tahun mencapai Rp 378 juta.

Ketua APTI Sampang Haryono menilai hilangnya mesin hand tractor tersebut sebagai tamparan bagi profesionalisme disperta KP.

Advertisement

Pada akhir 2025, satu unit mesin hand tractor kembali raib dan hanya menyisakan kerangka.

”Padahal, pada 2024 lalu, disperta KP sudah kehilangan mesin hand tractor dengan dugaan dicuri,” ujarnya.

Menurut Haryono, kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengamanan di lingkungan Disperta KP Sampang.

Advertisement

Sebab, baik pada kasus 2024 maupun 2025, posisi mesin berada di area kantor dinas.

”Kehilangan dua tahun berturut-turut jelas mencoreng nama baik daerah. Ini terjadi di lingkungan disperta sendiri,” tegasnya.

Dia menambahkan, peristiwa tersebut sulit disebut sebagai kejadian biasa.

Sebab, mesin hand tractor berukuran besar dan terpasang baut pada rangkanya.

”Secara logika, membongkar mesin itu butuh waktu dan tidak mungkin dilakukan seorang diri. Kami menduga ada keterlibatan orang dalam,” ungkapnya.

Haryono menyayangkan peristiwa serupa kembali terulang, meski sebelumnya sudah ada kejadian kehilangan.

Padahal, setiap tahun disperta KP menganggarkan biaya tenaga keamanan.

”Anggaran tenaga keamanannya selama dua tahun yang kami ketahui mencapai Rp 378 juta,” bebernya.

Pihaknya berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.

Apalagi, mesin hand tractor itu seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan petani.

”Agar semuanya terbuka, siapa saja yang terlibat bisa diketahui,” katanya.

Sementara itu, Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

”Masih terus kami tindak lanjuti. Mohon doanya semoga segera terungkap,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disperta KP Sampang dua kali kehilangan mesin hand tractor. Yakni, pada 2024 dan 2025.

Dua kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Sampang, namun hingga kini belum terungkap. (bai/han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Belanja Mesin Perajang Ratusan Juta Dinilai Sia-Sia

Belanja Mesin Perajang Ratusan Juta Dinilai Sia-Sia

Ketua APTI Sampang Haryono menyampaikan, pendistribusian mesin perajang saat ini dinilai kurang pas, bahkan terbilang telat. Sebab, sejumlah petani telah menuntaskan proses rajang sejak beberapa bulan sebelumnya.

Anggaran Belanja Pupuk NPK Belum Terserap

Anggaran Belanja Pupuk NPK Belum Terserap

Abdi Barri Salam mengatakan, OPD pengampu semestinya tidak memiliki alasan untuk tidak melakukan serapan. Sebab, jika tidak melakukan, maka tahap salur tahap tiga akan tersendat.

Panen Tembakau Tembus 11.547 Ton, Petani Nikmati Harga Jual Tinggi

Panen Tembakau Tembus 11.547 Ton, Petani Nikmati Harga Jual Tinggi

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang Nurdin menyampaikan, sektor pertanian tembakau tahun ini mencatatkan capaian positif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer