alexametrics
22.2 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Kejari Sampang Komitmen Bekerja Profesional

SAMPANG – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang patut diacungi jempol semua pihak. Pasalnya, penanganan kasus semua bidang yakni intelijen, pidana khusus (pidsus), pidana umum (pidum) serta perdata dan tata usaha negara (datun) berjalan optimal.

Tak hanya itu, berbagai prestasi dan penghargaan juga telah diraih Kejari Sampang selama 2019. Di antaranya, dinobatkan sebagai Satuan Kerja (Satker) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemen PAN-RB.

Atas pencapaian itu, Kejari Sampang juga memperoleh piagam penghargaan sebagai Leader Inspiring Madura Awards 2019 dari RadarMadura.id. Pencapaian itu tidak mudah dan memerlukan kerja keras dari seluruh pegawai di lingkungan Kejari Sampang.

Kajari Sampang Maskur, S.H., M.H. sangat mengapresiasi terhadap kinerja pegawai di seluruh bidang di kejari. Seluruh pencapaian prestasi harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sebab, pihaknya tidak hanya akan berhenti di penghargaan WBK, tetapi juga menarget untuk memperoleh penghargaan sebagai Satker Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Baca Juga :  Kejari Sampang Junjung Tinggi Profesionalitas Tangani Perkara

Maka dari itu, pihaknya akan terus memperbaiki seluruh sektor pelayanan. Beberapa kasus yang sudah ditangani juga akan dituntaskan. Misal, perkara yang masih dalam penyelidikan akan terus didalami alat buktinya sehingga bisa dinaikkan ke penyidikan.

Begitu pula perkara yang berstatus penyidikan akan segera didalami untuk bisa dinaikkan ke penuntutan. Kejari juga masih terus menyelesaikan perkara yang sedang proses sidang di Pengadilan Negeri Tipikor, Surabaya.

”Alhamdulillah, Kejari Sampang di 2019 ini banyak melakukan perubahan di bidang pelayanan publik serta penanganan perkara. Bahkan, Kejari Sampang juga sudah memperoleh berbagai penghargaan,” katanya.

Selain itu, upaya Kejari Sampang dalam menyelamatkan uang negara cukup fantastis. Tahun ini, uang negara yang diselamatkan mencapai Rp 1,4 miliar. Sementara barang bukti uang yang dititipkan di rekening khusus Kejari Sampang tersisa Rp 9,9 miliar.

”Kami akan terus melakukan pembenahan di bidang pelayanan kepada masyarakat dan informasi publik. Tentunya dimulai dari peningkatan kinerja para pegawai di kantor kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Semoga Sinergitas Kejari dengan Media Terus Berlanjut

Karena itu, Maskur berharap seluruh warga Sampang mematuhi aturan hukum. Selain itu, lebih waspada dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, utamanya pejabat, pelaksana kegiatan serta konsultan pengawas dan perencanaan. ”Penanganan kasus korupsi di disdik harus jadi pelajaran semua pihak. Kami berkomitmen untuk menangani kasus korupsi secara profesional,” tandasnya.

Ketua Madura Development Watch (MDW) Sampang Tamsul sangat mengapresiasi kinerja Kejari Sampang. Menurut dia, penanganan kasus korupsi di lingkungan dinas pendidikan (disdik) mampu membuat para pejabat di organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan, utamanya yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan fisik.

”Secara garis besar, kinerja Kejari Sampang dalam mengungkap kasus korupsi di tahun ini membuat pejabat ketakutan. Namun, atensi kasus korupsi ke depan harus lebih luas lagi,” kata Tamsul. 

- Advertisement -

SAMPANG – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang patut diacungi jempol semua pihak. Pasalnya, penanganan kasus semua bidang yakni intelijen, pidana khusus (pidsus), pidana umum (pidum) serta perdata dan tata usaha negara (datun) berjalan optimal.

Tak hanya itu, berbagai prestasi dan penghargaan juga telah diraih Kejari Sampang selama 2019. Di antaranya, dinobatkan sebagai Satuan Kerja (Satker) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemen PAN-RB.

Atas pencapaian itu, Kejari Sampang juga memperoleh piagam penghargaan sebagai Leader Inspiring Madura Awards 2019 dari RadarMadura.id. Pencapaian itu tidak mudah dan memerlukan kerja keras dari seluruh pegawai di lingkungan Kejari Sampang.


Kajari Sampang Maskur, S.H., M.H. sangat mengapresiasi terhadap kinerja pegawai di seluruh bidang di kejari. Seluruh pencapaian prestasi harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sebab, pihaknya tidak hanya akan berhenti di penghargaan WBK, tetapi juga menarget untuk memperoleh penghargaan sebagai Satker Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Baca Juga :  Semoga Sinergitas Kejari dengan Media Terus Berlanjut

Maka dari itu, pihaknya akan terus memperbaiki seluruh sektor pelayanan. Beberapa kasus yang sudah ditangani juga akan dituntaskan. Misal, perkara yang masih dalam penyelidikan akan terus didalami alat buktinya sehingga bisa dinaikkan ke penyidikan.

Begitu pula perkara yang berstatus penyidikan akan segera didalami untuk bisa dinaikkan ke penuntutan. Kejari juga masih terus menyelesaikan perkara yang sedang proses sidang di Pengadilan Negeri Tipikor, Surabaya.

”Alhamdulillah, Kejari Sampang di 2019 ini banyak melakukan perubahan di bidang pelayanan publik serta penanganan perkara. Bahkan, Kejari Sampang juga sudah memperoleh berbagai penghargaan,” katanya.

Selain itu, upaya Kejari Sampang dalam menyelamatkan uang negara cukup fantastis. Tahun ini, uang negara yang diselamatkan mencapai Rp 1,4 miliar. Sementara barang bukti uang yang dititipkan di rekening khusus Kejari Sampang tersisa Rp 9,9 miliar.

”Kami akan terus melakukan pembenahan di bidang pelayanan kepada masyarakat dan informasi publik. Tentunya dimulai dari peningkatan kinerja para pegawai di kantor kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Kembangkan Penyidikan, Kejari Sampang Panggil Kepala SDN Banyuanyar II

Karena itu, Maskur berharap seluruh warga Sampang mematuhi aturan hukum. Selain itu, lebih waspada dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, utamanya pejabat, pelaksana kegiatan serta konsultan pengawas dan perencanaan. ”Penanganan kasus korupsi di disdik harus jadi pelajaran semua pihak. Kami berkomitmen untuk menangani kasus korupsi secara profesional,” tandasnya.

Ketua Madura Development Watch (MDW) Sampang Tamsul sangat mengapresiasi kinerja Kejari Sampang. Menurut dia, penanganan kasus korupsi di lingkungan dinas pendidikan (disdik) mampu membuat para pejabat di organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan, utamanya yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan fisik.

”Secara garis besar, kinerja Kejari Sampang dalam mengungkap kasus korupsi di tahun ini membuat pejabat ketakutan. Namun, atensi kasus korupsi ke depan harus lebih luas lagi,” kata Tamsul. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/