alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pendaftar Prakerja Sampang Paling Minim

SAMPANG – Pemerintah pusat sudah lama membuka pendaftaran  kartu prakerja. Berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sampang berada di urutan paling minim pendaftar ketiga di antara 38 kabupaten/kota lainnya.

Paling sedikit pendaftar pertama Kabupaten Probolinggo 306 orang. Pada tahap pertama 68 pendaftar, 127 pendaftar tahap kedua, dan tahap ketiga 111 pendaftar.

Kabupaten Pasuruan berada di urutan kedua paling minim dengan jumlah 376 pendaftar. Tahap pertama 70 pendaftar, tahap kedua 180 pendaftar, dan tahap ketiga 126 pendaftar.

Sementara Sampang berada di urutan ketiga paling minim pendaftar dibandingkan kabupaten lainnya di Madura dengan jumlah 406 orang. Pada pendaftaran pertama terdapat 70 orang, pada tahap kedua terdapat 191 pendaftar, dan 145 orang mendaftar pada tahap ketiga.

Baca Juga :  Dinkes Sampang Gelar Lomba Lansia Sehat, Ini Alasannya

Kasi Pelatihan Diskumnaker Sampang Ludfi mengatakan, pendaftar prakerja terbanyak memang berada di daerah ring 1 dan 2 Jawa Timur. Sebab, daerah tersebut merupakan kawasan industri. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Madiun, dan lain-lain.

Selain itu, program kartu prakerja tersebut salah satunya memang diperuntukkan bagi masyarakat korban PHK yang terdampak Covid-19. ”Mungkin di ring 1 dan 2 korban PHK terdampak Covid-19 sangat tinggi. Makanya sangat antusias untuk mendaftar prakerja,” katanya.

Sedangkan untuk Sampang memang sedikit. Sebab, yang bisa dikategorikan korban PHK sedikit, bahkan tidak ada. Selain itu pemahaman masyarakat tentang internet masih banyak yang belum mengerti. ”Mungkin karena faktor pendidikan, sehingga mereka kesulitan untuk melakukan pendaftaran prakerja secara online,” terang Ludfi.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergitas, Bupati Sampang Mengadakan Pers Gathering

Dari ratusan pendaftar, terdapat 13 orang yang lulus. Sedangkan yang sudah selesai mengikuti pelatihan dan telah mendapatkan insentif hanya 3 orang. Sepuluh orang lainnya masih berada pada proses mengikuti pelatihan secara online. Para pendaftar tersebut mengeluh karena saat mengikuti pelatihan terkadang terkendala jaringan internet.

Termasuk jadwal dari penyedia pelatihan lama hingga menunggu berminggu-minggu bahkan sampai dua bulan. ”Itu salah satu curhatan mereka yang sudah lulus,” jelas Ludfi.

Pemerintah pusat akan kembali membuka pendaftaran prakerja tahap 4. Namun, untuk jadwal pembukaan pendaftaran belum ada kepastian sampai saat ini. (iqb)

SAMPANG – Pemerintah pusat sudah lama membuka pendaftaran  kartu prakerja. Berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sampang berada di urutan paling minim pendaftar ketiga di antara 38 kabupaten/kota lainnya.

Paling sedikit pendaftar pertama Kabupaten Probolinggo 306 orang. Pada tahap pertama 68 pendaftar, 127 pendaftar tahap kedua, dan tahap ketiga 111 pendaftar.

Kabupaten Pasuruan berada di urutan kedua paling minim dengan jumlah 376 pendaftar. Tahap pertama 70 pendaftar, tahap kedua 180 pendaftar, dan tahap ketiga 126 pendaftar.

Sementara Sampang berada di urutan ketiga paling minim pendaftar dibandingkan kabupaten lainnya di Madura dengan jumlah 406 orang. Pada pendaftaran pertama terdapat 70 orang, pada tahap kedua terdapat 191 pendaftar, dan 145 orang mendaftar pada tahap ketiga.

Baca Juga :  Heboh! Cari Kerang, Warga Dharma Camplong Malah Temukan Mayat Bayi

Kasi Pelatihan Diskumnaker Sampang Ludfi mengatakan, pendaftar prakerja terbanyak memang berada di daerah ring 1 dan 2 Jawa Timur. Sebab, daerah tersebut merupakan kawasan industri. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Madiun, dan lain-lain.

Selain itu, program kartu prakerja tersebut salah satunya memang diperuntukkan bagi masyarakat korban PHK yang terdampak Covid-19. ”Mungkin di ring 1 dan 2 korban PHK terdampak Covid-19 sangat tinggi. Makanya sangat antusias untuk mendaftar prakerja,” katanya.

Sedangkan untuk Sampang memang sedikit. Sebab, yang bisa dikategorikan korban PHK sedikit, bahkan tidak ada. Selain itu pemahaman masyarakat tentang internet masih banyak yang belum mengerti. ”Mungkin karena faktor pendidikan, sehingga mereka kesulitan untuk melakukan pendaftaran prakerja secara online,” terang Ludfi.

Baca Juga :  Dinkes Sampang Gelar Lomba Lansia Sehat, Ini Alasannya

Dari ratusan pendaftar, terdapat 13 orang yang lulus. Sedangkan yang sudah selesai mengikuti pelatihan dan telah mendapatkan insentif hanya 3 orang. Sepuluh orang lainnya masih berada pada proses mengikuti pelatihan secara online. Para pendaftar tersebut mengeluh karena saat mengikuti pelatihan terkadang terkendala jaringan internet.

Termasuk jadwal dari penyedia pelatihan lama hingga menunggu berminggu-minggu bahkan sampai dua bulan. ”Itu salah satu curhatan mereka yang sudah lulus,” jelas Ludfi.

Pemerintah pusat akan kembali membuka pendaftaran prakerja tahap 4. Namun, untuk jadwal pembukaan pendaftaran belum ada kepastian sampai saat ini. (iqb)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/