alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Penembak Pengusaha Panci Belum Tertangkap

SAMPANG – Sepekan sudah berlalu peristiwa penembakan terhadap Muzakkar, pengusaha panci asal Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang. Namun, polisi belum berhasil menangkap pelaku yang memuntahkan peluru dari senjata api (senpi) yang digunakan. Bahkan, korps baju colekat itu belum menemukan selongsong peluru tersebut.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lima orang dalam kasus tersebut. Kelimanya saat ini berstatus sebagai saksi. ”Korban dan keluarganya serta orang yang mengetahui kejadian tersebut sudah kami periksa,” katanya kemarin (30/5).

Sampai saat ini pihaknya belum menemukan selongsong peluru milik pelaku yang melukai jari kelingking dan jari manis serta menembus paha kiri korban. Namun, pencarian amunisi terus dilakukan. ”Selongsongnya belum (ditemukan), sedang dicari,” katanya.

Selain itu, polisi belum menerima hasil pemeriksaan tim medis. Karena itu, pihaknya belum bisa memprediksi jenis senjata api yang digunakan pelaku. ”Sedang dalam penyelidikan. Jenis pistol yang digunakan juga belum diketahui. Hasil tim medis juga belum saya terima secara resmi,” papar Budi.

Baca Juga :  Produksi Merosot, Harga Bisa Meningkat

Namun, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti dan memproses kasus penembakan tersebut sampai tuntas. ”Motifnya belum diketahui sebelum pelaku tertangkap. Kami fokus ke pengungkapan pelaku sekarang,” janji Budi.

Sementara Muzakkar alias Haji Zakar mengungkapkan, upaya kriminalisasi terhadap dirinya ini merupakan yang ketiga kalinya. Kali pertama dia dijerat menggunakan tali saat melintas di jalan raya Pangarengan. Beruntung, tali jeratan yang dipasang secara melintang di tengah jalan putus. Pihaknya hanya mengalami luka gores di bagian leher.

Sekitar dua bulan sebelum penembakan dirinya juga mendengar suara ledakan keras saat melintas di jalan raya Pangarengan. ”Kalau yang kedua ini saya kurang yakin. Apa itu letusan tembakan atau ledakan potas. Antara dilempari bom potas dan ditembak. Tapi tidak mengenai saya,” paparnya.

Baca Juga :  Aplikasi Pembukuan online Fitur Terlengkap

Karena itu, pria 47 tahun itu meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Menurut dia, kepemilikan senpi secara ilegal sangat meresahkan masyarakat. ”Tuhan masih melindungi saya. Saya yakin target pelaku ini membunuh saya. Tapi tembakannya masih meleset,” ucapnya.

Penembakan terhadap Haji Zakar ini terjadi saat hendak berangkat salat Tarawih Kamis (23/5). Saat itu dia keluar dari rumahnya menggunakan sepeda motor menuju masjid. Sekitar 100 meter jarak perjalanan, dia ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) dari arah berlawanan.

Peluru kena jari kelingking dan jari manis. Kemudian menembus paha kiri korban. Korban sempat dibawa ke RSUD dr Mohammad Zyn untuk memperoleh perawatan medis. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Nindhita. Kondisi terkini, korban sudah membaik dan ada di rumahnya.

SAMPANG – Sepekan sudah berlalu peristiwa penembakan terhadap Muzakkar, pengusaha panci asal Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang. Namun, polisi belum berhasil menangkap pelaku yang memuntahkan peluru dari senjata api (senpi) yang digunakan. Bahkan, korps baju colekat itu belum menemukan selongsong peluru tersebut.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lima orang dalam kasus tersebut. Kelimanya saat ini berstatus sebagai saksi. ”Korban dan keluarganya serta orang yang mengetahui kejadian tersebut sudah kami periksa,” katanya kemarin (30/5).

Sampai saat ini pihaknya belum menemukan selongsong peluru milik pelaku yang melukai jari kelingking dan jari manis serta menembus paha kiri korban. Namun, pencarian amunisi terus dilakukan. ”Selongsongnya belum (ditemukan), sedang dicari,” katanya.


Selain itu, polisi belum menerima hasil pemeriksaan tim medis. Karena itu, pihaknya belum bisa memprediksi jenis senjata api yang digunakan pelaku. ”Sedang dalam penyelidikan. Jenis pistol yang digunakan juga belum diketahui. Hasil tim medis juga belum saya terima secara resmi,” papar Budi.

Baca Juga :  BMKG Minta Masyarakat Tenang Tapi Waspada

Namun, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti dan memproses kasus penembakan tersebut sampai tuntas. ”Motifnya belum diketahui sebelum pelaku tertangkap. Kami fokus ke pengungkapan pelaku sekarang,” janji Budi.

Sementara Muzakkar alias Haji Zakar mengungkapkan, upaya kriminalisasi terhadap dirinya ini merupakan yang ketiga kalinya. Kali pertama dia dijerat menggunakan tali saat melintas di jalan raya Pangarengan. Beruntung, tali jeratan yang dipasang secara melintang di tengah jalan putus. Pihaknya hanya mengalami luka gores di bagian leher.

Sekitar dua bulan sebelum penembakan dirinya juga mendengar suara ledakan keras saat melintas di jalan raya Pangarengan. ”Kalau yang kedua ini saya kurang yakin. Apa itu letusan tembakan atau ledakan potas. Antara dilempari bom potas dan ditembak. Tapi tidak mengenai saya,” paparnya.

Baca Juga :  Produksi Merosot, Harga Bisa Meningkat

Karena itu, pria 47 tahun itu meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Menurut dia, kepemilikan senpi secara ilegal sangat meresahkan masyarakat. ”Tuhan masih melindungi saya. Saya yakin target pelaku ini membunuh saya. Tapi tembakannya masih meleset,” ucapnya.

Penembakan terhadap Haji Zakar ini terjadi saat hendak berangkat salat Tarawih Kamis (23/5). Saat itu dia keluar dari rumahnya menggunakan sepeda motor menuju masjid. Sekitar 100 meter jarak perjalanan, dia ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) dari arah berlawanan.

Peluru kena jari kelingking dan jari manis. Kemudian menembus paha kiri korban. Korban sempat dibawa ke RSUD dr Mohammad Zyn untuk memperoleh perawatan medis. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Nindhita. Kondisi terkini, korban sudah membaik dan ada di rumahnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/