alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Pemkab Sampang Siapkan Rp 20 Miliar untuk THR PNS

SAMPANG – Perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) cukup besar. Pemkab Sampang menyediakan anggaran Rp 20 miliar untuk tunjangan hari raya (THR) pegawai di lingkungan pemkab. Anggaran itu bersumber dari dana alokasi umum (DAU) 2018.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Sampang menyebutkan, ASN di Kota Bahari berjumlah 7.250 orang. Meliputi guru, tenaga kesehatan, pengawas, dan pejabat struktural. Selain mendapatkan THR, mereka juga akan mendapatkan gaji ke-13.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang melalui Kabid Penganggaran Laili Akmaliyah mengatakan, setiap tahun ASN selalu mendapatkan THR. PP 19/2018 menyebutkan setiap pegawai mendapatkan THR sesuai dengan gaji pokok tiap bulan dan tunjangan-tunjangan lain. ”THR PNS tahun ini dianggarkan sekitar Rp 20 miliar sesuai dengan jumlah pegawai di Sampang,” ucapnya Rabu (30/5).

Baca Juga :  322 Warga Sampang Derita Kusta

Pemberian THR bertujuan meningkatkan kesejahteraan abdi negara. Apalagi, tahun ini tidak ada kenaikan gaji. Selain mendapatkan THR, mereka juga mendapatkan gaji ke-13. Pencairan THR akan dilakukan setelah gaji Juni cair. Sementara gaji ke-13 akan diberikan pada Juli.

”Saat ini kami masih melakukan verifikasi jumlah PNS. Datanya kami terima dari BKPSDM Sampang,” katanya. Pemberian THR merupakan kewajiban pemkab kepada pegawai menjelang hari raya.

Sementara nilai gaji ke-13 bisa jauh lebih besar dari gaji pokok. Selain gaji pokok, ASN juga mendapatkan tunjangan keluarga dan tunjangan umum atau tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. ”Gaji ke-13 untuk membantu PNS mencukupi kebutuhan anak bersekolah dan kebutuhan yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Tunggu Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan

Pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk THR tenaga honorer. Akan tetapi,  tunjangan tersebut hanya akan diberikan kepada tenaga honorer daerah (honda) yang diperkuat dengan SK bupati. Sementara untuk honorer lain tidak ada. ”Kami menyiapkan dana Rp 160 juta untuk membayar THR 160 tenaga honda. Masing-masing mendapatkan Rp 1 juta,” terang Lilik.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Agus Husnul Yakin meminta pemberian tunjangan bisa meningkatkan etos kerja dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Sebab, pemerintah sudah melunasi kewajibannya.

”Kami harap ASN tidak bermalas-malasan bekerja selama bulan puasa. Apalagi, sampai bolos di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang nanti,” harapnya.

SAMPANG – Perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) cukup besar. Pemkab Sampang menyediakan anggaran Rp 20 miliar untuk tunjangan hari raya (THR) pegawai di lingkungan pemkab. Anggaran itu bersumber dari dana alokasi umum (DAU) 2018.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Sampang menyebutkan, ASN di Kota Bahari berjumlah 7.250 orang. Meliputi guru, tenaga kesehatan, pengawas, dan pejabat struktural. Selain mendapatkan THR, mereka juga akan mendapatkan gaji ke-13.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang melalui Kabid Penganggaran Laili Akmaliyah mengatakan, setiap tahun ASN selalu mendapatkan THR. PP 19/2018 menyebutkan setiap pegawai mendapatkan THR sesuai dengan gaji pokok tiap bulan dan tunjangan-tunjangan lain. ”THR PNS tahun ini dianggarkan sekitar Rp 20 miliar sesuai dengan jumlah pegawai di Sampang,” ucapnya Rabu (30/5).

Baca Juga :  Operasi Zebra Libatkan Banyak Instansi       

Pemberian THR bertujuan meningkatkan kesejahteraan abdi negara. Apalagi, tahun ini tidak ada kenaikan gaji. Selain mendapatkan THR, mereka juga mendapatkan gaji ke-13. Pencairan THR akan dilakukan setelah gaji Juni cair. Sementara gaji ke-13 akan diberikan pada Juli.

”Saat ini kami masih melakukan verifikasi jumlah PNS. Datanya kami terima dari BKPSDM Sampang,” katanya. Pemberian THR merupakan kewajiban pemkab kepada pegawai menjelang hari raya.

Sementara nilai gaji ke-13 bisa jauh lebih besar dari gaji pokok. Selain gaji pokok, ASN juga mendapatkan tunjangan keluarga dan tunjangan umum atau tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. ”Gaji ke-13 untuk membantu PNS mencukupi kebutuhan anak bersekolah dan kebutuhan yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Tunggu Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan

Pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk THR tenaga honorer. Akan tetapi,  tunjangan tersebut hanya akan diberikan kepada tenaga honorer daerah (honda) yang diperkuat dengan SK bupati. Sementara untuk honorer lain tidak ada. ”Kami menyiapkan dana Rp 160 juta untuk membayar THR 160 tenaga honda. Masing-masing mendapatkan Rp 1 juta,” terang Lilik.

- Advertisement -

Anggota Komisi I DPRD Sampang Agus Husnul Yakin meminta pemberian tunjangan bisa meningkatkan etos kerja dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Sebab, pemerintah sudah melunasi kewajibannya.

”Kami harap ASN tidak bermalas-malasan bekerja selama bulan puasa. Apalagi, sampai bolos di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang nanti,” harapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/