alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Polres Dalami Dugaan Pemotongan PKH

SAMPANG – Kasus dugaan pemotongan dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Semah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Sampang, belum ada titik terang. Padahal, Polres Sampang sudah mendalami kasus tersebut dengan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan.

KBO Reskrim Polres Sampang Iptu Slamet mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan pemotongan PKH di Desa Karang Anyar. Menindaklanjuti laporan tersebut, polres memanggil semua pihak untuk dimintai keterangan. ”Kami melakukan klarifikasi. Kami mengundang semua pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan,” ujarnya kemarin (30/3).

Perwira pertama berpangkat dua balok emas di pundaknya itu menyatakan, pihak yang dipanggil yaitu pendamping PKH Desa Karang Anyar, penerima PKH, terlapor, dan pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Sampang.

Baca Juga :  Satu Petugas Dampingi 400 Lebih KPM

Sesuai prosedur hukum, kata Slamet, polres akan mengembangkan permintaan keterangan kasus tersebut sesuai dengan fakta. ”Jika ada laporan, pasti kami tindak lanjuti. Untuk kasus ini (dugaan pemotongan dana PKH, Red), kalau ada bukti, kami naikkan ke penyidikan,” tegasnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman.

Kepala Desa Karang Anyar Safi mengaku tidak tahu mengenai kasus dugaan pemotongan dana PKH yang sudah dilaporkan ke polres. ”Saya tidak tahu kasus itu,” katanya. Jika memang diproses secara hukum, biar aparat yang menangani,” ucap dia.

Untuk diketahui, pendamping PKH di Sampang ditengarai tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Misalnya, ketika pencairan dana, bukan keluarga penerima manfaat (KPM) dengan didampingi pendamping PKH, melainkan pihak ketiga.

Baca Juga :  Keluarga¬†Penerima¬†PKH Bertambah Tahun Depan

Pihak ketiga biasanya memotong dana bantuan PKH untuk uang bensin atau jasa pengambilan dana. Nominal pemotongan berbeda-beda. Mulai Rp 10 ribu hingga Rp 1 juta per KPM.

Di Desa Karang Anyar, pemotongan dana PKH diduga dilakukan oknum koordinator KPM yang bukan dari pendamping PKH. Modusnya, oknum tersebut mengoordinasi pencairan bantuan PKH di satu dusun. Caranya, ATM milik KPM dikumpulkan, lalu oleh oknum tersebut dilakukan penarikan. Setelah itu, uang yang ditarik tidak diberikan secara utuh kepada KPM.

SAMPANG – Kasus dugaan pemotongan dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Semah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Sampang, belum ada titik terang. Padahal, Polres Sampang sudah mendalami kasus tersebut dengan memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangan.

KBO Reskrim Polres Sampang Iptu Slamet mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan pemotongan PKH di Desa Karang Anyar. Menindaklanjuti laporan tersebut, polres memanggil semua pihak untuk dimintai keterangan. ”Kami melakukan klarifikasi. Kami mengundang semua pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan,” ujarnya kemarin (30/3).

Perwira pertama berpangkat dua balok emas di pundaknya itu menyatakan, pihak yang dipanggil yaitu pendamping PKH Desa Karang Anyar, penerima PKH, terlapor, dan pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Sampang.

Baca Juga :  Disporabudpar Hapus Dua Tempat Wisata

Sesuai prosedur hukum, kata Slamet, polres akan mengembangkan permintaan keterangan kasus tersebut sesuai dengan fakta. ”Jika ada laporan, pasti kami tindak lanjuti. Untuk kasus ini (dugaan pemotongan dana PKH, Red), kalau ada bukti, kami naikkan ke penyidikan,” tegasnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman.

Kepala Desa Karang Anyar Safi mengaku tidak tahu mengenai kasus dugaan pemotongan dana PKH yang sudah dilaporkan ke polres. ”Saya tidak tahu kasus itu,” katanya. Jika memang diproses secara hukum, biar aparat yang menangani,” ucap dia.

Untuk diketahui, pendamping PKH di Sampang ditengarai tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Misalnya, ketika pencairan dana, bukan keluarga penerima manfaat (KPM) dengan didampingi pendamping PKH, melainkan pihak ketiga.

Baca Juga :  Sains dan Teknologi di Bidang Pertanian Harus Digerakkan

Pihak ketiga biasanya memotong dana bantuan PKH untuk uang bensin atau jasa pengambilan dana. Nominal pemotongan berbeda-beda. Mulai Rp 10 ribu hingga Rp 1 juta per KPM.

Di Desa Karang Anyar, pemotongan dana PKH diduga dilakukan oknum koordinator KPM yang bukan dari pendamping PKH. Modusnya, oknum tersebut mengoordinasi pencairan bantuan PKH di satu dusun. Caranya, ATM milik KPM dikumpulkan, lalu oleh oknum tersebut dilakukan penarikan. Setelah itu, uang yang ditarik tidak diberikan secara utuh kepada KPM.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/