alexametrics
22 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Normalisasi Kali Kamoning Belum Sampang 1 Kilometer

SAMPANG – Realisasi proyek normalisasi Kali Kamoning sepanjang 9 kilometer senilai Rp 365,3 miliar masih berlangsung. Hingga kemarin (30/3) pengerjaan fisik oleh satu kontraktor mencapai 8 persen. Sedangkan dua rekanan lain masih 6–7 persen

Kabid Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang mengatakan, tahun ini dua kontraktor sedang mengerjakan pemasangan sheet pile. Pekerjaan PT Adhi Karya Persero sudah 8 persen.  Sedangkan pekerjaan PT Rudi Jaya dan PT Jati Wangi, KSO masih berkisar 6–7 persen.

Karena itu, butuh percepatan untuk pelaksanaan agar penyerapan anggaran juga maksimal. Tiga kontraktor itu belum ada yang sampai 1 kilometer. ”Ada kendala pelaksanaan proyek itu. Misalnya ada warga yang menyetop pekerjaan karena (masalah) lahan,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, tahun ini pemasangan sheet pile di sepanjang Sungai Kamoning harus selesai. Sebab, sebelum pengerukan tebing, sungai harus diperkuat terlebih dahulu. ”Pengerukan normalisasi sungai nanti pada 2019. Sekarang fokus pembangunan penguatan tebing,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinas PUPR Lakukan Pengukuran P0 Normalisasi Kali Kamoning

Pihaknya berharap kontraktor memaksimalkan pekerjaannya. Dengan demikian, pembangunan yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan banjir tercapai. ”Sheet pile yang sudah terpasang itu belum ada satu kilometer panjangnya. Jadi harus dipercepat,” tambahnya.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, berharap hasil pengerjaan bagus dan sesuai dengan RAB. Dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau langsung untuk melihat sejauh mana prospek pengerjaan proyek itu. ”Jika pencapaiannya masih delapan persen tentu itu masih sangat minim. Harus lebih digenjot lagi,” paparnya.

Dia mengungkapkan, masyarakat Sampang, khususnya wilayah kota yang terdampak banjir memiliki harapan besar agar proyek itu segera selesai. Sehingga, semakin cepat pekerjaannya maka semakin baik. ”Supaya masyarakat bisa segera menikmati hasil proyek ratusan miliar itu,” katanya.

Baca Juga :  Dianggap Mengganggu, Satpol PP Tertibkan PKL

Total anggaran normalisasi dan penguatan tebing Sungai Kamoning Rp 365,3 miliar dari APBN. Jenis pekerjaan menjadi dua paket sejak 2017 hingga 2019 akhir. Paket pekerjaan I Rp 205,4 miliar untuk pembangunan pengendali banjir, normalisasi, dan penguatan tebing Sungai Kamoning sepanjang 4,8 kilometer.

Rinciannya, 2017 sebesar Rp 3,4 miliar, 2018 senilai Rp 43 miliar, dan Rp 159 miliar untuk 2019. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Adhi Karya Persero. Sedangkan paket kedua sebesar Rp 159,9 miliar untuk pembangunan pengendali banjir Sungai Kamoning berupa normalisasi dan penguatan tebing sepanjang 4,2 kilometer.

Rinciannya, Rp 4,9 miliar 2017, Rp 30 miliar 2018, dan 2019 sebesar Rp 125 miliar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Rudi Jaya dan PT Jati Wangi, KSO.

SAMPANG – Realisasi proyek normalisasi Kali Kamoning sepanjang 9 kilometer senilai Rp 365,3 miliar masih berlangsung. Hingga kemarin (30/3) pengerjaan fisik oleh satu kontraktor mencapai 8 persen. Sedangkan dua rekanan lain masih 6–7 persen

Kabid Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang mengatakan, tahun ini dua kontraktor sedang mengerjakan pemasangan sheet pile. Pekerjaan PT Adhi Karya Persero sudah 8 persen.  Sedangkan pekerjaan PT Rudi Jaya dan PT Jati Wangi, KSO masih berkisar 6–7 persen.

Karena itu, butuh percepatan untuk pelaksanaan agar penyerapan anggaran juga maksimal. Tiga kontraktor itu belum ada yang sampai 1 kilometer. ”Ada kendala pelaksanaan proyek itu. Misalnya ada warga yang menyetop pekerjaan karena (masalah) lahan,” jelasnya.


Pihaknya menjelaskan, tahun ini pemasangan sheet pile di sepanjang Sungai Kamoning harus selesai. Sebab, sebelum pengerukan tebing, sungai harus diperkuat terlebih dahulu. ”Pengerukan normalisasi sungai nanti pada 2019. Sekarang fokus pembangunan penguatan tebing,” ujarnya.

Baca Juga :  Petani Garam Geruduk Dinas PUPR

Pihaknya berharap kontraktor memaksimalkan pekerjaannya. Dengan demikian, pembangunan yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan banjir tercapai. ”Sheet pile yang sudah terpasang itu belum ada satu kilometer panjangnya. Jadi harus dipercepat,” tambahnya.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, berharap hasil pengerjaan bagus dan sesuai dengan RAB. Dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau langsung untuk melihat sejauh mana prospek pengerjaan proyek itu. ”Jika pencapaiannya masih delapan persen tentu itu masih sangat minim. Harus lebih digenjot lagi,” paparnya.

Dia mengungkapkan, masyarakat Sampang, khususnya wilayah kota yang terdampak banjir memiliki harapan besar agar proyek itu segera selesai. Sehingga, semakin cepat pekerjaannya maka semakin baik. ”Supaya masyarakat bisa segera menikmati hasil proyek ratusan miliar itu,” katanya.

Baca Juga :  Pemasangan Sheet Pile Lanjut

Total anggaran normalisasi dan penguatan tebing Sungai Kamoning Rp 365,3 miliar dari APBN. Jenis pekerjaan menjadi dua paket sejak 2017 hingga 2019 akhir. Paket pekerjaan I Rp 205,4 miliar untuk pembangunan pengendali banjir, normalisasi, dan penguatan tebing Sungai Kamoning sepanjang 4,8 kilometer.

Rinciannya, 2017 sebesar Rp 3,4 miliar, 2018 senilai Rp 43 miliar, dan Rp 159 miliar untuk 2019. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Adhi Karya Persero. Sedangkan paket kedua sebesar Rp 159,9 miliar untuk pembangunan pengendali banjir Sungai Kamoning berupa normalisasi dan penguatan tebing sepanjang 4,2 kilometer.

Rinciannya, Rp 4,9 miliar 2017, Rp 30 miliar 2018, dan 2019 sebesar Rp 125 miliar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Rudi Jaya dan PT Jati Wangi, KSO.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/