alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

322 Warga Sampang Derita Kusta

SAMPANG – Kasus kusta di Kabupaten Sampang masih tinggi. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menyebutkan, pada 2017, warga yang menderita penyakit ini 329 orang. Tahun lalu menurun menjadi 322 orang. Kondisi tersebut mengakibatkan Sampang berada di urutan ketiga dengan jumlah warga penderita kusta tertinggi di Jawa Timur.

Plt Kepala Dinkes Sampang Asrul Sani mengatakan, tingginya kasus kusta kerena perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih tergolong rendah. Selain itu, penularan penyakit tersebut cukup cepat. Sementara penanganan dan pengobatan butuh waktu lama.

”Selama dua tahun terakhir angka kusta menurun tujuh orang. Mereka sudah dinyatakan sembuh dari penyakit itu. Kami terus berupaya maksimal melakukan penanganan,” ucapnya kemarin (30/1).

Ratusan penderita kusta itu tersebar di seluruh kecamatan. Secara umum, warga yang menderita penyakit tersebut berusia lebih dari 10 tahun. Pihaknya sudah berupaya maksimal menekan penyebaran penyakit itu. Yakni, dengan melakukan penanganan, memberikan pengobatan kepada pasien, dan pencegahan dini penyebaran kusta.

Upaya pencegahan dini dilakukan dengan memberikan kemoprofilaksis rifampisin kepada keluarga pasien. Tujuannya, memutus mata rantai penularan penyakit tersebut. Dinkes aktif menyosialisasikan pencegahan kusta kepada masyarakat langsung dan melalui lembaga pendidikan.

Terutama, di wilayah dengan jumlah penderita kusta terbanyak. Anak-anak yang tinggal di lokasi kusta diidentifikasi sejak dini supaya aman dan tidak tertular. Sejumlah gejala kusta ialah muncul lesi pusat seperti panu di kulit dan semakin lama semakin menebal.

Baca Juga :  Raih Prestasi dengan Inovasi

Kemudian, muncul luka tapi tidak terasa sakit, mati rasa, serta pembesaran saraf di siku dan lutut. Selain itu, tahan terhadap perubahan suhu dan kelemahan otot tangan dan kaki yang sampai menyebabkan kelumpuhan baik sensasi terhadap perubahan.

Asrul mengimbau warga agar rutin memeriksakan kesehatan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Jika terdapat tanda-tanda kusta, bisa segera dilakukan pengobatan agar tidak bertambah parah. Pihaknya sudah memerintahkan puskesmas aktif mengawasi dan mendampingi penderita selama menjalani pengobatan.

Pihaknya bekerja sama dengan Dinkes Jawa Timur, Dinkes Jawa Tengah serta Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP). Kerja sama ini dilakukan dalam memberikan pengobatan dan pendampingan kepada pasien hingga sembuh. Kusta bisa sembuh. Dengan catatan, warga rutin menjalani pengobatan sampai tuntas. Setiap pasien ada petugas yang mendampingi dan memeriksa perkembangan kesehatan.

”Tahun lalu kami membawa 20 pasien kusta untuk menjalani pengobatan dan perawatan luka di rumah sakit kulit di Mojokerto. Semua biaya pengobatan dan biaya hidup selama di rumah sakit ditanggung pemerintah melalui program BPJS Kesehatan,” terangnya.

Asrul berharap keluarga pasien mendukung dan memberikan pendampingan selama pengobatan. Sebab, selama ini banyak pasien kusta yang enggan untuk rutin menkonsumsi obat.

Baca Juga :  PT Garam Utamakan KP1

Sementara Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Zainal Muttaqin mengatakan, selama ini pihaknya menjalankan program konseling dan pemberdayaan terhadap warga mantan penderita kusta.

Program tersebut seperti pemberian bantuan hewan ternak berupa kambing. Bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan taraf perekonomian warga. ”Tahun lalu kami menyalurkan 28 ekor kambing kepada warga. Tapi tahun ini program itu tidak dianggarkan,” terangnya.

Penanganan kasus kusta perlu mendapat dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar. Sebab, penyakit tersebut bisa sembuh jika mendapatkan pengobatan rutin. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinkes terkait upaya penanganan, pencegahan, dan pemberdayaan warga eks kusta.

”Kami ingin warga yang sudah sembuh bisa kembali beraktivitas dan berinterkasi dengan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana meminta agar dinkes bekerja lebih keras menuntaskan kusta atau lepra di Kota Bahari. Dinkes perlu banyak berkoordinasi dengan pemprov dan daerah lain yang berhasil menangani kusta. Pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan penyakit tersebut penting dan perlu diperbanyak.

Masyarakat diharapkan bisa secepatnya mengobati penyakit itu sebelum menimbulkan kecacatan. ”Umumnya penderita kusta melapor ketika penyakitnya sudah parah,” katanya

SAMPANG – Kasus kusta di Kabupaten Sampang masih tinggi. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menyebutkan, pada 2017, warga yang menderita penyakit ini 329 orang. Tahun lalu menurun menjadi 322 orang. Kondisi tersebut mengakibatkan Sampang berada di urutan ketiga dengan jumlah warga penderita kusta tertinggi di Jawa Timur.

Plt Kepala Dinkes Sampang Asrul Sani mengatakan, tingginya kasus kusta kerena perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih tergolong rendah. Selain itu, penularan penyakit tersebut cukup cepat. Sementara penanganan dan pengobatan butuh waktu lama.

”Selama dua tahun terakhir angka kusta menurun tujuh orang. Mereka sudah dinyatakan sembuh dari penyakit itu. Kami terus berupaya maksimal melakukan penanganan,” ucapnya kemarin (30/1).


Ratusan penderita kusta itu tersebar di seluruh kecamatan. Secara umum, warga yang menderita penyakit tersebut berusia lebih dari 10 tahun. Pihaknya sudah berupaya maksimal menekan penyebaran penyakit itu. Yakni, dengan melakukan penanganan, memberikan pengobatan kepada pasien, dan pencegahan dini penyebaran kusta.

Upaya pencegahan dini dilakukan dengan memberikan kemoprofilaksis rifampisin kepada keluarga pasien. Tujuannya, memutus mata rantai penularan penyakit tersebut. Dinkes aktif menyosialisasikan pencegahan kusta kepada masyarakat langsung dan melalui lembaga pendidikan.

Terutama, di wilayah dengan jumlah penderita kusta terbanyak. Anak-anak yang tinggal di lokasi kusta diidentifikasi sejak dini supaya aman dan tidak tertular. Sejumlah gejala kusta ialah muncul lesi pusat seperti panu di kulit dan semakin lama semakin menebal.

Baca Juga :  Proyek Pasar Hewan Rp 1,5 Miliar Disoal

Kemudian, muncul luka tapi tidak terasa sakit, mati rasa, serta pembesaran saraf di siku dan lutut. Selain itu, tahan terhadap perubahan suhu dan kelemahan otot tangan dan kaki yang sampai menyebabkan kelumpuhan baik sensasi terhadap perubahan.

Asrul mengimbau warga agar rutin memeriksakan kesehatan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Jika terdapat tanda-tanda kusta, bisa segera dilakukan pengobatan agar tidak bertambah parah. Pihaknya sudah memerintahkan puskesmas aktif mengawasi dan mendampingi penderita selama menjalani pengobatan.

Pihaknya bekerja sama dengan Dinkes Jawa Timur, Dinkes Jawa Tengah serta Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP). Kerja sama ini dilakukan dalam memberikan pengobatan dan pendampingan kepada pasien hingga sembuh. Kusta bisa sembuh. Dengan catatan, warga rutin menjalani pengobatan sampai tuntas. Setiap pasien ada petugas yang mendampingi dan memeriksa perkembangan kesehatan.

”Tahun lalu kami membawa 20 pasien kusta untuk menjalani pengobatan dan perawatan luka di rumah sakit kulit di Mojokerto. Semua biaya pengobatan dan biaya hidup selama di rumah sakit ditanggung pemerintah melalui program BPJS Kesehatan,” terangnya.

Asrul berharap keluarga pasien mendukung dan memberikan pendampingan selama pengobatan. Sebab, selama ini banyak pasien kusta yang enggan untuk rutin menkonsumsi obat.

Baca Juga :  Satu Kegiatan untuk IKM Genting Gagal Terlaksana

Sementara Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Zainal Muttaqin mengatakan, selama ini pihaknya menjalankan program konseling dan pemberdayaan terhadap warga mantan penderita kusta.

Program tersebut seperti pemberian bantuan hewan ternak berupa kambing. Bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan taraf perekonomian warga. ”Tahun lalu kami menyalurkan 28 ekor kambing kepada warga. Tapi tahun ini program itu tidak dianggarkan,” terangnya.

Penanganan kasus kusta perlu mendapat dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar. Sebab, penyakit tersebut bisa sembuh jika mendapatkan pengobatan rutin. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinkes terkait upaya penanganan, pencegahan, dan pemberdayaan warga eks kusta.

”Kami ingin warga yang sudah sembuh bisa kembali beraktivitas dan berinterkasi dengan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana meminta agar dinkes bekerja lebih keras menuntaskan kusta atau lepra di Kota Bahari. Dinkes perlu banyak berkoordinasi dengan pemprov dan daerah lain yang berhasil menangani kusta. Pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan penyakit tersebut penting dan perlu diperbanyak.

Masyarakat diharapkan bisa secepatnya mengobati penyakit itu sebelum menimbulkan kecacatan. ”Umumnya penderita kusta melapor ketika penyakitnya sudah parah,” katanya

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/