alexametrics
22.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Lima Desa Bentuk BUMDes Bersama

SAMPANG – Upaya menjadikan Sampang sebagai salah satu destinasi wisata di Madura bukan isapan jempol. Semua lini mencoba menggarap sektor ini. Salah satunya yakni badan usaha milik desa (BUMDes).

Saat ini ada lima desa di Kecamatan Sreseh komitmen bekerja sama. Yakni, Desa Marparan, Klobur, Labuhan, Disanah, dan Junok. Kelima desa tersebut bersepakat membentuk BUMDes bersama yang diberi nama Togers. Badan usaha ini yang akan mengelola wisata mangrove.

Kepala DPMD Sampang Abd. Malik Amrullah mengatakan, nama Togers ini diambil dari nama panggilan masing-masing kepala desa di lima desa yang bekerja sama. Yakni, Toni (Junok), Gani (Labuhan), Esiban (Disanah), Romli (Marparan), dan Somad (Klobur). BUMDes Togers ini sekarang masih proses pengurusan badan hukum dan lainnya.

Baca Juga :  Pengunjung Parkir Sembarangan, Jalan Depan Pasar Srimangunan Macet

”Ini BUMDes bersama karena menyangkut banyak desa,” kata Malik saat ditemui di sela-sela rapat koordinasi dengan DPRD Sampang kemarin (29/10). Malik menyebut BUMDes yang dibentuk hanya sebagai pengelola. Sementara sarana dan prasarana bisa ditopang oleh berbagai instansi. Seperti disporabudpar untuk sarana wisata dan dinas PUPR untuk infrastruktur jalan.

Menurut Malik, proses penyusunan desain sudah tuntas. Rencananya pembangunan wisata akan dimulai tahun depan. Dia punya mimpi besar bahwa wisata mangrove ini akan menyedot banyak wisatawan yang berkunjung ke Sampang. ”Kita akan mengalahkan Banyuwangi,” harapnya.

Wisata mangrove ini akan dilengkapi dengan bermacam-macam fasilitas. Ada wisata perahu, wisata mancing, dan kuliner. Tiap desa punya penghasilan makanan khas yang bisa memanjakan lidah wisatawan.

Baca Juga :  Pembangunan Wisata Mangrove Lamban

”Misalnya di Junok, wisatawan bisa menikmati menu ikan bandeng, di Marparan kepiting, dan di Disanah ada menu udang,” imbuhnya.

Soal sumber anggaran pembangunan, pihaknya akan mengupayakan dari banyak sumber. Bisa saja dari dana desa (DD), bisa pula dari APBD kabupaten dan provinsi. Termasuk juga dari APBN. ”Koordinasinya dengan disporabudpar. Kayak wisata Lon Malang dananya dicarikan dari Jakarta (APBN, Red),” tukasnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Upaya menjadikan Sampang sebagai salah satu destinasi wisata di Madura bukan isapan jempol. Semua lini mencoba menggarap sektor ini. Salah satunya yakni badan usaha milik desa (BUMDes).

Saat ini ada lima desa di Kecamatan Sreseh komitmen bekerja sama. Yakni, Desa Marparan, Klobur, Labuhan, Disanah, dan Junok. Kelima desa tersebut bersepakat membentuk BUMDes bersama yang diberi nama Togers. Badan usaha ini yang akan mengelola wisata mangrove.

Kepala DPMD Sampang Abd. Malik Amrullah mengatakan, nama Togers ini diambil dari nama panggilan masing-masing kepala desa di lima desa yang bekerja sama. Yakni, Toni (Junok), Gani (Labuhan), Esiban (Disanah), Romli (Marparan), dan Somad (Klobur). BUMDes Togers ini sekarang masih proses pengurusan badan hukum dan lainnya.

Baca Juga :  Santai di Awal, Serapan Anggaran 5 OPD Memprihatinkan

”Ini BUMDes bersama karena menyangkut banyak desa,” kata Malik saat ditemui di sela-sela rapat koordinasi dengan DPRD Sampang kemarin (29/10). Malik menyebut BUMDes yang dibentuk hanya sebagai pengelola. Sementara sarana dan prasarana bisa ditopang oleh berbagai instansi. Seperti disporabudpar untuk sarana wisata dan dinas PUPR untuk infrastruktur jalan.

Menurut Malik, proses penyusunan desain sudah tuntas. Rencananya pembangunan wisata akan dimulai tahun depan. Dia punya mimpi besar bahwa wisata mangrove ini akan menyedot banyak wisatawan yang berkunjung ke Sampang. ”Kita akan mengalahkan Banyuwangi,” harapnya.

Wisata mangrove ini akan dilengkapi dengan bermacam-macam fasilitas. Ada wisata perahu, wisata mancing, dan kuliner. Tiap desa punya penghasilan makanan khas yang bisa memanjakan lidah wisatawan.

Baca Juga :  Pj Bupati Ajak Jaga Kekompakan dan Kondusivitas

”Misalnya di Junok, wisatawan bisa menikmati menu ikan bandeng, di Marparan kepiting, dan di Disanah ada menu udang,” imbuhnya.

Soal sumber anggaran pembangunan, pihaknya akan mengupayakan dari banyak sumber. Bisa saja dari dana desa (DD), bisa pula dari APBD kabupaten dan provinsi. Termasuk juga dari APBN. ”Koordinasinya dengan disporabudpar. Kayak wisata Lon Malang dananya dicarikan dari Jakarta (APBN, Red),” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/