alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pelamar CPNS Jangan Percaya Calo

SAMPANG – Pelaksanaan ujian bagi pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos seleksi administrasi akan digelar mulai 31 Oktober hingga 3 November. Meski semua proses menggunakan sistem online, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang mengingatkan bagi semua pendaftar agar mengantisipasi adanya calo.

Di Kota Bahari, kuota formasi CPNS yang tersedia 285 orang. Perinciannya 203 orang untuk honorer K-2, 3 orang untuk cum laude, 1 orang disabilitas, dan sisanya untuk jalur umum. Sementara pelamar mencapai 1.605 orang. Paling banyak formasi honorer K-2 guru.

Sesuai surat pengumuman panitia seleksi penerimaan CPNS nomor 810/09/PANSEL/X/2018, peserta yang lulus seleksi administrasi selanjutnya dapat mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD). Pelaksanaannya menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Lokasi ujian bertempat di gedung SMKN 1, Jalan Suhadak Nomor 11 A Sampang.

Baca Juga :  SMPN 1 Sampang Gelar MPLS-Halalbihalal

Kabid Informasi dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Sampang Suyono mengatakan, semua persiapan SKD CPNS sudah siap. Per hari ada 400 orang mengikuti SKD. ”Ada empat kali sesi dalam sehari. Satu sesi ada seratus orang. Semua fasilitas sudah lengkap. seperti komputer dan lain sebagainya,” kata dia Senin (29/10).

Demi mengantisipasi adanya kendala, pihaknya juga bekerja sama dengan PLN dan Telkom untuk jaringan. Sementara waktu masing-masing sesi 90 menit. BKPSDM menyarankan peserta SKD supaya belajar lebih giat. Juga jangan sampai percaya kepada calo.

”Jika ada yang menjanjikan lulus dan akan dibantu, jangan percaya. Karena semuanya sistem online,” imbaunya.

Kalau sudah percaya ke calo, kata Suyono, peserta tidak akan belajar. Padahal kelulusan bergantung pada hasil ujian peserta sendiri. ”Jumlah soal ada seratus. Ketika diklik selesai, nilainya sudah langsung ada. Jadi langsung terkirim ke pansel (panitia seleksi) seperti tahun 2014 lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Banyak Formasi CPNS Kosong

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin meminta kepada pihak terkait supaya benar-benar transparan ketika SKD berlangsung. Sementara peserta yang tidak lulus seleksi diharapkan untuk bersabar. Sebab, formasi di Sampang tahun ini sangat minim.

”Kebutuhan PNS di Sampang banyak. formasi saat ini masih sangat kurang,” ujarnya.

Politikus muda asal Kecamatan Sokobanah itu berharap supaya peserta yang akan mengikuti SKD betul-betul mempersiapkan diri agar mudah menjawab ketika ujian berlangsung. ”Kejadian-kejadian seperti tahun ini kami minta supaya tidak terjadi lagi. Kepada teman-teman yang sudah lolos seleksi jangan mudah percaya calo. BKPSDM jangan tinggal diam, harus disosialisasikan supaya tidak ada korban,” desaknya. 

SAMPANG – Pelaksanaan ujian bagi pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos seleksi administrasi akan digelar mulai 31 Oktober hingga 3 November. Meski semua proses menggunakan sistem online, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang mengingatkan bagi semua pendaftar agar mengantisipasi adanya calo.

Di Kota Bahari, kuota formasi CPNS yang tersedia 285 orang. Perinciannya 203 orang untuk honorer K-2, 3 orang untuk cum laude, 1 orang disabilitas, dan sisanya untuk jalur umum. Sementara pelamar mencapai 1.605 orang. Paling banyak formasi honorer K-2 guru.

Sesuai surat pengumuman panitia seleksi penerimaan CPNS nomor 810/09/PANSEL/X/2018, peserta yang lulus seleksi administrasi selanjutnya dapat mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD). Pelaksanaannya menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Lokasi ujian bertempat di gedung SMKN 1, Jalan Suhadak Nomor 11 A Sampang.

Baca Juga :  CPNS Wajib Magang Satu Bulan

Kabid Informasi dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Sampang Suyono mengatakan, semua persiapan SKD CPNS sudah siap. Per hari ada 400 orang mengikuti SKD. ”Ada empat kali sesi dalam sehari. Satu sesi ada seratus orang. Semua fasilitas sudah lengkap. seperti komputer dan lain sebagainya,” kata dia Senin (29/10).

Demi mengantisipasi adanya kendala, pihaknya juga bekerja sama dengan PLN dan Telkom untuk jaringan. Sementara waktu masing-masing sesi 90 menit. BKPSDM menyarankan peserta SKD supaya belajar lebih giat. Juga jangan sampai percaya kepada calo.

”Jika ada yang menjanjikan lulus dan akan dibantu, jangan percaya. Karena semuanya sistem online,” imbaunya.

Kalau sudah percaya ke calo, kata Suyono, peserta tidak akan belajar. Padahal kelulusan bergantung pada hasil ujian peserta sendiri. ”Jumlah soal ada seratus. Ketika diklik selesai, nilainya sudah langsung ada. Jadi langsung terkirim ke pansel (panitia seleksi) seperti tahun 2014 lalu,” jelasnya.

Baca Juga :  Hindari Calo, Satpas Polres Pamekasan Terapkan One Gate System

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin meminta kepada pihak terkait supaya benar-benar transparan ketika SKD berlangsung. Sementara peserta yang tidak lulus seleksi diharapkan untuk bersabar. Sebab, formasi di Sampang tahun ini sangat minim.

”Kebutuhan PNS di Sampang banyak. formasi saat ini masih sangat kurang,” ujarnya.

Politikus muda asal Kecamatan Sokobanah itu berharap supaya peserta yang akan mengikuti SKD betul-betul mempersiapkan diri agar mudah menjawab ketika ujian berlangsung. ”Kejadian-kejadian seperti tahun ini kami minta supaya tidak terjadi lagi. Kepada teman-teman yang sudah lolos seleksi jangan mudah percaya calo. BKPSDM jangan tinggal diam, harus disosialisasikan supaya tidak ada korban,” desaknya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/