alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Korban Lakalantas Januari hingga Agustus Puluhan Pengendara Tewas

SAMPANG – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kota Sampang masih tinggi. Korban tewas sejak Januari hingga Agustus ini sudah tembus 51 orang.

            Kanit Lakalantas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengutarakan, kecelakaan tersebut mayoritas terjadi di jalur tengkorak. Di Kota Salak, ada dua jalur terngkorak. Yakni jalan raya Kecamatan Camplong dan Jrengik.

”Delapan bulan sudah ada 51 orang meninggal akibat kecelakaan di jalan raya,” terangnya kemarin (29/8).

Jalur tengkorak yang lebih sering memakan korban yaitu di wilayah Jrengik. ”Kalau di situ sudah terlibat kecelakaan kebanyakan meninggal di TKP (tempat kejadian perkara),” katannya.

Pihaknya mengaku sudah memasang papan peringatan dan pemberitahuan supaya pengendara mengurangi kecepatan di jalur terngkorak. Timnya juga berpatroli di wilayah rawan kecelakaan tersebut.

Baca Juga :  Harga Tembakau Tak Memuaskan Petani

Tak hanya itu, jalur tengkorak di sepanjang jalan Kecamatan Jrengik tersebut salah satu pemicunya adalah jalan bergelombang. Lampu penerang jalan kurang sehingga pada malam hari gelap.

”Pengguna jalan cenderung tidak mengurangi kecepatan saat melintas di dua jalur tengkorak itu, karena lurus,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan supaya memperhatikan keselamatan. Menggunakan kelengkapan keamanan dan tidak boleh kebut-kebutan.

”Kurangi kecepatan saat melintas di jalan bergelombang, jangan biasakan menyalip di markah jalan yang tidak putus, karena itu berbahaya,” imbaunya.

- Advertisement -

SAMPANG – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kota Sampang masih tinggi. Korban tewas sejak Januari hingga Agustus ini sudah tembus 51 orang.

            Kanit Lakalantas Polres Sampang Ipda Puji Eko Waluyo mengutarakan, kecelakaan tersebut mayoritas terjadi di jalur tengkorak. Di Kota Salak, ada dua jalur terngkorak. Yakni jalan raya Kecamatan Camplong dan Jrengik.

”Delapan bulan sudah ada 51 orang meninggal akibat kecelakaan di jalan raya,” terangnya kemarin (29/8).


Jalur tengkorak yang lebih sering memakan korban yaitu di wilayah Jrengik. ”Kalau di situ sudah terlibat kecelakaan kebanyakan meninggal di TKP (tempat kejadian perkara),” katannya.

Pihaknya mengaku sudah memasang papan peringatan dan pemberitahuan supaya pengendara mengurangi kecepatan di jalur terngkorak. Timnya juga berpatroli di wilayah rawan kecelakaan tersebut.

Baca Juga :  Rp 8,8 M untuk Penambahan RKB SD 2018

Tak hanya itu, jalur tengkorak di sepanjang jalan Kecamatan Jrengik tersebut salah satu pemicunya adalah jalan bergelombang. Lampu penerang jalan kurang sehingga pada malam hari gelap.

”Pengguna jalan cenderung tidak mengurangi kecepatan saat melintas di dua jalur tengkorak itu, karena lurus,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan supaya memperhatikan keselamatan. Menggunakan kelengkapan keamanan dan tidak boleh kebut-kebutan.

”Kurangi kecepatan saat melintas di jalan bergelombang, jangan biasakan menyalip di markah jalan yang tidak putus, karena itu berbahaya,” imbaunya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/