alexametrics
19.7 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Pemeliharaan PJU Rp 1 Miliar Lebih

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang mengalokasikan anggaran Rp 1.040.799.400 untuk program pemeliharaan PJU 2018. Anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja pegawai Rp 50.590.000, belanja barang dan jasa Rp 940.209.400, dan belanja modal Rp 50.000.000.

Namun, anggaran yang cukup besar itu tidak ditopang dengan kinerja yang maksimal. Banyak PJU rusak yang luput dari perhatian pemkab. PJU di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sampang misalnya. Lampu PJU di lokasi tersebut pecah dan tak kunjung diperbaiki hingga Minggu (29/7).

Kondisi tersebut mendapat kritik dari Komisi I DPRD Sampang. Wakil raykat menilai jika anggaran pemeliharaan PJU yang disediakan dishub terlalu besar dan cenderung tidak bisa terserap 100 persen.

Penilaian itu bukan tanpa alasan. Sebab pada 2016 dan 2017, anggaran untuk program tersebut tersisa sekitar Rp 400 juta dari total anggaran Rp 900 juta. Apalagi selama ini program pemeliharaan PJU dianggap tidak maksimal.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin mengatakan, seharusnya anggaran yang akan dialokasikan untuk program tersebut disesuaikan dengan realisasi atau serapan anggaran pada tahun sebelumnya. Tujuannya, agar program itu tidak terkesan hanya pemborosan anggaran.

Baca Juga :  Ingin Imun Anak Kuat dan Tidak Gampang Sakit? Minum Jamu Ini

Dikatakan, biaya yang digunakan untuk pemeliharaan PJU di daerah bersifat relatif, tepat guna, dan bergantung terhadap tingkat perbaikan kerusakan PJU tidak terduga. Akan tetapi, anggaran yang ada harus direalisasikan dengan baik dan sebagaimana mestinya.

”Dishub jangan hanya bisa menganggarkan. Tapi, harus bekerja keras dalam merealisasikan program yang sudah direncanakan,” ucapnya kemarin.

Menurut dia, selama ini program pemeliharaan PJU belum maksimal. Terutama PJU yang berada di wilayah pantura. Dishub kurang tanggap untuk segera memperbaiki PJU rusak. Banyak PJU yang terpasang di beberapa lokasi dibiarkan mati hingga berbulan-bulan.

Misalkan, PJU di Kecamatan Kedungdung, Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah. Padahal PJU di lokasi tersebut terpasang di jalan kabupaten dan poros desa.

Politikus Hanura itu meminta agar program tersebut berjalan maksimal dan sesuai dengan target perencanaan. ”Pemeliharaan PJU harus intensif dan maksimal supaya sarana prasarana jalan itu tidak mudah rusak,” harapnya.

Kasi Teknik Sarana dan Prasarana (TSP) Jalan Dishub Sampang Syahroni menyampaikan, anggaran tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan. Yakni, untuk pemeliharaan semua PJU di Kota Bahari. Mulai PJU yang terpasang di jalan raya hingga poros desa.

Baca Juga :  Realiasasi Program PHBS Tak Maksimal

Pihaknya membantah jika anggaran program tersebut dinilai terlalu besar. Menurut dia, jika dana yang dialokasikan lebih kecil dari tahun sebelumnya, khawatir akan mengalami defisit. Oleh karena itu, anggaran pemeliharaan PJU tahun ini dinaikkan.

”Anggaran tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sebab, pemkab mendapatkan penambahan PJU dari Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sebanyak 214 paket. Terpasang di Jalan Rajawali, Jalan Pangarengan, dan jalan raya Sampang–Omben,” ujarnya.

Pihaknya mengklaim selama ini program pemeliharaan PJU berjalan maksimal. Semua PJU rusak dan mati sudah diperbaiki. Mulai dari perbaikan setrum dan penggantian bola lampu. Pihaknya berharap agar masyarakat ikut menjaga PJU. Jika ada PJU rusak, segera laporkan kepada petugas.

”Untuk PJU di Jalan KH Wahid Hasyim akan diganti dengan lampu light-emitting diode  (LED). Pemasangan akan dilakukan,” janjinya. 

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang mengalokasikan anggaran Rp 1.040.799.400 untuk program pemeliharaan PJU 2018. Anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja pegawai Rp 50.590.000, belanja barang dan jasa Rp 940.209.400, dan belanja modal Rp 50.000.000.

Namun, anggaran yang cukup besar itu tidak ditopang dengan kinerja yang maksimal. Banyak PJU rusak yang luput dari perhatian pemkab. PJU di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sampang misalnya. Lampu PJU di lokasi tersebut pecah dan tak kunjung diperbaiki hingga Minggu (29/7).

Kondisi tersebut mendapat kritik dari Komisi I DPRD Sampang. Wakil raykat menilai jika anggaran pemeliharaan PJU yang disediakan dishub terlalu besar dan cenderung tidak bisa terserap 100 persen.


Penilaian itu bukan tanpa alasan. Sebab pada 2016 dan 2017, anggaran untuk program tersebut tersisa sekitar Rp 400 juta dari total anggaran Rp 900 juta. Apalagi selama ini program pemeliharaan PJU dianggap tidak maksimal.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin mengatakan, seharusnya anggaran yang akan dialokasikan untuk program tersebut disesuaikan dengan realisasi atau serapan anggaran pada tahun sebelumnya. Tujuannya, agar program itu tidak terkesan hanya pemborosan anggaran.

Baca Juga :  Realiasasi Program PHBS Tak Maksimal

Dikatakan, biaya yang digunakan untuk pemeliharaan PJU di daerah bersifat relatif, tepat guna, dan bergantung terhadap tingkat perbaikan kerusakan PJU tidak terduga. Akan tetapi, anggaran yang ada harus direalisasikan dengan baik dan sebagaimana mestinya.

”Dishub jangan hanya bisa menganggarkan. Tapi, harus bekerja keras dalam merealisasikan program yang sudah direncanakan,” ucapnya kemarin.

Menurut dia, selama ini program pemeliharaan PJU belum maksimal. Terutama PJU yang berada di wilayah pantura. Dishub kurang tanggap untuk segera memperbaiki PJU rusak. Banyak PJU yang terpasang di beberapa lokasi dibiarkan mati hingga berbulan-bulan.

Misalkan, PJU di Kecamatan Kedungdung, Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah. Padahal PJU di lokasi tersebut terpasang di jalan kabupaten dan poros desa.

Politikus Hanura itu meminta agar program tersebut berjalan maksimal dan sesuai dengan target perencanaan. ”Pemeliharaan PJU harus intensif dan maksimal supaya sarana prasarana jalan itu tidak mudah rusak,” harapnya.

Kasi Teknik Sarana dan Prasarana (TSP) Jalan Dishub Sampang Syahroni menyampaikan, anggaran tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan. Yakni, untuk pemeliharaan semua PJU di Kota Bahari. Mulai PJU yang terpasang di jalan raya hingga poros desa.

Baca Juga :  Sampang Peringkat Dua Tingkat Jatim

Pihaknya membantah jika anggaran program tersebut dinilai terlalu besar. Menurut dia, jika dana yang dialokasikan lebih kecil dari tahun sebelumnya, khawatir akan mengalami defisit. Oleh karena itu, anggaran pemeliharaan PJU tahun ini dinaikkan.

”Anggaran tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sebab, pemkab mendapatkan penambahan PJU dari Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sebanyak 214 paket. Terpasang di Jalan Rajawali, Jalan Pangarengan, dan jalan raya Sampang–Omben,” ujarnya.

Pihaknya mengklaim selama ini program pemeliharaan PJU berjalan maksimal. Semua PJU rusak dan mati sudah diperbaiki. Mulai dari perbaikan setrum dan penggantian bola lampu. Pihaknya berharap agar masyarakat ikut menjaga PJU. Jika ada PJU rusak, segera laporkan kepada petugas.

”Untuk PJU di Jalan KH Wahid Hasyim akan diganti dengan lampu light-emitting diode  (LED). Pemasangan akan dilakukan,” janjinya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/