alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Kejaksaan Rahasiakan Jumlah Saksi

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Perkara dugaan penyelewengan bantuan langsung tunai dana dana (BLT DD) Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, terus berjalan. Pemeriksaan kepada saksi terus dilakukan Kejari Sampang.

Salah seorang warga Desa Gunung Rancak penerima bantuan itu menyampaikan, dalam kurun waktu 2020–2021 hanya menerima bantuan satu kali. Pada 2020 lalu menerima bantuan Rp 300 ribu. Sementara 2021 tidak pernah menerima bantuan lagi.

”Tadi saya diperiksa di kejaksaan dan saya sampaikan saja apa adanya. Saya hanya menerima Rp 300 ribu di 2020,” jelas pria itu.

Keterangan lain disampaikan seorang perempuan yang juga diperiksa kejaksaan. Warga Desa Gunung Rancak itu mengaku, selama 2020–2021 menerima bantuan tiga kali. Bantuan diterima sekali pada 2020 sebesar Rp 600 ribu dan dua kali pada 2021 sebesar Rp 300 ribu setiap kali pencairan.

Baca Juga :  Pemdes Sokobanah Laok Tuntaskan Penyaluran BLT DD

Namun, perempuan berhijab ini mengaku lupa detail waktu penerimaan bantuan. ”Saya terima bantuan tiga kali, sekali pada 2020 dan dua kali di 2021,” jelas perempuan berkerudung itu.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sampang Achmad Wahyudi mengatakan, upaya untuk mendapatkan keterangan dari para pihak terkait sedang dilakukan instansinya. Termasuk dari unsur penerima. Lebih 20 orang diundang untuk dimintai keterangan kemarin (29/6). Namun, banyak yang berhalangan.

”Jumlah total orang yang sudah dimintai keterangan berapa, nanti dulu ya. Ini untuk internal kami demi mempercepat proses penanganan,” singkatnya. Jawa Pos Radar Madura (JPRM) juga tidak diperkenankan mengambil gambar antrean dari warga yang hendak menjalani pemeriksaan. (jun/luq)

Baca Juga :  Aksi Damai Dukung Polisi Proses Kematian Guru Budi

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Perkara dugaan penyelewengan bantuan langsung tunai dana dana (BLT DD) Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, terus berjalan. Pemeriksaan kepada saksi terus dilakukan Kejari Sampang.

Salah seorang warga Desa Gunung Rancak penerima bantuan itu menyampaikan, dalam kurun waktu 2020–2021 hanya menerima bantuan satu kali. Pada 2020 lalu menerima bantuan Rp 300 ribu. Sementara 2021 tidak pernah menerima bantuan lagi.

”Tadi saya diperiksa di kejaksaan dan saya sampaikan saja apa adanya. Saya hanya menerima Rp 300 ribu di 2020,” jelas pria itu.


Keterangan lain disampaikan seorang perempuan yang juga diperiksa kejaksaan. Warga Desa Gunung Rancak itu mengaku, selama 2020–2021 menerima bantuan tiga kali. Bantuan diterima sekali pada 2020 sebesar Rp 600 ribu dan dua kali pada 2021 sebesar Rp 300 ribu setiap kali pencairan.

Baca Juga :  Warning Perusahaan Penuhi CSR

Namun, perempuan berhijab ini mengaku lupa detail waktu penerimaan bantuan. ”Saya terima bantuan tiga kali, sekali pada 2020 dan dua kali di 2021,” jelas perempuan berkerudung itu.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sampang Achmad Wahyudi mengatakan, upaya untuk mendapatkan keterangan dari para pihak terkait sedang dilakukan instansinya. Termasuk dari unsur penerima. Lebih 20 orang diundang untuk dimintai keterangan kemarin (29/6). Namun, banyak yang berhalangan.

”Jumlah total orang yang sudah dimintai keterangan berapa, nanti dulu ya. Ini untuk internal kami demi mempercepat proses penanganan,” singkatnya. Jawa Pos Radar Madura (JPRM) juga tidak diperkenankan mengambil gambar antrean dari warga yang hendak menjalani pemeriksaan. (jun/luq)

Baca Juga :  Alasan Pilkades, KUPP Alihkan Aktivitas Pelabuhan Branta
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/