alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Tagihan Listrik Taman Kota Sampang Bengkak

SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang kelimpungan mengetahui tagihan listrik di sejumlah taman kota yang membengkak. Ditengarai, tagihan naik karena banyak sambungan listrik liar oknum pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar area taman. PKL diduga menyantol aliran listrik dari lampu hias di taman.

Kabid Konservasi Rehabilitasi Lingkungan dan Pertamanan DLH Sampang Imam Irawan menyampaikan, tagihan listrik di setiap taman kota berbeda. Sesuai dengan luas taman dan lampu yang digunakan. Semakin banyak lampu hias yang terpasang, tagihan listrik lebih tinggi. Dikalkulasi, tagihan listrik dari lima taman kota sekitar Rp 200 juta per tahun.

Akan tetapi, yang terjadi sejak Januari–Juni 2018, tagihan listrik taman kota mencapai Rp 150 juta. Rata-rata tagiahan listrik di setiap taman Rp 3 juta per bulan. Pembayaran dilakukan setiap tahun. ”Tapi, baru enam bulan berjalan tagihan listrik sudah tinggi,” ungkap Irawan, Jumat (29/6).

Dari lima taman kota, yakni Taman Pemkab, Taman Wijaya Kusuma, Taman Wiyata Bahari, Taman SMKN 2 Sampang, dan Taman Monumen Trunojoyo, paling tinggi tagihan listrik di Taman Monumen Trunojoyo. Padahal, lampu penerangan dan lampu hias yang terpasang di taman tersebut lebih sedikit daripada empat taman yang lain.

Baca Juga :  Dua Formasi CPNS tanpa Pendaftar

”Tagihan listrik Taman Monumen Trunojoyo Rp 5 juta per bulan. Padahal, taman yang paling banyak lampu hiasnya Taman Pemkab dan Taman Wijaya Kusuma. Tapi, di dua taman itu tagihan listriknya tetap Rp 3 juta per bulan,” katanya.

Irawan mengungkapkan, membengkaknya tagihan listrik di Taman Monumen Trunojoyo diduga banyak pencurian atau sambungan liar oleh PKL yang berjualan di sekitar taman. Itu berdasar hasil pantauan DLH ke seluruh taman kota. DLH telah menertibkan sepuluh kabel sambungan listrik liar yang menuju ke lapak PKL.

”Sambungan liar nyantol dari aliran listrik fasilitas umum (fasum) taman. Ada juga yang menyambung dari lampu hias. Sudah kami tertibkan,” tegasnya. Dia menegaskan, pemasangan listrik liar tersebut tanpa pemberitahuan dan melanggar aturan. DLH mengimbau kepada para PKL yang berjualan di sekitar taman untuk tidak menyambungkan listrik dari fasum dan lampu hias taman.

Baca Juga :  Waspadai Pungli Pemasangan kWh Meter

Ke depan, lanjut Irawan, DLH akan lebih instensif mengawasi penggunaan listrik di seluruh taman kota. Tujuannya, agar tidak ada pencurian listrik oleh oknum tak bertanggung jawab. Jika diketahui, oknum yang mencuri listrik di taman akan dilaporkan kepada pihak berwajib. ”Kami harap tidak ada PKL yang mencuri listrik di taman kota. Jika PKL butuh penerangan, sebaiknya menggunakan diesel,” sarannya.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton meminta DLH mengevaluasi kinerja seluruh perangkat yang membidangi pertamanan. Politikus Gerindra itu mencurigai ada oknum DLH yang bermain atau sengaja memperjualbelikan listrik di taman kepada PKL.

”Pengawasan di internal juga perlu dilakukan. Jangan-jangan ada oknum DLH yang menarik pembayaran listrik kepada PKL,” tudingnya.

SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang kelimpungan mengetahui tagihan listrik di sejumlah taman kota yang membengkak. Ditengarai, tagihan naik karena banyak sambungan listrik liar oknum pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar area taman. PKL diduga menyantol aliran listrik dari lampu hias di taman.

Kabid Konservasi Rehabilitasi Lingkungan dan Pertamanan DLH Sampang Imam Irawan menyampaikan, tagihan listrik di setiap taman kota berbeda. Sesuai dengan luas taman dan lampu yang digunakan. Semakin banyak lampu hias yang terpasang, tagihan listrik lebih tinggi. Dikalkulasi, tagihan listrik dari lima taman kota sekitar Rp 200 juta per tahun.

Akan tetapi, yang terjadi sejak Januari–Juni 2018, tagihan listrik taman kota mencapai Rp 150 juta. Rata-rata tagiahan listrik di setiap taman Rp 3 juta per bulan. Pembayaran dilakukan setiap tahun. ”Tapi, baru enam bulan berjalan tagihan listrik sudah tinggi,” ungkap Irawan, Jumat (29/6).


Dari lima taman kota, yakni Taman Pemkab, Taman Wijaya Kusuma, Taman Wiyata Bahari, Taman SMKN 2 Sampang, dan Taman Monumen Trunojoyo, paling tinggi tagihan listrik di Taman Monumen Trunojoyo. Padahal, lampu penerangan dan lampu hias yang terpasang di taman tersebut lebih sedikit daripada empat taman yang lain.

Baca Juga :  Ratusan ASN Terima SK PPPK dari Gubernur Jatim

”Tagihan listrik Taman Monumen Trunojoyo Rp 5 juta per bulan. Padahal, taman yang paling banyak lampu hiasnya Taman Pemkab dan Taman Wijaya Kusuma. Tapi, di dua taman itu tagihan listriknya tetap Rp 3 juta per bulan,” katanya.

Irawan mengungkapkan, membengkaknya tagihan listrik di Taman Monumen Trunojoyo diduga banyak pencurian atau sambungan liar oleh PKL yang berjualan di sekitar taman. Itu berdasar hasil pantauan DLH ke seluruh taman kota. DLH telah menertibkan sepuluh kabel sambungan listrik liar yang menuju ke lapak PKL.

”Sambungan liar nyantol dari aliran listrik fasilitas umum (fasum) taman. Ada juga yang menyambung dari lampu hias. Sudah kami tertibkan,” tegasnya. Dia menegaskan, pemasangan listrik liar tersebut tanpa pemberitahuan dan melanggar aturan. DLH mengimbau kepada para PKL yang berjualan di sekitar taman untuk tidak menyambungkan listrik dari fasum dan lampu hias taman.

Baca Juga :  Pelabuhan Dangkal, Perahu Sulit Bersandar

Ke depan, lanjut Irawan, DLH akan lebih instensif mengawasi penggunaan listrik di seluruh taman kota. Tujuannya, agar tidak ada pencurian listrik oleh oknum tak bertanggung jawab. Jika diketahui, oknum yang mencuri listrik di taman akan dilaporkan kepada pihak berwajib. ”Kami harap tidak ada PKL yang mencuri listrik di taman kota. Jika PKL butuh penerangan, sebaiknya menggunakan diesel,” sarannya.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton meminta DLH mengevaluasi kinerja seluruh perangkat yang membidangi pertamanan. Politikus Gerindra itu mencurigai ada oknum DLH yang bermain atau sengaja memperjualbelikan listrik di taman kepada PKL.

”Pengawasan di internal juga perlu dilakukan. Jangan-jangan ada oknum DLH yang menarik pembayaran listrik kepada PKL,” tudingnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/