alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

PPDB 2018, Banyak SMA Negeri Kekurangan Siswa Baru

SAMPANG – Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 SMA/SMK di Sampang diumumkan Jumat (29/6). Baik pendaftaran reguler (online) maupun jalur prestasi dan mitra warga (offline). Calon peserta didik baru bisa mengakses informasi hasil PPDB di laman ppdbjatim atau bisa datang ke sekolah tempat mendaftar.

Data di Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Wilayah Sampang menyebutkan, PPDB SMA dibagi enam zonasi. Zona pertama meliputi Kecamatan Sampang, Camplong, dan Pangarengan. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Sampang, SMAN 2 Sampang, SMAN 3 Sampang, dan SMAN 4 Sampang.

Zona dua Kecamatan Kedungdung dan Robatal. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Kedungdung. Zona tiga meliputi Kecamatan Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah. Pendaftaran di SMAN 1 Ketapang dan SMAN 1 Banyuates.

Zona empat di Kecamatan Sreseh. Sekolah yang dituju SMAN 1 Sreseh. Zona lima Kecamatan Jrengik, Torjun, dan Tambelangan. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Torjun. Zona enam di Kecamatan Karang Penang dan Omben. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Omben.

Sedangkan PPDB SMK tidak diberlakukan sistem zonasi. Calon peserta didik baru bebas masuk SMK di mana saja sesuai minat kejuruan.

Pendaftaran PPDB online dibuka 25–28 Juni. Pengumuman hasil PPDB 29 Juni. Setiap sekolah mendapatkan pagu peserta didik baru dengan jumlah berbeda. Dan jumlah siswa tidak boleh lebih dari 36 orang per kelas. Dari sepuluh SMA negeri dan enam SMK negeri di Sampang, banyak yang masih kekurangan siswa baru. Jumlah peserta didik baru tidak memenuhi batas maksimal rombongan belajar (rombel) yang ditentukan.

Baca Juga :  Sistem Zonasi demi Keadilan dan Pemerataan

Yang kekurangan siswa baru di antaranya, SMAN 1 Kedungdung dengan pagu 180 siswa. Tapi, yang mendaftar dan diterima 63 siswa. SMAN 1 Banyuates dari pagu 108 siswa hanya ada 53 siswa baru. SMAN 1 Omben memiliki pagu 72 siswa baru, yang mendaftar 52 orang. Di SMAN 1 Torjun, dari jatah 324 siswa yang mendaftar 208 siswa. Yang paling parah SMAN 4 Sampang, dari pagu 72 siswa yang mendaftar hanya 10 orang.

Hal serupa terjadi pada pendaftaran melalui jalur prestasi dan mitra warga. Sejumlah SMA dan SMK di Sampang tidak banyak menerima siswa berprestasi. Di antaranya, di SMAN 1 Kedungdung hanya ada satu siswa, SMAN 1 Ketapang satu siswa, SMAN 1 Torjun 18 siswa, SMAN 2 Sampang 12 siswa, dan SMKN 2 Sampang 17 siswa. Padahal, masing-masing sekolah mendapatkan jatah 10 persen untuk menerima siswa miskin dan berprestasi dari pagu siswa baru.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sampang Assyari mengatakan, sekolah menjalankan PPDB dengan baik dan sesuai prosedur. Baik PPDB online maupun offline. Seluruh sekolah diwajibkan melaporkan jumlah siswa baru kepada Disdik Jatim paling lambat hari ini. ”Kami harap sekolah segera merampungkan dan menyetorkan laporan PPDB,” ucapnya.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Biarkan Sekolah Langgar Aturan

Dia tidak menampik banyak sekolah yang kekurangan siswa baru. Hal itu disebabkan penerapan aturan sistem zonasi yang mengharuskan calon peserta didik mendaftar di sekolah yang ada dalam wilayah. Sekolah diwajibkan menerima calon siswa baru dari dalam zonasi sebanyak 90 persen.

Selain itu, banyak calon peserta didik baru yang mendaftar melalui jalur umum. Biasanya, hingga hari pertama masuk sekolah pada 16 Juli, masih ada siswa yang mendaftar. ”Sistem zonasi merupakan upaya pemerintah untuk pemerataan kualitas pendidikan dan menghidari penumpukan siswa baru di salah satu sekolah,” jelasnya.

Setiap tahun ajaran baru, ada sekolah di Sampang yang kekurangan siswa baru. Salah satunya, SMAN 4 Sampang. Disdik Jatim belum bisa berbuat banyak untuk menangani masalah tersebut. ”Lokasi sekolah yang kurang representatif berpengaruh terhadap minat siswa,” ujar Assyari.

Dia segera berkoordinasi dengan Disdik Jatim dan melaporkan banyaknya sekolah yang masih kekurangan siswa baru. Selama kegiatan belajar mengajar (KBM) belum berjalan selama satu semester, sekolah bisa menerima siswa baru. Namun, dia mengingatkan, jumlah siswa tidak boleh lebih dari 36 orang per kelas. Jika melebihi jumlah tersebut, tidak bisa masuk dapodik.

 

SAMPANG – Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 SMA/SMK di Sampang diumumkan Jumat (29/6). Baik pendaftaran reguler (online) maupun jalur prestasi dan mitra warga (offline). Calon peserta didik baru bisa mengakses informasi hasil PPDB di laman ppdbjatim atau bisa datang ke sekolah tempat mendaftar.

Data di Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Wilayah Sampang menyebutkan, PPDB SMA dibagi enam zonasi. Zona pertama meliputi Kecamatan Sampang, Camplong, dan Pangarengan. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Sampang, SMAN 2 Sampang, SMAN 3 Sampang, dan SMAN 4 Sampang.

Zona dua Kecamatan Kedungdung dan Robatal. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Kedungdung. Zona tiga meliputi Kecamatan Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah. Pendaftaran di SMAN 1 Ketapang dan SMAN 1 Banyuates.


Zona empat di Kecamatan Sreseh. Sekolah yang dituju SMAN 1 Sreseh. Zona lima Kecamatan Jrengik, Torjun, dan Tambelangan. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Torjun. Zona enam di Kecamatan Karang Penang dan Omben. Tempat pendaftaran di SMAN 1 Omben.

Sedangkan PPDB SMK tidak diberlakukan sistem zonasi. Calon peserta didik baru bebas masuk SMK di mana saja sesuai minat kejuruan.

Pendaftaran PPDB online dibuka 25–28 Juni. Pengumuman hasil PPDB 29 Juni. Setiap sekolah mendapatkan pagu peserta didik baru dengan jumlah berbeda. Dan jumlah siswa tidak boleh lebih dari 36 orang per kelas. Dari sepuluh SMA negeri dan enam SMK negeri di Sampang, banyak yang masih kekurangan siswa baru. Jumlah peserta didik baru tidak memenuhi batas maksimal rombongan belajar (rombel) yang ditentukan.

Baca Juga :  Disdik Gelar Pekan Seni Pelajar 2018

Yang kekurangan siswa baru di antaranya, SMAN 1 Kedungdung dengan pagu 180 siswa. Tapi, yang mendaftar dan diterima 63 siswa. SMAN 1 Banyuates dari pagu 108 siswa hanya ada 53 siswa baru. SMAN 1 Omben memiliki pagu 72 siswa baru, yang mendaftar 52 orang. Di SMAN 1 Torjun, dari jatah 324 siswa yang mendaftar 208 siswa. Yang paling parah SMAN 4 Sampang, dari pagu 72 siswa yang mendaftar hanya 10 orang.

Hal serupa terjadi pada pendaftaran melalui jalur prestasi dan mitra warga. Sejumlah SMA dan SMK di Sampang tidak banyak menerima siswa berprestasi. Di antaranya, di SMAN 1 Kedungdung hanya ada satu siswa, SMAN 1 Ketapang satu siswa, SMAN 1 Torjun 18 siswa, SMAN 2 Sampang 12 siswa, dan SMKN 2 Sampang 17 siswa. Padahal, masing-masing sekolah mendapatkan jatah 10 persen untuk menerima siswa miskin dan berprestasi dari pagu siswa baru.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sampang Assyari mengatakan, sekolah menjalankan PPDB dengan baik dan sesuai prosedur. Baik PPDB online maupun offline. Seluruh sekolah diwajibkan melaporkan jumlah siswa baru kepada Disdik Jatim paling lambat hari ini. ”Kami harap sekolah segera merampungkan dan menyetorkan laporan PPDB,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemilik Kapal Abaikan Keselamatan

Dia tidak menampik banyak sekolah yang kekurangan siswa baru. Hal itu disebabkan penerapan aturan sistem zonasi yang mengharuskan calon peserta didik mendaftar di sekolah yang ada dalam wilayah. Sekolah diwajibkan menerima calon siswa baru dari dalam zonasi sebanyak 90 persen.

Selain itu, banyak calon peserta didik baru yang mendaftar melalui jalur umum. Biasanya, hingga hari pertama masuk sekolah pada 16 Juli, masih ada siswa yang mendaftar. ”Sistem zonasi merupakan upaya pemerintah untuk pemerataan kualitas pendidikan dan menghidari penumpukan siswa baru di salah satu sekolah,” jelasnya.

Setiap tahun ajaran baru, ada sekolah di Sampang yang kekurangan siswa baru. Salah satunya, SMAN 4 Sampang. Disdik Jatim belum bisa berbuat banyak untuk menangani masalah tersebut. ”Lokasi sekolah yang kurang representatif berpengaruh terhadap minat siswa,” ujar Assyari.

Dia segera berkoordinasi dengan Disdik Jatim dan melaporkan banyaknya sekolah yang masih kekurangan siswa baru. Selama kegiatan belajar mengajar (KBM) belum berjalan selama satu semester, sekolah bisa menerima siswa baru. Namun, dia mengingatkan, jumlah siswa tidak boleh lebih dari 36 orang per kelas. Jika melebihi jumlah tersebut, tidak bisa masuk dapodik.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/