alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Kelanjutan Proyek Pompa Banjir Sampang Buram

SAMPANG – Kelanjutan tiga proyek pembangunan pompa banjir di Jalan Bahagia, Jalan Delima, dan Kampung Kajuk, Kota Sampang, beluma jelas. Tiga proyek tahun anggaran 2017 yang dilelang ulang karena diputus kontrak itu hingga Selasa (29/5) tidak dilanjutkan.

Pada 2017, Sampang memperoleh proyek pembangunan pompa banjir dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur. Jumlah proyek lima paket, tersebar di wilayah Kota Sampang.

Pelaksanaan proyek untuk mengatasi banjir di Sampang itu tak berjalan mulus. Pelaksananya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Akibatnya, pelaksana diputus kontrak.

Dari lima paket proyek tersebut, yang bisa diselesaikan sesuai deadline hanya satu. Yaitu, pembangunan pompa banjir di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kota Sampang. Pembangunan Pompa Jagalan itu dikerjakan PT Gala Karya, Jalan Jaksa Agung Suprapto IV, Nomor 98, Gresik, dengan nilai kontrak Rp 7,9 miliar.

Sementara sisanya, proyek pompa banjir di Jalan Bahagia (Pompa Jrangon) dan di Kampung Kajuk (Pompa Kajuk) senilai Rp 14,3 miliar serta di Jalan Delima (Pompa Pandian) Rp 7,6 miliar tidak selesai tepat waktu. Tiga paket proyek itu dikerjakan PT Indopenta Bumi Permai yang beralamat di Jalan Jambangan Persada, Nomor 9A, Surabaya.

Baca Juga :  Rumah Nenek Penjual Kapuk Terbakar

Tak hanya itu, berdasar situs resmi LPSE.Jatimprov.go.id, proyek yang juga dilelang ulang yaitu pembangunan pompa banjir di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang (Pompa Dag Bukor). Nilai kontraknya Rp 18,6 miliar yang dilaksanakan PT Ganesha Jaya beralamat di Jalan Dukuh Kupang Timur XI/42, Surabaya.

Kasi Operasional Dinas PU SDA Jatim di Pamekasan Adi Susilo menegaskan, lelang ulang proyek pembangunan pompa banjir di wilayah Kota Sampang sudah selesai. Menurut dia, pagu anggaran yang disediakan Rp 4 miliar. ”Rekanan pelaksana yaitu PT Ganesha Jaya dan PT Rukun. Itu untuk pekerjaan di lima lokasi,” ungkapnya.

Mestinya, lanjut dia, proyek tersebut saat ini sudah dikerjakan. Sebab, surat perintah kerja telah turun. Pihaknya berharap pelaksana segera melaksanakan pekerjaan. ”Kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pelaksana. Perkembangan di lapangan seperti apa. Kami tentu ingin cepat selesaikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Hadiri Safari Ramadan, Wabup Sampang Janji Bangun Infrastruktur

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir menegaskan, sampai saat ini tidak ada tanda-tanda proyek pompa banjir dikerjakan. Pihaknya khawatir, hasil pengerjaan proyek yang dilelang ulang itu tidak maksimal. ”Kalau lelang selesai, mestinya segera dikerjakan biar tidak molor lagi seperti tahun lalu,” ujarnya.

Meski proyek itu dari Pemprov Jawa Timur, pihaknya berjanji akan melakukan monitoring dengan turun langsung ke lapangan. Pihaknya bertanggung jawab supaya hasil pengerjaan proyek di wilayah Sampang bagus. ”Pengawasan harus diperketat, tidak boleh lemah. Kami akan turun ke lapangan untuk mengecek pekerjaan,” ucapnya.

SAMPANG – Kelanjutan tiga proyek pembangunan pompa banjir di Jalan Bahagia, Jalan Delima, dan Kampung Kajuk, Kota Sampang, beluma jelas. Tiga proyek tahun anggaran 2017 yang dilelang ulang karena diputus kontrak itu hingga Selasa (29/5) tidak dilanjutkan.

Pada 2017, Sampang memperoleh proyek pembangunan pompa banjir dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur. Jumlah proyek lima paket, tersebar di wilayah Kota Sampang.

Pelaksanaan proyek untuk mengatasi banjir di Sampang itu tak berjalan mulus. Pelaksananya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Akibatnya, pelaksana diputus kontrak.


Dari lima paket proyek tersebut, yang bisa diselesaikan sesuai deadline hanya satu. Yaitu, pembangunan pompa banjir di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kota Sampang. Pembangunan Pompa Jagalan itu dikerjakan PT Gala Karya, Jalan Jaksa Agung Suprapto IV, Nomor 98, Gresik, dengan nilai kontrak Rp 7,9 miliar.

Sementara sisanya, proyek pompa banjir di Jalan Bahagia (Pompa Jrangon) dan di Kampung Kajuk (Pompa Kajuk) senilai Rp 14,3 miliar serta di Jalan Delima (Pompa Pandian) Rp 7,6 miliar tidak selesai tepat waktu. Tiga paket proyek itu dikerjakan PT Indopenta Bumi Permai yang beralamat di Jalan Jambangan Persada, Nomor 9A, Surabaya.

Baca Juga :  Proyek Pompa Banjir Baru 15 Persen

Tak hanya itu, berdasar situs resmi LPSE.Jatimprov.go.id, proyek yang juga dilelang ulang yaitu pembangunan pompa banjir di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang (Pompa Dag Bukor). Nilai kontraknya Rp 18,6 miliar yang dilaksanakan PT Ganesha Jaya beralamat di Jalan Dukuh Kupang Timur XI/42, Surabaya.

Kasi Operasional Dinas PU SDA Jatim di Pamekasan Adi Susilo menegaskan, lelang ulang proyek pembangunan pompa banjir di wilayah Kota Sampang sudah selesai. Menurut dia, pagu anggaran yang disediakan Rp 4 miliar. ”Rekanan pelaksana yaitu PT Ganesha Jaya dan PT Rukun. Itu untuk pekerjaan di lima lokasi,” ungkapnya.

- Advertisement -

Mestinya, lanjut dia, proyek tersebut saat ini sudah dikerjakan. Sebab, surat perintah kerja telah turun. Pihaknya berharap pelaksana segera melaksanakan pekerjaan. ”Kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pelaksana. Perkembangan di lapangan seperti apa. Kami tentu ingin cepat selesaikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Insentif Nakes Capai Rp 5,2 Miliar

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir menegaskan, sampai saat ini tidak ada tanda-tanda proyek pompa banjir dikerjakan. Pihaknya khawatir, hasil pengerjaan proyek yang dilelang ulang itu tidak maksimal. ”Kalau lelang selesai, mestinya segera dikerjakan biar tidak molor lagi seperti tahun lalu,” ujarnya.

Meski proyek itu dari Pemprov Jawa Timur, pihaknya berjanji akan melakukan monitoring dengan turun langsung ke lapangan. Pihaknya bertanggung jawab supaya hasil pengerjaan proyek di wilayah Sampang bagus. ”Pengawasan harus diperketat, tidak boleh lemah. Kami akan turun ke lapangan untuk mengecek pekerjaan,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/