alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

10 Desa di Sampang Penyumbang Anak dengan Kondisi Stunting

SAMPANG – Pemkab Sampang harus berupaya keras mengatasi masalah stunting. Sebab, Sampang masuk dan menjadi bagian dari 12 kabupaten/kota penyumbang anak dengan kondisi stunting paling banyak di Jawa Timur.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Lusi mewakiki Plt Kepala Dinas Kesehatan Agus Mulyadi mengatakan, berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, ada 10 desa di Sampang penyumbang anak dengan kondisi stunting terbanyak.

“Rinciannya Desa Tanah Merah, Pacanga’an, Banyumas, Pulau Mandangin, Gunung Madah, Jrengik, Bancelok, Trapang, Gunung Kesan, dan Karang Anyar,” katanya.

Untuk mengatasi masalah stunting, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dengan memberi makanan tambahan pada ibu hamil. Termasuk, pemberian makanan tambahan untuk balita gizi buruk. “Kami juga mengoptimalkan pelayanan posyandu, imunisasi, konseling dan lainnya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sediakan Rp 4 Miliar untuk Pengamanan Pilkada

Dijelaskan, stunting diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Terutama, pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. “Hingga saat ini, masih belum ada anggaran khusus buat stunting. Baru pada tahun 2020, ada anggaran BOK untuk stunting,” jelasnya. (Moh.Iqbal)

- Advertisement -

SAMPANG – Pemkab Sampang harus berupaya keras mengatasi masalah stunting. Sebab, Sampang masuk dan menjadi bagian dari 12 kabupaten/kota penyumbang anak dengan kondisi stunting paling banyak di Jawa Timur.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Lusi mewakiki Plt Kepala Dinas Kesehatan Agus Mulyadi mengatakan, berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, ada 10 desa di Sampang penyumbang anak dengan kondisi stunting terbanyak.

“Rinciannya Desa Tanah Merah, Pacanga’an, Banyumas, Pulau Mandangin, Gunung Madah, Jrengik, Bancelok, Trapang, Gunung Kesan, dan Karang Anyar,” katanya.


Untuk mengatasi masalah stunting, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dengan memberi makanan tambahan pada ibu hamil. Termasuk, pemberian makanan tambahan untuk balita gizi buruk. “Kami juga mengoptimalkan pelayanan posyandu, imunisasi, konseling dan lainnya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Disperta Klaim Persediaan Pupuk Bersubsidi Aman

Dijelaskan, stunting diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Terutama, pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. “Hingga saat ini, masih belum ada anggaran khusus buat stunting. Baru pada tahun 2020, ada anggaran BOK untuk stunting,” jelasnya. (Moh.Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/