alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Ruas Jalan Nasional Berantakan, Jika Tergenang, Keselamatan Terancam

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pengendara yang melintas di jalan nasional wilayah Sampang dan Bangkalan harap berhati-hati. Kondisi jalan bergelombang dan berlubang sangat membahayakan. Titik terparah di wilayah Sampang berada di Kecamatan Jrengik.

Ruas jalan nasional di Kota bahari terbentang di empat kecamatan. Mulai Kecamatan Camplong, Kota Sampang, Torjun, dan Jrengik. Tingkat kerusakan jalan di empat kecamatan itu berbeda.

Kondisi jalan nasional di ruas jalan Kecamatan Camplong mayoritas masih bagus. Akan tetapi, ada sedikit kerusakan di Desa Taddan. Kerusakan tersebut seperti jalan yang berlubang namun berskala kecil.

Lalu untuk di Kecamatan Sampang nyaman untuk dilewati. Ada beberapa kerusakan yang perlu dibenahi. Seperti yang berada di Jalan KH Hasyim Asyari. Terdapat sedikit jalan yang berlubang dan tidak rata. Kemudian, di Jalan Raya KH Agus Salim terdapat jalan bergelombang.

Di wilayah Kecamatan Torjun kondisi jalan banyak tambal sulam. Dengan begitu, sedikit jalan yang berlubang. Akan tetapi, mayoritas bergelombang.

Baca Juga :  Tebing Longsor, Akses Jalan Ditutup Sementara

Sementara kerusakan terparah di Kecamatan Jrengik. Di wilayah tersebut banyak jalan berlubang dengan ketinggian antara 3 hingga 10 sentimeter. Banyak rambu-rambu yang dipasang warga di jalan yang berlubang. Tujuannya, agar pengendara mengenali tanda bahwa ada kerusakan jalan.

Kerusakan di ruas jalan Kecamatan Jrengik tersebut tersebar di Desa Panyepen, Taman, Kotah, Jrengik, Plakaran, dan Bancelok. ”Memang bahaya. Makanya lubang itu diberi tanda. Kadang mobil dan motor yang lewat banyak yang tidak melihat,” kata Roni, warga di Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kamis (28/1).

Pemuda 25 tahun itu mengatakan, kondisi jalan yang rusak di wilayah tersebut sudah lama. Utamanya yang berada di depan SPBU Panyepen. Kerusakan jalan sangat membahayakan pengendara. Terutama pada saat hujan karena lubang tertutup genangan air.

Muhammad Taufiq, 40, sopir truk asal Sumenep mengaku mengurangi kecepatan saat melintas di wilayah Jrengik. Jika gegabah dan melaju dengan kecepatan tinggi, berisiko terjadi kecelakaan. Atau, mengakibatkan ban mobil cepat rusak. ”Kalau malam sulit untuk dikenali lubang-lubang itu,” katanya.

Baca Juga :  SL Akui Berbuat Asusila dan Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara

Dia berharap ada tindakan khusus untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Sebab, jika terus dibiarkan, sangat membahayakan. ”Semoga segera diperbaiki oleh pemerintah,” harapnya.

Persoalan tersebut juga disikapi anggota DPR RI Slamet Ariyadi. Menurut dia, pemerintah harus segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak di wilayah Madura. Mengingat jalan nasional tersebut merupakan akses mobilitas masyarakat. ”Saya berharap di 2021 ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” katanya.

Anggota DPR RI dari fraksi PAN tersebut juga menyampaikan jika kerusakan jalan tersebut diakibatkan banyak faktor. Mulai dari bencana alam seperti banjir yang sering menggenangi jalan. Selain dilakukan perbaikan, pemerintah pusat harus turun langsung dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengetahui penyebab kerusakan.

”Jika diakibatkan oleh banjir musiman, harus dicarikan solusi untuk membendung terjadinya banjir,” katanya. (iqb)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pengendara yang melintas di jalan nasional wilayah Sampang dan Bangkalan harap berhati-hati. Kondisi jalan bergelombang dan berlubang sangat membahayakan. Titik terparah di wilayah Sampang berada di Kecamatan Jrengik.

Ruas jalan nasional di Kota bahari terbentang di empat kecamatan. Mulai Kecamatan Camplong, Kota Sampang, Torjun, dan Jrengik. Tingkat kerusakan jalan di empat kecamatan itu berbeda.

Kondisi jalan nasional di ruas jalan Kecamatan Camplong mayoritas masih bagus. Akan tetapi, ada sedikit kerusakan di Desa Taddan. Kerusakan tersebut seperti jalan yang berlubang namun berskala kecil.


Lalu untuk di Kecamatan Sampang nyaman untuk dilewati. Ada beberapa kerusakan yang perlu dibenahi. Seperti yang berada di Jalan KH Hasyim Asyari. Terdapat sedikit jalan yang berlubang dan tidak rata. Kemudian, di Jalan Raya KH Agus Salim terdapat jalan bergelombang.

Di wilayah Kecamatan Torjun kondisi jalan banyak tambal sulam. Dengan begitu, sedikit jalan yang berlubang. Akan tetapi, mayoritas bergelombang.

Baca Juga :  Toko Modern Semakin Menjamur, Toko Kelontong Terancam

Sementara kerusakan terparah di Kecamatan Jrengik. Di wilayah tersebut banyak jalan berlubang dengan ketinggian antara 3 hingga 10 sentimeter. Banyak rambu-rambu yang dipasang warga di jalan yang berlubang. Tujuannya, agar pengendara mengenali tanda bahwa ada kerusakan jalan.

Kerusakan di ruas jalan Kecamatan Jrengik tersebut tersebar di Desa Panyepen, Taman, Kotah, Jrengik, Plakaran, dan Bancelok. ”Memang bahaya. Makanya lubang itu diberi tanda. Kadang mobil dan motor yang lewat banyak yang tidak melihat,” kata Roni, warga di Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kamis (28/1).

- Advertisement -

Pemuda 25 tahun itu mengatakan, kondisi jalan yang rusak di wilayah tersebut sudah lama. Utamanya yang berada di depan SPBU Panyepen. Kerusakan jalan sangat membahayakan pengendara. Terutama pada saat hujan karena lubang tertutup genangan air.

Muhammad Taufiq, 40, sopir truk asal Sumenep mengaku mengurangi kecepatan saat melintas di wilayah Jrengik. Jika gegabah dan melaju dengan kecepatan tinggi, berisiko terjadi kecelakaan. Atau, mengakibatkan ban mobil cepat rusak. ”Kalau malam sulit untuk dikenali lubang-lubang itu,” katanya.

Baca Juga :  Lima Warga Sumenep Mengemis di Sampang, Ini Yang Dilakukan Satpol PP

Dia berharap ada tindakan khusus untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Sebab, jika terus dibiarkan, sangat membahayakan. ”Semoga segera diperbaiki oleh pemerintah,” harapnya.

Persoalan tersebut juga disikapi anggota DPR RI Slamet Ariyadi. Menurut dia, pemerintah harus segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak di wilayah Madura. Mengingat jalan nasional tersebut merupakan akses mobilitas masyarakat. ”Saya berharap di 2021 ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” katanya.

Anggota DPR RI dari fraksi PAN tersebut juga menyampaikan jika kerusakan jalan tersebut diakibatkan banyak faktor. Mulai dari bencana alam seperti banjir yang sering menggenangi jalan. Selain dilakukan perbaikan, pemerintah pusat harus turun langsung dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengetahui penyebab kerusakan.

”Jika diakibatkan oleh banjir musiman, harus dicarikan solusi untuk membendung terjadinya banjir,” katanya. (iqb)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/