alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

IPM Meningkat 1,51 Per Tahun

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sampang terus berupaya menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM). Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang menunjukkan bahwa peningkatan 10 tahun terakhir tertinggi kedua di Jawa Timur dengan laju peningkatan 1,51 per tahun.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan beberapa permasalahan mendasar yang terjadi di Kota Bahari. Di antaranya adalah seputar rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan belum terciptanya pembangunan daerah yang inklusif. Di samping itu, kualitas dan kuantitas infrastruktur daerah belum merata.

”Dalam reformasi birokrasi dan harmonisasi kehidupan masyarakat juga perlu terus kita bangun,” katanya.

Indikator utama IPM Sampang masuk dalam kategori sedang. Tahun 2020, nilai IPM mengalami kenaikan 0,76 dari 61,94 pada 2019 menjadi 62,70. Pihaknya mengakui IPM Kota Bahari tergolong rendah dibandingkan dengan kabupaten lain. Begitu juga dengan angka kemiskinan di Jatim.

Baca Juga :  Bupati Sampang Geram, Warga Minta Petronas Tepati Janji dan Tidak PHP

”Tentunya kami akan evaluasi faktor pendukung yang bisa meningkatkan IPM. Kami  berupaya untuk meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” tuturnya.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi IPM rendah. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi yang mengalami hambatan. Tahun lalu pihaknya tidak bisa memaksimalkan program karena terkendala pandemi Covid-19.

Ada empat indikator dalam penilaian IPM. Yakni, angka harapan hidup (AHH), harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS), dan pengeluaran per kapita atau daya beli. Diperlukan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan membuat inovasi baru.

”Misalnya dalam menciptakan suasana lingkungan permukiman yang sehat. Kami juga harus mandata anak putus sekolah di tingkat desa untuk difasilitasi melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mantan Kadisdik Tinggalkan Rutan

Karena itu, pihaknya akan fokus pada penguatan sektor unggulan melalui nilai tambah guna mendukung reformasi ekonomi. Di samping itu, peningkatan kualitas dan perluasan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dalam mendukung sektor ekonomi. Pengentasan kemiskinan juga akan dilakukan melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan.

”Adanya wabah pandemi Covid-19 juga berdampak pada angka pengangguran. Sebab, banyak masyarakat yang bekerja di luar Sampang kembali pulang ke Sampang,” tandasnya. (bil)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sampang terus berupaya menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM). Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang menunjukkan bahwa peningkatan 10 tahun terakhir tertinggi kedua di Jawa Timur dengan laju peningkatan 1,51 per tahun.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan beberapa permasalahan mendasar yang terjadi di Kota Bahari. Di antaranya adalah seputar rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan belum terciptanya pembangunan daerah yang inklusif. Di samping itu, kualitas dan kuantitas infrastruktur daerah belum merata.

”Dalam reformasi birokrasi dan harmonisasi kehidupan masyarakat juga perlu terus kita bangun,” katanya.


Indikator utama IPM Sampang masuk dalam kategori sedang. Tahun 2020, nilai IPM mengalami kenaikan 0,76 dari 61,94 pada 2019 menjadi 62,70. Pihaknya mengakui IPM Kota Bahari tergolong rendah dibandingkan dengan kabupaten lain. Begitu juga dengan angka kemiskinan di Jatim.

Baca Juga :  Pemuda Di Sampang Tewas Gorok Leher Sendiri

”Tentunya kami akan evaluasi faktor pendukung yang bisa meningkatkan IPM. Kami  berupaya untuk meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” tuturnya.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi IPM rendah. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi yang mengalami hambatan. Tahun lalu pihaknya tidak bisa memaksimalkan program karena terkendala pandemi Covid-19.

Ada empat indikator dalam penilaian IPM. Yakni, angka harapan hidup (AHH), harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS), dan pengeluaran per kapita atau daya beli. Diperlukan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan membuat inovasi baru.

”Misalnya dalam menciptakan suasana lingkungan permukiman yang sehat. Kami juga harus mandata anak putus sekolah di tingkat desa untuk difasilitasi melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Istri Meninggal, Suami Ajak Tetangga Sumpah Pocong

Karena itu, pihaknya akan fokus pada penguatan sektor unggulan melalui nilai tambah guna mendukung reformasi ekonomi. Di samping itu, peningkatan kualitas dan perluasan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dalam mendukung sektor ekonomi. Pengentasan kemiskinan juga akan dilakukan melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan.

”Adanya wabah pandemi Covid-19 juga berdampak pada angka pengangguran. Sebab, banyak masyarakat yang bekerja di luar Sampang kembali pulang ke Sampang,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/