alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Rp 635 Juta untuk Tanggap Darurat

SAMAPANG – Banjir mengakibatkan puluhan rumah warga Sampang tergenang. Dinas sosial (dinsos) menyediakan dana tanggap darurat Rp 635 juta. Dana itu untuk mendirikan dapur umum dan menyediakan bantuan nasi bungkus untuk para korban.

Kabid Bantuan Sosial dan Perlindungan Sosial Dinsos Sampang Syamsul Hidayat mengungkapkan, tiga dapur umum didirikan di Kecamatan Kota Sampang. Yakni, di Jalan Merapi dan Jalan Pahlawan, Kelurahan Rontengah serta di Jalan Imam Ghozali, Kelurahan Gunung Sekar. Tiap dapur umum menyediakan 500 nasi bungkus yang didistribusikan ke setiap lokasi terdampak banjir. ”Kami bekerja sama dengan TNI, PMI, dan Kampung Siaga Bencana (KSB),” katanya kemarin (29/1).

Dapur umum didirikan selama banjir belum surut. Makanan diberikan pagi dan siang. Sementara malam, pendistribusian tidak dilakukan lantaran terkendala dengan medan yang sulit dilalui. ”Bantuan di kecamatan lain berupa beras dan air mineral,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyuluh: Usulan 2017 dan 2018 Sebagian Tercetak

Selama ini dana tanggap darurat difokuskan membantu korban banjir. Sebab, setiap tahun Kota Bahari selalu banjir. Namun, dana itu juga bisa dianggarkan untuk korban kebakaran yang mengakibatkan warga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. ”Penggunaan dana itu disesuaikan dengan jumlah korban dan masa bencana,” terangnya.

Tahun lalu hanya terserap sekitar Rp 50 juta dari pagu Rp 450 juta. Sisa dana dikembalikan ke kas daerah (kasda). Dana tanggap bencana belum pernah digunakan untuk memperbaiki rumah yang rusak karena bencana. ”Jika ada korban yang tidak mendapatkan bantuan, bisa langsung datang ke posko dapur umum untuk meminta bantuan sembako,” ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Anang Djoenaedi menyampaikan, lokasi yang terdampak banjir di Kecamatan Sampang yaitu di Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, Gunung Sekar serta Jalan Kramat Agung, dan Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar. ”Ketinggian air di beberapa lokasi tersebut semakin surut. Semoga tidak terjadi banjir susulan dari wilayah utara,” harapnya. 

Baca Juga :  Disperdagprin Sampang Adakan Workshop Digitalisasi IKM, Ini Targetnya

SAMAPANG – Banjir mengakibatkan puluhan rumah warga Sampang tergenang. Dinas sosial (dinsos) menyediakan dana tanggap darurat Rp 635 juta. Dana itu untuk mendirikan dapur umum dan menyediakan bantuan nasi bungkus untuk para korban.

Kabid Bantuan Sosial dan Perlindungan Sosial Dinsos Sampang Syamsul Hidayat mengungkapkan, tiga dapur umum didirikan di Kecamatan Kota Sampang. Yakni, di Jalan Merapi dan Jalan Pahlawan, Kelurahan Rontengah serta di Jalan Imam Ghozali, Kelurahan Gunung Sekar. Tiap dapur umum menyediakan 500 nasi bungkus yang didistribusikan ke setiap lokasi terdampak banjir. ”Kami bekerja sama dengan TNI, PMI, dan Kampung Siaga Bencana (KSB),” katanya kemarin (29/1).

Dapur umum didirikan selama banjir belum surut. Makanan diberikan pagi dan siang. Sementara malam, pendistribusian tidak dilakukan lantaran terkendala dengan medan yang sulit dilalui. ”Bantuan di kecamatan lain berupa beras dan air mineral,” ujarnya.

Baca Juga :  111 CJH di Sampang Gagal Berangkat ke Tanah Suci Gara-Gara Ini

Selama ini dana tanggap darurat difokuskan membantu korban banjir. Sebab, setiap tahun Kota Bahari selalu banjir. Namun, dana itu juga bisa dianggarkan untuk korban kebakaran yang mengakibatkan warga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. ”Penggunaan dana itu disesuaikan dengan jumlah korban dan masa bencana,” terangnya.

Tahun lalu hanya terserap sekitar Rp 50 juta dari pagu Rp 450 juta. Sisa dana dikembalikan ke kas daerah (kasda). Dana tanggap bencana belum pernah digunakan untuk memperbaiki rumah yang rusak karena bencana. ”Jika ada korban yang tidak mendapatkan bantuan, bisa langsung datang ke posko dapur umum untuk meminta bantuan sembako,” ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Anang Djoenaedi menyampaikan, lokasi yang terdampak banjir di Kecamatan Sampang yaitu di Kelurahan Dalpenang, Rongtengah, Gunung Sekar serta Jalan Kramat Agung, dan Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar. ”Ketinggian air di beberapa lokasi tersebut semakin surut. Semoga tidak terjadi banjir susulan dari wilayah utara,” harapnya. 

Baca Juga :  Dinsos Segera Distribusikan BPNT Melalui E-Warung
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/