alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Tiga Narapida Dapat Keringanan Hukuman

SAMPANG – Momen Hari Natal mebawa berkah tersendiri bagi tiga narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sampang. Pasalnya, mereka mendapat keringanan hukuman penjara.

Kepala Rutan Kelas II-B Sampang Gatot Tri Raharjo mengutarakan, jumlah warga binaan mencapai 276 orang. Yakni, terdiri atas 264 laki-laki dan 12 perempuan.

Menurut dia, di akhir tahun ini ada empat napi yang mengajukan remisi. Tetapi, yang diterima hanya tiga orang. Satu orang lainnya tidak memenuhi syarat.

”Tiga warga binaan memperoleh remisi, SK-nya sudah diserahkan kepada yang bersangkutan,” kata dia Jumat (28/12).

Dia menjelaskan, warga binaan yang memperoleh remisi itu merupakan napi kasus penipuan dan pencurian. Remisi yang diperoleh tidak sama. Dua napi kasus pencurian mendapat remisi satu bulan dan lima belas hari untuk napi kasus penipuan.

Baca Juga :  Penerapan Sistem Bioflok Tak Merata

Perolehan remisi itu juga dicantumkan di papan informasi. ”Warga binaan bisa mengajukan remisi jika masa hukuman lebih enam bulan. Statusnya bukan tahanan lagi, tapi narapidana.” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin mengatakan, diharapkan tidak ada praktik jual beli dalam pengajuan remisi. Proses pengajuan hingga turun SK remisi harus murni dan bebas dari uang sogokan.

”Praktik jual beli SK remisi ini yang harus diantisipasi. Potensi itu jelas ada, tapi semoga saja di Sampang tidak demikian,” ujarnya.

Syamsul berjanji akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap Rutan Kelas II-B Sampang. ”Pelayanan dan keamanan rutan harus terus ditingkatkan,” sarannya.

 

SAMPANG – Momen Hari Natal mebawa berkah tersendiri bagi tiga narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sampang. Pasalnya, mereka mendapat keringanan hukuman penjara.

Kepala Rutan Kelas II-B Sampang Gatot Tri Raharjo mengutarakan, jumlah warga binaan mencapai 276 orang. Yakni, terdiri atas 264 laki-laki dan 12 perempuan.

Menurut dia, di akhir tahun ini ada empat napi yang mengajukan remisi. Tetapi, yang diterima hanya tiga orang. Satu orang lainnya tidak memenuhi syarat.


”Tiga warga binaan memperoleh remisi, SK-nya sudah diserahkan kepada yang bersangkutan,” kata dia Jumat (28/12).

Dia menjelaskan, warga binaan yang memperoleh remisi itu merupakan napi kasus penipuan dan pencurian. Remisi yang diperoleh tidak sama. Dua napi kasus pencurian mendapat remisi satu bulan dan lima belas hari untuk napi kasus penipuan.

Baca Juga :  Penerapan Sistem Bioflok Tak Merata

Perolehan remisi itu juga dicantumkan di papan informasi. ”Warga binaan bisa mengajukan remisi jika masa hukuman lebih enam bulan. Statusnya bukan tahanan lagi, tapi narapidana.” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin mengatakan, diharapkan tidak ada praktik jual beli dalam pengajuan remisi. Proses pengajuan hingga turun SK remisi harus murni dan bebas dari uang sogokan.

”Praktik jual beli SK remisi ini yang harus diantisipasi. Potensi itu jelas ada, tapi semoga saja di Sampang tidak demikian,” ujarnya.

Syamsul berjanji akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap Rutan Kelas II-B Sampang. ”Pelayanan dan keamanan rutan harus terus ditingkatkan,” sarannya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/