alexametrics
20.1 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

82 Ribu Kartu Tani Tertahan

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak 159.000 petani di Sampang masuk dalam Sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Namun, yang menerima kartu tani baru 77 ribu orang. Sementara 82 petani sisanya belum mendapatkan kartu tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sampang Suyono mengatakan, sejak 2018 pemerintah pusat memang meluncurkan program kartu tani untuk pengalokasian pupuk bersubsidi kepada petani. Pihaknya mencatat, petani yang sudah masuk e-RDKK 159.000 orang.

Sampai saat ini, yang sudah didistribusikan 77.000 kartu tani kepada petani,” kata Suyono kemarin (28/7).

Suyono menegaskan, setiap petani di Sampang harus memiliki kartu tani. Sebab, jika tidak memiliki kartu, tidak akan bisa mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah.

Kegunaannya memang untuk menebus pupuk. Kartu tani itu agar pupuk subsidi bisa sampai kepada penerima. Jika tidak punya kartu tani, ya tidak bisa,” tegasnya.

Baca Juga :  PLN Salurkan Bantuan Pembangunan Jalan Aspal dan Gorong-Gorong 

Pendistribusian kartu tani memang belum rampung 100 persen hingga saat ini. Akan tetapi, sisa data ribuan petani tersebut sudah dikirim kepada pemerintah pusat untuk segera dibuatkan kartu tani.

”Sisanya itu minggu kemarin sudah kami kirim. Biasanya kalau datanya itu tidak valid akan dikembalikan pada kami untuk diperbaiki,” terangnya.

Salah satu syarat petani agar mendapatkan kartu tani yaitu harus ikut kelompok tani. Pihaknya mengklaim sudah sering melakukan sosialisasi kepada para petani agar mengikuti kelompok tani.

Kartu tani yang sudah didistrubsikan tersebut sampai saat ini belum bisa difungsikan. Alasannya, belum dilakukan penginputan data. ”Kalau sudah baru bisa digunakan, itu belum dimasukkan datanya. Petani itu akan dapat berapa pupuk subsidi. Penentuannya berdasarkan luas lahan, maksimal 2 hektare,” jelasnya.

Baca Juga :  Minta Pemerintah Tetap Gelar Pilkades Tahun Ini

Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima mendesak, pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi kepada petani tentang fungsi kartu tani. Sebab, masih banyak petani yang belum mengetahui manfaatnya sehingga tidak mengikuti kelompok tani.

”Kartu tani itu memang kurang sosialisasi, terutama di tingkat desa. Karena itu, petani kurang antusias dan menganggap untuk apa kartu tani itu,” katanya. (iqb)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak 159.000 petani di Sampang masuk dalam Sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Namun, yang menerima kartu tani baru 77 ribu orang. Sementara 82 petani sisanya belum mendapatkan kartu tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sampang Suyono mengatakan, sejak 2018 pemerintah pusat memang meluncurkan program kartu tani untuk pengalokasian pupuk bersubsidi kepada petani. Pihaknya mencatat, petani yang sudah masuk e-RDKK 159.000 orang.

Sampai saat ini, yang sudah didistribusikan 77.000 kartu tani kepada petani,” kata Suyono kemarin (28/7).


Suyono menegaskan, setiap petani di Sampang harus memiliki kartu tani. Sebab, jika tidak memiliki kartu, tidak akan bisa mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah.

Kegunaannya memang untuk menebus pupuk. Kartu tani itu agar pupuk subsidi bisa sampai kepada penerima. Jika tidak punya kartu tani, ya tidak bisa,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Harus Gencar Sosialisasi

Pendistribusian kartu tani memang belum rampung 100 persen hingga saat ini. Akan tetapi, sisa data ribuan petani tersebut sudah dikirim kepada pemerintah pusat untuk segera dibuatkan kartu tani.

”Sisanya itu minggu kemarin sudah kami kirim. Biasanya kalau datanya itu tidak valid akan dikembalikan pada kami untuk diperbaiki,” terangnya.

Salah satu syarat petani agar mendapatkan kartu tani yaitu harus ikut kelompok tani. Pihaknya mengklaim sudah sering melakukan sosialisasi kepada para petani agar mengikuti kelompok tani.

Kartu tani yang sudah didistrubsikan tersebut sampai saat ini belum bisa difungsikan. Alasannya, belum dilakukan penginputan data. ”Kalau sudah baru bisa digunakan, itu belum dimasukkan datanya. Petani itu akan dapat berapa pupuk subsidi. Penentuannya berdasarkan luas lahan, maksimal 2 hektare,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Tersendat

Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima mendesak, pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi kepada petani tentang fungsi kartu tani. Sebab, masih banyak petani yang belum mengetahui manfaatnya sehingga tidak mengikuti kelompok tani.

”Kartu tani itu memang kurang sosialisasi, terutama di tingkat desa. Karena itu, petani kurang antusias dan menganggap untuk apa kartu tani itu,” katanya. (iqb)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/