alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

404 Ruang SD-SMP Rusak Parah

SAMPANG – Peningkatan mutu pendidikan harus ditopang dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai. Namun, hingga saat ini masih banyak ruang kelas yang rusak. Bahkan, di Sampang terdapat 404 ruang kelas SD dan SMP yang rusak berat.

Jumlah sekolah SD baik negeri maupun swasta 622 lembaga. Terdiri atas 3.677 ruang kelas. Sementara jumlah SMP swasta 218 lembaga dan 53 lembaga SMP negeri. Total ruang kelas secara keseluruhan 1.090 unit.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi menyampaikan, tahun ini pihaknya mendapatkan anggaran perbaikan sedang. Anggaran itu untuk perbaikan ruang kelas, perpustakaan, dan lain sebagainya.

Anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) untuk 179 ruang. Tersebar di 59 lembaga dengan pagu anggaran Rp 12.758.972.000. ”Yang DAK ini untuk rehab ruang kelas,” terangnya kemarin (28/3).

Wawang menambahkan, rehab perpustakaan dua sekolah. Masing-masing satu ruang. Pagu anggaran Rp 220 juta. Selain itu ada perbaikan toilet sekolah. Jumlahnya 28 unit di 11 sekolah dengan anggaran Rp 238 juta. Sementara untuk kelas baru (RKB) ada 23 ruang di 15 sekolah. Pagu anggaran untuk perbaikan ini Rp 4.179.100.000.

Baca Juga :  NMI Korwil Jatim Berbagi Sembako kepada Anak Yatim

”Pembangunan toilet delapan ruang dari delapan sekolah. Pagu anggarannya Rp 876 juta. Sedangkan pengadaan buku 39 lembaga. Jumlah per lembaga Rp 50 juta. Total Rp 1,950 miliar,” papar Wawan.

Total DAK tahun ini Rp 20.507.786.400. Ditambah jasa konsultan  Rp 927.888.600 hingga menjadi Rp 21.435.675.000. Pembangunan rumah dinas (rumdin) guru DAK afirmasi dianggarkan Rp 285.714.400. Anggaran ratusan juta itu untuk rumdin guru SDN Mandangin V dan SDN Mandangin VII.

Sementara, anggaran dari dana alokasi umum (DAU) untuk tujuh rehab ruang kelas baru (RKB) di enam sekolah, pagunya Rp 1,5 miliar. Lalu, pemasangan paving di tiga lembaga dengan pagu Rp 107.200.000. Pagar satu sekolah dianggarkan Rp 192.500.000. Lalu, rehab 20 ruang di 11 sekolah Rp 2.407.200.000.

”Kami prioritaskan untuk ruang kelas rusak sedang dan berat. Kalau ringan memang tidak dianggarkan karena bisa dianggarkan dari dana BOS,” tandasnya.

Sementara Kabid Pembinaan SMP Disdik Sampang Budiono mengatakan, tahun ini pihaknya memperoleh dana untuk rehab ruang kelas rusak sedang dan tiga bangunan baru. Pagu anggaran tiga bangunan itu Rp 609.585.000. Sedangkan perbaikan untuk 49 ruang di 19 sekolah. Anggarannya Rp 3.430.000.000. ”Itu pun untuk rehab rusak sedang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekolah Rusak, Kemendikbud Persilakan¬†Disdik Ajukan Proposal

Pria berkacamata itu menambahkan, dana DAU hanya untuk tiga sekolah. Pagunya Rp 470 juta. Pihaknya mengakui tahun ini tidak ada perbaikan untuk ruang kelas rusak parah. Meskipun jumlahnya lebih dari 100 unit. ”Untuk tahun ini sementara tidak ada program perbaikan untuk ruang kelas rusak berat,” tutupnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta kerusakan lembaga sekolah diperhatikan. Utamanya kerusakan berat. Selain mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM), juga membahayakan pelajar. ”Seharusnya yang diprioritaskan rusak berat,” tegasnya.

Menurut Maniri, ketika ruang kelas bagus, KBM berjalan lancar dan pelajar lebih nyaman. Ketika sarpras sekolah tidak memadai juga membuat tenaga pendidik waswas. ”Jangan hanya fokus pada kerusakan ringan,” pinta politikus PKB itu.

SAMPANG – Peningkatan mutu pendidikan harus ditopang dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai. Namun, hingga saat ini masih banyak ruang kelas yang rusak. Bahkan, di Sampang terdapat 404 ruang kelas SD dan SMP yang rusak berat.

Jumlah sekolah SD baik negeri maupun swasta 622 lembaga. Terdiri atas 3.677 ruang kelas. Sementara jumlah SMP swasta 218 lembaga dan 53 lembaga SMP negeri. Total ruang kelas secara keseluruhan 1.090 unit.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi menyampaikan, tahun ini pihaknya mendapatkan anggaran perbaikan sedang. Anggaran itu untuk perbaikan ruang kelas, perpustakaan, dan lain sebagainya.


Anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) untuk 179 ruang. Tersebar di 59 lembaga dengan pagu anggaran Rp 12.758.972.000. ”Yang DAK ini untuk rehab ruang kelas,” terangnya kemarin (28/3).

Wawang menambahkan, rehab perpustakaan dua sekolah. Masing-masing satu ruang. Pagu anggaran Rp 220 juta. Selain itu ada perbaikan toilet sekolah. Jumlahnya 28 unit di 11 sekolah dengan anggaran Rp 238 juta. Sementara untuk kelas baru (RKB) ada 23 ruang di 15 sekolah. Pagu anggaran untuk perbaikan ini Rp 4.179.100.000.

Baca Juga :  Gedung SDN Retak, Siswa Ngungsi ke Rumah Warga

”Pembangunan toilet delapan ruang dari delapan sekolah. Pagu anggarannya Rp 876 juta. Sedangkan pengadaan buku 39 lembaga. Jumlah per lembaga Rp 50 juta. Total Rp 1,950 miliar,” papar Wawan.

Total DAK tahun ini Rp 20.507.786.400. Ditambah jasa konsultan  Rp 927.888.600 hingga menjadi Rp 21.435.675.000. Pembangunan rumah dinas (rumdin) guru DAK afirmasi dianggarkan Rp 285.714.400. Anggaran ratusan juta itu untuk rumdin guru SDN Mandangin V dan SDN Mandangin VII.

Sementara, anggaran dari dana alokasi umum (DAU) untuk tujuh rehab ruang kelas baru (RKB) di enam sekolah, pagunya Rp 1,5 miliar. Lalu, pemasangan paving di tiga lembaga dengan pagu Rp 107.200.000. Pagar satu sekolah dianggarkan Rp 192.500.000. Lalu, rehab 20 ruang di 11 sekolah Rp 2.407.200.000.

”Kami prioritaskan untuk ruang kelas rusak sedang dan berat. Kalau ringan memang tidak dianggarkan karena bisa dianggarkan dari dana BOS,” tandasnya.

Sementara Kabid Pembinaan SMP Disdik Sampang Budiono mengatakan, tahun ini pihaknya memperoleh dana untuk rehab ruang kelas rusak sedang dan tiga bangunan baru. Pagu anggaran tiga bangunan itu Rp 609.585.000. Sedangkan perbaikan untuk 49 ruang di 19 sekolah. Anggarannya Rp 3.430.000.000. ”Itu pun untuk rehab rusak sedang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekolah Dibiarkan Rusak Dua Tahun, Disdik Janji Perbaiki 2018

Pria berkacamata itu menambahkan, dana DAU hanya untuk tiga sekolah. Pagunya Rp 470 juta. Pihaknya mengakui tahun ini tidak ada perbaikan untuk ruang kelas rusak parah. Meskipun jumlahnya lebih dari 100 unit. ”Untuk tahun ini sementara tidak ada program perbaikan untuk ruang kelas rusak berat,” tutupnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta kerusakan lembaga sekolah diperhatikan. Utamanya kerusakan berat. Selain mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM), juga membahayakan pelajar. ”Seharusnya yang diprioritaskan rusak berat,” tegasnya.

Menurut Maniri, ketika ruang kelas bagus, KBM berjalan lancar dan pelajar lebih nyaman. Ketika sarpras sekolah tidak memadai juga membuat tenaga pendidik waswas. ”Jangan hanya fokus pada kerusakan ringan,” pinta politikus PKB itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/