alexametrics
20.2 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

11 Lokasi Parkir Ditinggalkan Jukir, PAD Menurun

SAMPANG – Tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang tampaknya semakin sulit untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir yang dipatok Rp 150 juta. Pasalnya, saat ini terdapat 11 lahan parkir yang tidak bisa dikelola karena ditinggalkan juru parkir (jukir).

Kabid Perhubungan Darat Dishub Sampang Eko Hariyanto mengatakan, lahan parkir yang dikelola instasinya berjumlah 80 lokasi. Perinciannya, 20 parkir di pusat perbelanjaan dan 60 lahan di pinggir jalan protokol.

Pendapatan dari setiap lahan parkir tidak sama, bergantung pada tingkat keramaian. Misalnya, untuk lahan parkir di pasar ditarget Rp 800 ribu per bulan, pertokoan Rp 400 ribu, dan parkir pinggir jalan Rp 300 ribu per bulan.

Baca Juga :  Tahun Ini Pensiun, Pemkab Kehilangan Ratusan ASN

Dari puluhan tempat parkir, sebelas di antaranya sementara ini tidak beroperasi. Sebab, banyak petugas atau jukir yang berhenti. Dia mengaku tidak tahu alasan jukir berhenti mengelola lahan parkir.

”Lahan parkir yang tidak ada jukirnya mayoritas merupakan lahan parkir di pinggir jalan di Kecamatan Kota. Akibatnya, pendapatan parkir terancam menyusut sekitar Rp 20 juta,” ucapnya kemarin (28/3).

Pihaknya berupaya mengisi kekosongan jukir di lahan parkir tersebut. Yaitu dengan bersosialisasi kepada masyarakat dan membuka lowongan pendaftaran menjadi jukir. Namun, upaya tersebut belum berhasil. Hingga saat ini, tidak ada seorang pun warga yang berminat mendaftar.

”Untuk mendaftar menjadi jukir tidak rumit. Warga cukup datang ke kantor dishub. Terpenting, yang bersangkutan siap dan berkomitmen menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Realisasi APBD Rendah

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin meminta dishub lebih maksimal mengelola lahan parkir. ”Permasalahan jangan dibiarkan berlarut-larut. Dishub harus mengevaluasi kinerja. Jangan-jangan alasan jukir berhenti karena gaji telat dan semcamnya,” tuding dia.

 

SAMPANG – Tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang tampaknya semakin sulit untuk mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir yang dipatok Rp 150 juta. Pasalnya, saat ini terdapat 11 lahan parkir yang tidak bisa dikelola karena ditinggalkan juru parkir (jukir).

Kabid Perhubungan Darat Dishub Sampang Eko Hariyanto mengatakan, lahan parkir yang dikelola instasinya berjumlah 80 lokasi. Perinciannya, 20 parkir di pusat perbelanjaan dan 60 lahan di pinggir jalan protokol.

Pendapatan dari setiap lahan parkir tidak sama, bergantung pada tingkat keramaian. Misalnya, untuk lahan parkir di pasar ditarget Rp 800 ribu per bulan, pertokoan Rp 400 ribu, dan parkir pinggir jalan Rp 300 ribu per bulan.

Baca Juga :  Tahun Ini Pensiun, Pemkab Kehilangan Ratusan ASN

Dari puluhan tempat parkir, sebelas di antaranya sementara ini tidak beroperasi. Sebab, banyak petugas atau jukir yang berhenti. Dia mengaku tidak tahu alasan jukir berhenti mengelola lahan parkir.

”Lahan parkir yang tidak ada jukirnya mayoritas merupakan lahan parkir di pinggir jalan di Kecamatan Kota. Akibatnya, pendapatan parkir terancam menyusut sekitar Rp 20 juta,” ucapnya kemarin (28/3).

Pihaknya berupaya mengisi kekosongan jukir di lahan parkir tersebut. Yaitu dengan bersosialisasi kepada masyarakat dan membuka lowongan pendaftaran menjadi jukir. Namun, upaya tersebut belum berhasil. Hingga saat ini, tidak ada seorang pun warga yang berminat mendaftar.

”Untuk mendaftar menjadi jukir tidak rumit. Warga cukup datang ke kantor dishub. Terpenting, yang bersangkutan siap dan berkomitmen menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  PAD dan BPHTB Lampaui Target

Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsul Arifin meminta dishub lebih maksimal mengelola lahan parkir. ”Permasalahan jangan dibiarkan berlarut-larut. Dishub harus mengevaluasi kinerja. Jangan-jangan alasan jukir berhenti karena gaji telat dan semcamnya,” tuding dia.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/