alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Wabup Lebih Tenang setelah Divaksin

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Penyuntikan vaksin Sinovac di Sampang dimulai kemarin (28/1). Peserta sekaligus penerima vaksin pertama yaitu Wakil Bupati (Wabup) Abdullah Hidayat. Kemudian disusul forkopimda dan influencer yang terdiri atas organisasi kemasyarakatan (ormas), pemuda, dan organisasi profesi kesehatan.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan, dampak destruktif pandemi Covid-19 begitu besar. Kerugian material dan korban jiwa juga terus bertambah. Pihaknya tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan, baik dari segi teknis medis maupun kebijakan.

Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum terbendung. Dibutuhkan langkah strategis dan terobosan masif. ”Insyaallah kegiatan vaksinasi masal ini menjadi salah satu solusi,” tuturnya.

Pelaksanaan vaksinasi secara khusus akan menyasar tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat publik. Kemudian, secara bertahap akan menyasar lapisan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan terbangun kekebalan kolektif sehingga tidak menimbulkan infeksi yang serius dan angka kematian bisa ditekan secara maksimal.

”Kita mulai vaksinasi ini dari pemerintah daerah diikuti forkopimda untuk memberi contoh dan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Haji Idi memastikan vaksin Sinovac aman dan halal. Vaksin tersebut sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Begitu juga dengan pernyataan kehalalan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga :  Setahun 25 Kali Nodai Anak Tiri

”Kami tidak serta-merta mengeluarkan vaksin tanpa koordinasi dengan BPOM dan MUI. Selama ini masih banyak isu hoaks tentang vaksin Covid-19 yang beredar di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk disuntik vaksin Covid-19. Kebijakan tersebut merupakan ikhtiar pemerintah mencari solusi terbaik untuk menekan semaksimal mungkin pandemi Covid-19. Sebab, kelompok sasaran yang akan disuntik vaksin pada akhirnya akan dilakukan kepada lapisan masyarakat.

”Saya sendiri pernah merasakan betapa sakitnya ketika kena virus ini. Berat rasanya untuk menjalani masa-masa kritis. Yang terpenting juga meningkatkan imun,” terangnya.

Wabup Sampang Abdullah Hidayat menuturkan, pihaknya mengikuti serangkaian pemeriksaan sebelum disuntik vaksin. Dimulai dari meja pertama untuk proses pendataan. Kemudian, pada meja kedua, di-screening kesehatan oleh petugas vaksinasi.

Setelah dinyatakan lolos pada meja kedua, Wabup langsung disuntik vaksin di meja ketiga. Kemudian menunggu selama 30 menit untuk observasi. ”Alhamdulillah, tidak pusing atau yang lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Kemah Pramuka Perkuat Mental Siswa

Setelah menjalani vaksinasi dia merasa lebih aman dan tenang. Dia mengaku selama pandemi Covid-19 aktivitas dan gerakan dalam sehari-hari terbatas. Dia berdoa agar virus korona segera hilang. ”Mudah-mudah dengan adanya vaksin ini kita aman dari virus korona,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PC NU Sampang KH Itqon Busiri. Pihaknya meminta masyarakat tidak takut untuk disuntik vaksin. Menurutnya, vaksin tersebut akan menekan potensi persebaran Covid-19.

”Saya berharap kepada masyarakat, terutama warga NU jangan ragu dan takut untuk divaksin agar tubuh kita sehat untuk melawan Covid-19,” harap Kiai Itqon.

Penerima vaksin di Pendapa Bupati terdiri atas Wabup, Dandim 0828/Sampang Letkol Arm. Mulya Yaser Kalsum, Ketua PN Irianto Prijatna Utama, dan Sekkab Yuliadi Setiyawan. Di samping itu, dari kalangan ormas seperti PC NU dan Muhammadiyah juga ikut divaksin bersama dengan tokoh muda seperti ketua karang taruna serta anggota DPRD Moh. Iqbal Fathoni.

Sementara Bupati Slamet Junaidi, Ketua DPRD Fadol, Kapolres AKBP Abdul Hafidz, dan Kepala Kemenag Pardi tidak bisa divaksin kemarin. Pasalnya, ada yang penyintas Covid-19 dan hipertensi. (bil)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Penyuntikan vaksin Sinovac di Sampang dimulai kemarin (28/1). Peserta sekaligus penerima vaksin pertama yaitu Wakil Bupati (Wabup) Abdullah Hidayat. Kemudian disusul forkopimda dan influencer yang terdiri atas organisasi kemasyarakatan (ormas), pemuda, dan organisasi profesi kesehatan.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan, dampak destruktif pandemi Covid-19 begitu besar. Kerugian material dan korban jiwa juga terus bertambah. Pihaknya tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan, baik dari segi teknis medis maupun kebijakan.

Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum terbendung. Dibutuhkan langkah strategis dan terobosan masif. ”Insyaallah kegiatan vaksinasi masal ini menjadi salah satu solusi,” tuturnya.


Pelaksanaan vaksinasi secara khusus akan menyasar tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat publik. Kemudian, secara bertahap akan menyasar lapisan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan terbangun kekebalan kolektif sehingga tidak menimbulkan infeksi yang serius dan angka kematian bisa ditekan secara maksimal.

”Kita mulai vaksinasi ini dari pemerintah daerah diikuti forkopimda untuk memberi contoh dan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Haji Idi memastikan vaksin Sinovac aman dan halal. Vaksin tersebut sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Begitu juga dengan pernyataan kehalalan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga :  Setahun 25 Kali Nodai Anak Tiri

”Kami tidak serta-merta mengeluarkan vaksin tanpa koordinasi dengan BPOM dan MUI. Selama ini masih banyak isu hoaks tentang vaksin Covid-19 yang beredar di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk disuntik vaksin Covid-19. Kebijakan tersebut merupakan ikhtiar pemerintah mencari solusi terbaik untuk menekan semaksimal mungkin pandemi Covid-19. Sebab, kelompok sasaran yang akan disuntik vaksin pada akhirnya akan dilakukan kepada lapisan masyarakat.

”Saya sendiri pernah merasakan betapa sakitnya ketika kena virus ini. Berat rasanya untuk menjalani masa-masa kritis. Yang terpenting juga meningkatkan imun,” terangnya.

Wabup Sampang Abdullah Hidayat menuturkan, pihaknya mengikuti serangkaian pemeriksaan sebelum disuntik vaksin. Dimulai dari meja pertama untuk proses pendataan. Kemudian, pada meja kedua, di-screening kesehatan oleh petugas vaksinasi.

Setelah dinyatakan lolos pada meja kedua, Wabup langsung disuntik vaksin di meja ketiga. Kemudian menunggu selama 30 menit untuk observasi. ”Alhamdulillah, tidak pusing atau yang lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Harkitnas, Pemkab Sampang Teken MoU dengan TP4D

Setelah menjalani vaksinasi dia merasa lebih aman dan tenang. Dia mengaku selama pandemi Covid-19 aktivitas dan gerakan dalam sehari-hari terbatas. Dia berdoa agar virus korona segera hilang. ”Mudah-mudah dengan adanya vaksin ini kita aman dari virus korona,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PC NU Sampang KH Itqon Busiri. Pihaknya meminta masyarakat tidak takut untuk disuntik vaksin. Menurutnya, vaksin tersebut akan menekan potensi persebaran Covid-19.

”Saya berharap kepada masyarakat, terutama warga NU jangan ragu dan takut untuk divaksin agar tubuh kita sehat untuk melawan Covid-19,” harap Kiai Itqon.

Penerima vaksin di Pendapa Bupati terdiri atas Wabup, Dandim 0828/Sampang Letkol Arm. Mulya Yaser Kalsum, Ketua PN Irianto Prijatna Utama, dan Sekkab Yuliadi Setiyawan. Di samping itu, dari kalangan ormas seperti PC NU dan Muhammadiyah juga ikut divaksin bersama dengan tokoh muda seperti ketua karang taruna serta anggota DPRD Moh. Iqbal Fathoni.

Sementara Bupati Slamet Junaidi, Ketua DPRD Fadol, Kapolres AKBP Abdul Hafidz, dan Kepala Kemenag Pardi tidak bisa divaksin kemarin. Pasalnya, ada yang penyintas Covid-19 dan hipertensi. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/