alexametrics
29.1 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pemilik Lahan Segel SDN Asemjaran 1

SAMPANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Asemjaran 1 akan terganggu. Lantaran pagar sekolah tersebut dilas oleh pemilik lahan Rabu (27/12). Penyebabnya, pemerintah dituding tidak pernah memberikan ganti rugi.

H Mahdar pemilik lahan mengungkapkan, tanah itu sudah ditempati gedung sekolah sejak keluarnya Inpres 1 tahun 1975 lalu. Lahan itu ditempati atas seizin orang tuanya. Akan tetapi, tidak ada transaksi jual beli sampai sekarang.

Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Sampang pada Oktober lalu. Dia berharap ada kejelasan dari pemerintah. Namun, tidak ada respons. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk menyegel.

Selain pagar sekolah dilas, juga dipasang spanduk warna merah yang berisi tulisan bahwa sekolah tersebut disegel. Dia mengaku memiliki bukti sah atas kepemilikan tanah itu. ”Ini tanah milik saya, sertifikatnya atas nama saya,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Siswa SDN Madulang 2 Belajar di Tempat Parkir Motor

Segel itu akan dibuka setelah ada kejelasan dari pemerintah mengenai status tanah tersebut. Namun, jika pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut, pihaknya meminta supaya lahan itu dikosongkan.

”Saya hanya minta ganti rugi atas tanah yang sudah ditempati bangunan sekolah tersebut,” terangnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Sampang Ach. Rojiun membenarkan bahwa tanah yang ditempati bangunan SDN Asemjaran 1 bukan milik pemerintah. Menurut dia, tanah tersebut masih bersertifikat atas nama pemilik tanah.

Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan kompensasi kepada pemilik tanah berupa kegiatan. Hal itu dinilai sudah cukup. ”Kami sudah berikan kompensasi, tapi itu dinilai masih kurang terus,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Warga Khawatir,┬áKonsultan Pastikan Instalasi Pompa Banjir Aman

Jika sekolah tersebut benar-benar disegel dan sampai mengganggu KBM, pihaknya akan melaporkan kepada aparat penegak hukum. ”Jika disegel, ya kami akan lapor polisi, kami akan selesaikan secara hukum,” ungkapnya.

SAMPANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Asemjaran 1 akan terganggu. Lantaran pagar sekolah tersebut dilas oleh pemilik lahan Rabu (27/12). Penyebabnya, pemerintah dituding tidak pernah memberikan ganti rugi.

H Mahdar pemilik lahan mengungkapkan, tanah itu sudah ditempati gedung sekolah sejak keluarnya Inpres 1 tahun 1975 lalu. Lahan itu ditempati atas seizin orang tuanya. Akan tetapi, tidak ada transaksi jual beli sampai sekarang.

Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Sampang pada Oktober lalu. Dia berharap ada kejelasan dari pemerintah. Namun, tidak ada respons. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk menyegel.

Selain pagar sekolah dilas, juga dipasang spanduk warna merah yang berisi tulisan bahwa sekolah tersebut disegel. Dia mengaku memiliki bukti sah atas kepemilikan tanah itu. ”Ini tanah milik saya, sertifikatnya atas nama saya,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Pendidikan Mampu Mengubah Keadaan

Segel itu akan dibuka setelah ada kejelasan dari pemerintah mengenai status tanah tersebut. Namun, jika pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut, pihaknya meminta supaya lahan itu dikosongkan.

”Saya hanya minta ganti rugi atas tanah yang sudah ditempati bangunan sekolah tersebut,” terangnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Sampang Ach. Rojiun membenarkan bahwa tanah yang ditempati bangunan SDN Asemjaran 1 bukan milik pemerintah. Menurut dia, tanah tersebut masih bersertifikat atas nama pemilik tanah.

Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan kompensasi kepada pemilik tanah berupa kegiatan. Hal itu dinilai sudah cukup. ”Kami sudah berikan kompensasi, tapi itu dinilai masih kurang terus,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  153 Kasek Belum Terima SK Mutasi

Jika sekolah tersebut benar-benar disegel dan sampai mengganggu KBM, pihaknya akan melaporkan kepada aparat penegak hukum. ”Jika disegel, ya kami akan lapor polisi, kami akan selesaikan secara hukum,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/