alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Dishub Pastikan Tambatan Perahu Dianggarkan 2018

SAMPANG – Tahun depan pemkab menyediakan anggaran Rp 2.468.400.000 untuk pembangunan dermaga pelabuhan atau tambatan perahu. Namun, program itu dibantah dinas perhubungan (dishub).

Menyikapi masalah tersebut, Bapelitbangda Sampang angkat bicara. Pihak bapelitbangda menyebut pembangunan tambatan perahu dianggarkan untuk 2018 melalui dana alokasi umum (DAU).

Kabid Praswil dan Tata Ruang Bapelitbangda Sampang Abdul Rachman mengatakan, awalnya dishub mengajukan dana Rp 5,8 miliar melalui dana alokasi khusus (DAK). Karena tidak ada DAK untuk tambatan perahu, kemudian diusulkan melalui bantuan keuangan (BK) Provinsi Jatim Rp 800 juta.

”Berdasar pertimbangan pusat dan provinsi, ternyata usulan itu tidak diterima. Kami tidak tahu apa alasannya,” ucapnya Rabu (27/12).

Setelah dikroscek saat mengikuti rapat dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) tentang hasil evaluasi anggaran oleh Pemprov Jatim, Rachman menyebut pembangunan tambatan perahu dianggarkan melalui DAU. ”Ternyata sumber dananya dari DAU. Saya tanya ke BPPKAD memang ada di RKA (rencana kerja anggaran, Red). Jadi, dananya dari DAU,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Sampang Slamet Junaidi Tegaskan Kemitraan dengan JPRM Baik

Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut Dishub Sampang Chotibul Umam berdalih anggaran untuk pembangunan tambatan perahu dihapus. Alasannya, pengusulan melalui DAK, tapi tidak disetujui.

”Hasil rapat di banggar, rencananya dishub dapat DAK Rp 8 miliar. Nah, itu katanya gagal,” dalihnya.

Dia mengaku, DAU tidak akan cukup jika digunakan untuk pembangunan tambatan perahu. Namun, Chotib belum bisa memastikan dana itu dihapus atau tidak.

”Yang saya dengar, dana itu dihapus. Ya sudah kalau memang dihapus,” ujarnya.

Chotib mengklaim, anggaran yang bersumber dari DAU sangat kecil dan tidak mencukupi. Menurut dia, anggaran DAU kebanyakan hanya digunakan untuk belanja rutin.

”DAU itu kecil. Paling cuma untuk belanja seragam, perawatan kapal, operasi, dan lain-lain,” kelitnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Anwar Sanusi menyampaikan, DAU tidak hanya digunakan untuk belanja rutin. Kegiatan fisik pun, ada yang dianggarkan melalui DAU.  ”Artinya, DAU ini bukan lantas hanya sebagai belanja rutin,” tegasnya.

Baca Juga :  Tim Gabungan Sita Ratusan Miras

Dia mengaku, anggaran untuk pembangunan tambatan perahu dianggarkan.  Termasuk, pengadaan PJU juga dianggarkan melalui DAU. ”Jadi, ada anggaran untuk itu.  Pura-pura bodoh saja orang dishub itu,” tudingnya.

Anwar menegaskan, saat pembahasan di komisi, tambatan perahu dianggarkan. Namun, dia tidak mengingat benar apakah kegiatan tersebut dianggarkan melalui DAK, DAU, atau BK.

”Di RKA juga tercantum itu. Saya juga menjamin RKA dishub 2018 tidak akan berubah di dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Karena akan sangat sulit mengubah RKA,” terangnya. Karena itu, dia memastikan pembangunan tambatan perahu 2018 dianggarkan.

Sekadar diketahui, pembangunan tambatan perahu 2018 di Dishub Sampang menelan Rp 2.468.400.000. Perinciannya, belanja pegawai Rp 9.950.000, belanja barang dan jasa Rp 27.250.000, serta belanja modal Rp 2.431.200.000.

SAMPANG – Tahun depan pemkab menyediakan anggaran Rp 2.468.400.000 untuk pembangunan dermaga pelabuhan atau tambatan perahu. Namun, program itu dibantah dinas perhubungan (dishub).

Menyikapi masalah tersebut, Bapelitbangda Sampang angkat bicara. Pihak bapelitbangda menyebut pembangunan tambatan perahu dianggarkan untuk 2018 melalui dana alokasi umum (DAU).

Kabid Praswil dan Tata Ruang Bapelitbangda Sampang Abdul Rachman mengatakan, awalnya dishub mengajukan dana Rp 5,8 miliar melalui dana alokasi khusus (DAK). Karena tidak ada DAK untuk tambatan perahu, kemudian diusulkan melalui bantuan keuangan (BK) Provinsi Jatim Rp 800 juta.


”Berdasar pertimbangan pusat dan provinsi, ternyata usulan itu tidak diterima. Kami tidak tahu apa alasannya,” ucapnya Rabu (27/12).

Setelah dikroscek saat mengikuti rapat dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) tentang hasil evaluasi anggaran oleh Pemprov Jatim, Rachman menyebut pembangunan tambatan perahu dianggarkan melalui DAU. ”Ternyata sumber dananya dari DAU. Saya tanya ke BPPKAD memang ada di RKA (rencana kerja anggaran, Red). Jadi, dananya dari DAU,” katanya.

Baca Juga :  Banyak Desa Alami Kekeringan, Anggaran Droping Air Menyusut. Kok Bisa?

Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut Dishub Sampang Chotibul Umam berdalih anggaran untuk pembangunan tambatan perahu dihapus. Alasannya, pengusulan melalui DAK, tapi tidak disetujui.

”Hasil rapat di banggar, rencananya dishub dapat DAK Rp 8 miliar. Nah, itu katanya gagal,” dalihnya.

Dia mengaku, DAU tidak akan cukup jika digunakan untuk pembangunan tambatan perahu. Namun, Chotib belum bisa memastikan dana itu dihapus atau tidak.

”Yang saya dengar, dana itu dihapus. Ya sudah kalau memang dihapus,” ujarnya.

Chotib mengklaim, anggaran yang bersumber dari DAU sangat kecil dan tidak mencukupi. Menurut dia, anggaran DAU kebanyakan hanya digunakan untuk belanja rutin.

”DAU itu kecil. Paling cuma untuk belanja seragam, perawatan kapal, operasi, dan lain-lain,” kelitnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Anwar Sanusi menyampaikan, DAU tidak hanya digunakan untuk belanja rutin. Kegiatan fisik pun, ada yang dianggarkan melalui DAU.  ”Artinya, DAU ini bukan lantas hanya sebagai belanja rutin,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Senang Silaturahmi dengan Ulama-Masyarakat

Dia mengaku, anggaran untuk pembangunan tambatan perahu dianggarkan.  Termasuk, pengadaan PJU juga dianggarkan melalui DAU. ”Jadi, ada anggaran untuk itu.  Pura-pura bodoh saja orang dishub itu,” tudingnya.

Anwar menegaskan, saat pembahasan di komisi, tambatan perahu dianggarkan. Namun, dia tidak mengingat benar apakah kegiatan tersebut dianggarkan melalui DAK, DAU, atau BK.

”Di RKA juga tercantum itu. Saya juga menjamin RKA dishub 2018 tidak akan berubah di dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Karena akan sangat sulit mengubah RKA,” terangnya. Karena itu, dia memastikan pembangunan tambatan perahu 2018 dianggarkan.

Sekadar diketahui, pembangunan tambatan perahu 2018 di Dishub Sampang menelan Rp 2.468.400.000. Perinciannya, belanja pegawai Rp 9.950.000, belanja barang dan jasa Rp 27.250.000, serta belanja modal Rp 2.431.200.000.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/