alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Bakal Tambah CCTV di Titik Jalan Rawan Laka

SAMPANG – Tidak semua traffic light di Sampang terpantau melalui close circuit television (CCTV). Karena itu, dishub dan satlntas polres sepakat menambah CCTV di jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas dan penjambretan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Zuhri mengatakan, lembaganya sudah memasang CCTV di tiga lokasi. Yakni, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Trunojoyo. ”Itu yang sudah kami pasang. Kalau traffic light lainnya masih belum,” ujarnya Rabu (27/12).

Menurut dia, lokasi pemasangan CCTV selain karena jalan ramai, untuk mengetahui pelanggaran lalu lintas. Dishub juga berencana memasang CCTV di daerah rawan kecelakaan dan penjambretan. ”Kalau selain itu tidak ada. Sementara hanya diperkotaan,” akunya.

Baca Juga :  14 Hari, Satlantas Polres Sampang Tilang 1.735 Pengemudi Kendaraan

Mantan kepala Dispendukcapil Sampang itu menjelaskan, pemasangan CCTV harus dikoordinasikan bersama tim dan pihak terkait. Hal itu bertujuan menentukan lokasi yang memang butuh pengawasan ekstra. Pemasangan dilakukan secara bertahap. ”Kalau wilayah lain, ya yang ramai kendaraan dan lokasi rawan kecelakaan,” ujarnya.

Berapa anggaran pengadaan CCTV? Zuhri memilih irit bicara. Dia mengaku tidak tahu pasti jumlah anggarannya. ”Yang tahu PPTK-nya (pejabat pelaksana teknis kegiatan),” ucapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar A. mengaku sudah berkoordinasi dengan dishub. Penambahan itu direncanakan dua lokasi. Kemungkinan, pemasangan terealisasi 2018.

”Pemasangan CCTV biasanya berkoordinasi dengan kami untuk menentukan titik-titiknya,” katanya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Baca Juga :  Pengguna Jalan Keluhkan Sopir Truk Pengangkut Sirtu Gara-Gara Begini

Pada dasarnya, kata dia, pemasangan CCTV dilakukan untuk mengatahui situasi di lokasi tersebut. Misalnya, kondisi arus lalu lintas, kecelakaan, pelanggaran, dan lainnya. ”Untuk yang dua titik, lokasinya tidak tahu di mana. Tapi, kami harapkan akses masuk dan keluar kota. Kami mengusulkan di titik rawan laka,” pungkasnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Tidak semua traffic light di Sampang terpantau melalui close circuit television (CCTV). Karena itu, dishub dan satlntas polres sepakat menambah CCTV di jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas dan penjambretan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Zuhri mengatakan, lembaganya sudah memasang CCTV di tiga lokasi. Yakni, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Trunojoyo. ”Itu yang sudah kami pasang. Kalau traffic light lainnya masih belum,” ujarnya Rabu (27/12).

Menurut dia, lokasi pemasangan CCTV selain karena jalan ramai, untuk mengetahui pelanggaran lalu lintas. Dishub juga berencana memasang CCTV di daerah rawan kecelakaan dan penjambretan. ”Kalau selain itu tidak ada. Sementara hanya diperkotaan,” akunya.

Baca Juga :  Pengguna Jalan Keluhkan Sopir Truk Pengangkut Sirtu Gara-Gara Begini

Mantan kepala Dispendukcapil Sampang itu menjelaskan, pemasangan CCTV harus dikoordinasikan bersama tim dan pihak terkait. Hal itu bertujuan menentukan lokasi yang memang butuh pengawasan ekstra. Pemasangan dilakukan secara bertahap. ”Kalau wilayah lain, ya yang ramai kendaraan dan lokasi rawan kecelakaan,” ujarnya.

Berapa anggaran pengadaan CCTV? Zuhri memilih irit bicara. Dia mengaku tidak tahu pasti jumlah anggarannya. ”Yang tahu PPTK-nya (pejabat pelaksana teknis kegiatan),” ucapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar A. mengaku sudah berkoordinasi dengan dishub. Penambahan itu direncanakan dua lokasi. Kemungkinan, pemasangan terealisasi 2018.

”Pemasangan CCTV biasanya berkoordinasi dengan kami untuk menentukan titik-titiknya,” katanya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Baca Juga :  KKG-JPRM Latih Guru Menulis Artikel

Pada dasarnya, kata dia, pemasangan CCTV dilakukan untuk mengatahui situasi di lokasi tersebut. Misalnya, kondisi arus lalu lintas, kecelakaan, pelanggaran, dan lainnya. ”Untuk yang dua titik, lokasinya tidak tahu di mana. Tapi, kami harapkan akses masuk dan keluar kota. Kami mengusulkan di titik rawan laka,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/