alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

IAI Nata dan Stikes Nata Gelar Wisuda XV

SAMPANG – Institut Agama Islam (IAI) Nazhatut Thullab (Nata) Sampang dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nata menggelar rapat senat terbuka dan wisuda bersama XV tahun akademik 2018–2019 Selasa (26/11).

Kegiatan tersebut dihadiri Pemimpin Yayasan Ponpes Nazhatut Thullab, Prajjan, Camplong, KH Muhammad bin Mu’afi, M.PSDM., M.Pd.I.; Rektor IAI Nata KH Moh. Toyyib Madani, M.A.; Ketua Stikes Nata Nyai Hj. Zairina, S.I.P.; ketua LLDikti Jawa Timur; PPNI Jawa Timur; dan koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi, Wakil Bupati Abdullah Hidayat, dan Ketua DPRD Sampang Fadol juga turut hadir. Peserta wisuda di halaman kampus itu berjumlah 110 orang. Perinciannya, 75 wisudawan/wisudawati IAI Nata dan 35 wisudawan/wisudawati Stikes Nata.

KH Moh. Toyyib Madani menyampaikan, 75 mahasiswa IAI Nata yang diwisuda berasal dari empat program studi (prodi). Yakni, 28 orang dari pendidikan agama Islam (PAI), 4 orang dari hukum keluarga syariah (HKI), 36 dari ekonomi syariah, dan 7 orang dari manajemen pendidikan Islam.

Baca Juga :  Disporabudpar Gelar Gerak Jalan

”Semoga seluruh mahasiswa yang diwisuda dapat mengamalkan ilmunya dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Jangan berhenti mencari ilmu, terus lanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa lulusan IAI Nata telah banyak bekerja di lembaga atau instansi pemerintah. Karena itu, lulusan IAI Nata mampu bersaing. IAI Nata berkomitmen membantu pemerintah meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Sampang.

”Tiap tahun, kami buka program beasiswa bidikmisi dan santri berprestasi yang bertujuan membantu masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah, tapi tidak punya biaya,” ujarnya.

Ketua Stikes Nata Nyai Hj Zairina menambahkan, program studi di Stikes Nata terdiri atas D-3 keperawatan, S-1 keperawatan, dan profesi ners. Mahasiswa lulusan Stikes Nata dibekali skill dan kemampuan di bidang kegawatdaruratan, bahasa Inggris, komputer, dan ilmu bisnis.

Baca Juga :  Tak Lulus Kuliah, Lahirkan Siswa Berprestasi Tingkat Asia Tenggara

Selain itu, Stikes Nata akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Sampang dengan mengikuti perkembangan zaman di era revolusi industri 4.0. Misalnya, membuka jurusan baru, bekerja sama dengan pemkab, rumah sakit, dan puskesmas.

”Selamat kepada seluruh yang diwisuda. Semoga ilmunya bermanfaat dan istiqamah dalam mengabdi kepada masyarakat. Stikes Nata akan terus berkontribusi menyumbangkan pemikiran kepada pemkab dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Sampang,” tegasnya.

IAI Nata sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nazhatut Thullab (STIT Nata) dan Stikes Nata bernama Akper Nata. Dua lembaga tersebut berubah nama setelah keluar Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 454/2019 tentang Izin Perubahan Bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam menjadi Institut Agama Islam pada 22 Mei 2019. Juga Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tentang Izin Perubahan Bentuk dari Akper menjadi Stikes tertanggal 10 September 2019.

SAMPANG – Institut Agama Islam (IAI) Nazhatut Thullab (Nata) Sampang dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nata menggelar rapat senat terbuka dan wisuda bersama XV tahun akademik 2018–2019 Selasa (26/11).

Kegiatan tersebut dihadiri Pemimpin Yayasan Ponpes Nazhatut Thullab, Prajjan, Camplong, KH Muhammad bin Mu’afi, M.PSDM., M.Pd.I.; Rektor IAI Nata KH Moh. Toyyib Madani, M.A.; Ketua Stikes Nata Nyai Hj. Zairina, S.I.P.; ketua LLDikti Jawa Timur; PPNI Jawa Timur; dan koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi, Wakil Bupati Abdullah Hidayat, dan Ketua DPRD Sampang Fadol juga turut hadir. Peserta wisuda di halaman kampus itu berjumlah 110 orang. Perinciannya, 75 wisudawan/wisudawati IAI Nata dan 35 wisudawan/wisudawati Stikes Nata.


KH Moh. Toyyib Madani menyampaikan, 75 mahasiswa IAI Nata yang diwisuda berasal dari empat program studi (prodi). Yakni, 28 orang dari pendidikan agama Islam (PAI), 4 orang dari hukum keluarga syariah (HKI), 36 dari ekonomi syariah, dan 7 orang dari manajemen pendidikan Islam.

Baca Juga :  Kolam Labuh Kurang Bermanfaat

”Semoga seluruh mahasiswa yang diwisuda dapat mengamalkan ilmunya dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Jangan berhenti mencari ilmu, terus lanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa lulusan IAI Nata telah banyak bekerja di lembaga atau instansi pemerintah. Karena itu, lulusan IAI Nata mampu bersaing. IAI Nata berkomitmen membantu pemerintah meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Sampang.

”Tiap tahun, kami buka program beasiswa bidikmisi dan santri berprestasi yang bertujuan membantu masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah, tapi tidak punya biaya,” ujarnya.

Ketua Stikes Nata Nyai Hj Zairina menambahkan, program studi di Stikes Nata terdiri atas D-3 keperawatan, S-1 keperawatan, dan profesi ners. Mahasiswa lulusan Stikes Nata dibekali skill dan kemampuan di bidang kegawatdaruratan, bahasa Inggris, komputer, dan ilmu bisnis.

Baca Juga :  STKIP PGRI Jadi Tuan Rumah Latsarnas Perti VI

Selain itu, Stikes Nata akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Sampang dengan mengikuti perkembangan zaman di era revolusi industri 4.0. Misalnya, membuka jurusan baru, bekerja sama dengan pemkab, rumah sakit, dan puskesmas.

”Selamat kepada seluruh yang diwisuda. Semoga ilmunya bermanfaat dan istiqamah dalam mengabdi kepada masyarakat. Stikes Nata akan terus berkontribusi menyumbangkan pemikiran kepada pemkab dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Sampang,” tegasnya.

IAI Nata sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nazhatut Thullab (STIT Nata) dan Stikes Nata bernama Akper Nata. Dua lembaga tersebut berubah nama setelah keluar Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 454/2019 tentang Izin Perubahan Bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam menjadi Institut Agama Islam pada 22 Mei 2019. Juga Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tentang Izin Perubahan Bentuk dari Akper menjadi Stikes tertanggal 10 September 2019.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/