21 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Potensi Perubahan Usulan PPPK Kecil

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Ketersediaan kuota pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) di Sampang masih menjadi teka-teki. Usulan jumlah formasi belum mendapat persetujuan pemerintah pusat. Dalam hal ini, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Kabid Informasi dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Sampang Hendro Sugiarto menerangkan, perekrutan ASN 2022 belum jelas. Baik untuk pelaksanaan rekrutmen maupun ketersediaan kuota formasi.

Alasannya, menunggu arahan dan rekomendasi pemerintah pusat atas usulan daerah. Namun, sampai sekarang belum ada respons mengenai kuota perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Usulan yang dilayangkan 319 formasi. Terdiri atas unsur guru, tenga kesehatan, penyuluh pertanian, dan tenaga administrasi lainya. Usulan berdasar kebutuhan prioritas yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Baca Juga :  Dinas PUPR Tuntaskan Proyek Jalan Kedungdung–Bringkoning

Sebab, jelas dia, honor PPPK menjadi beban pemerintah daerah. ”Kalau untuk pengakatan PPPK tahun ini menunggu rekomendasi pusat. Daerah sudah mengusulkan,” jelasnya.

Menurut Hendro, ketentuan akhir bergantung pada hasil rekomendasi pusat. Tetapi, potensi perubahan jumlah usulan dengan yang direkomendasi kecil. Sebab, dasarnya daerah yang mengetahui kondisi di bawah.

Hendro memperkirakan, Oktober sudah ada kejelasan mengenai rekomendasi dan pelaksanaan rekrutmen. Sebab, sisa waktu hingga akhir tahun juga tidak lama. ”Ini hanya untuk pengangkatan PPPK karena daerah tidak lagi membuka pendaftaran CPNS,” jelasnya. (jun/luq)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Ketersediaan kuota pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) di Sampang masih menjadi teka-teki. Usulan jumlah formasi belum mendapat persetujuan pemerintah pusat. Dalam hal ini, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Kabid Informasi dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Sampang Hendro Sugiarto menerangkan, perekrutan ASN 2022 belum jelas. Baik untuk pelaksanaan rekrutmen maupun ketersediaan kuota formasi.

Alasannya, menunggu arahan dan rekomendasi pemerintah pusat atas usulan daerah. Namun, sampai sekarang belum ada respons mengenai kuota perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).


Usulan yang dilayangkan 319 formasi. Terdiri atas unsur guru, tenga kesehatan, penyuluh pertanian, dan tenaga administrasi lainya. Usulan berdasar kebutuhan prioritas yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Baca Juga :  Hari Ini Dijadwalkan Hasil Seleksi PPPK Diumumkan

Sebab, jelas dia, honor PPPK menjadi beban pemerintah daerah. ”Kalau untuk pengakatan PPPK tahun ini menunggu rekomendasi pusat. Daerah sudah mengusulkan,” jelasnya.

Menurut Hendro, ketentuan akhir bergantung pada hasil rekomendasi pusat. Tetapi, potensi perubahan jumlah usulan dengan yang direkomendasi kecil. Sebab, dasarnya daerah yang mengetahui kondisi di bawah.

Hendro memperkirakan, Oktober sudah ada kejelasan mengenai rekomendasi dan pelaksanaan rekrutmen. Sebab, sisa waktu hingga akhir tahun juga tidak lama. ”Ini hanya untuk pengangkatan PPPK karena daerah tidak lagi membuka pendaftaran CPNS,” jelasnya. (jun/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Puluhan Ribu Warga Tinggalkan Madura

Hiburan Menarik, Warga Kian Tertarik

Kuota Peserta AF 23 Sisa Delapan

Polres Amankan Dua Budak Narkoba

Artikel Terbaru

/