alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Wajibkan Pemdes Sisihkan Dana Desa

SAMPANG – Saat ini terdapat 17 daerah yang termasuk dalam kategori lokus stunting. Pemerintah desa (pemdes) di Sampang juga diimbau ikut berkontribusi melakukan pencegahan stunting.

Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto mengutarakan, pihaknya sudah mengupayakan agar penanganan stunting lebih maksimal. Misalnya, memerintahkan pemdes agar mengalokasikan dana desa (DD) untuk menunjang program pencegahan stunting. Utamanya di daerah lokus stunting.

DPMD mewajibkan kepala desa (Kades) menyisihkan DD untuk menekan angka kekurangan gizi di kalangan masyarakat. Apalagi, hal itu juga diinstruksikan Kemennterian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kendati begitu, tidak dijelaskan secara detail persentase yang harus dikucurkan untuk kesehatan masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Realisasi Listrik Gratis Rp 1,5 Miliar Minim

”DD itu tidak melulu hanya untuk penangananan infrastruktur. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga penting. Dalam Permendes juga diatur terkait pemanfaatan DD. Setiap tahun ada prioritasnya,” paparnya kemarin (27/8)

Menurut Suhanto, program penanganan stunting di desa bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil (bumil) dan bayi. Di samping itu program jambanisasi keluarga.

MCK (mandi, cuci, kakus) juga penting untuk menekan angka penderita stunting. Kendati begitu, hal itu tidak secara khusus diterapkan di daerah lokus stunting. Desa yang tidak termasuk lokus stunting juga dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut jika dianggap penting.

”Kami tidak hanya fokus pada daerah yang masuk lokus stunting. Tapi semua desa juga harus memperhatikan aspek kesehatan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pamekasan Dapat Tambahan Rp 6 Miliar Dana Desa

”Terpenting adalah kesehatan dan kebutuhan masyarakat yang urgen diutamakan,” imbuhnya. (bil)

 

- Advertisement -

SAMPANG – Saat ini terdapat 17 daerah yang termasuk dalam kategori lokus stunting. Pemerintah desa (pemdes) di Sampang juga diimbau ikut berkontribusi melakukan pencegahan stunting.

Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto mengutarakan, pihaknya sudah mengupayakan agar penanganan stunting lebih maksimal. Misalnya, memerintahkan pemdes agar mengalokasikan dana desa (DD) untuk menunjang program pencegahan stunting. Utamanya di daerah lokus stunting.

DPMD mewajibkan kepala desa (Kades) menyisihkan DD untuk menekan angka kekurangan gizi di kalangan masyarakat. Apalagi, hal itu juga diinstruksikan Kemennterian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kendati begitu, tidak dijelaskan secara detail persentase yang harus dikucurkan untuk kesehatan masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Pj Bupati Salat Idul Fitri Bersama Warga

”DD itu tidak melulu hanya untuk penangananan infrastruktur. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga penting. Dalam Permendes juga diatur terkait pemanfaatan DD. Setiap tahun ada prioritasnya,” paparnya kemarin (27/8)

Menurut Suhanto, program penanganan stunting di desa bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil (bumil) dan bayi. Di samping itu program jambanisasi keluarga.

MCK (mandi, cuci, kakus) juga penting untuk menekan angka penderita stunting. Kendati begitu, hal itu tidak secara khusus diterapkan di daerah lokus stunting. Desa yang tidak termasuk lokus stunting juga dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut jika dianggap penting.

”Kami tidak hanya fokus pada daerah yang masuk lokus stunting. Tapi semua desa juga harus memperhatikan aspek kesehatan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Izin Belum Lengkap, Tambang Jalan Terus

”Terpenting adalah kesehatan dan kebutuhan masyarakat yang urgen diutamakan,” imbuhnya. (bil)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/