alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Jadi Mualaf karena Tenang Dengar Ayat Alquran

SAMPANG – Suasana Pendapa Trunojoyo Bupati Sampang tampak ramai kemarin (27/6). Puluhan sepeda motor berjejer di dekat pos satpam. Sementara kendaraan roda empat diparkir terpisah di beberapa titik sekitar pendapa. Di antaranya ada yang berpelat merah.

Tepat di barat Pendapa Trunojoyo terdapat musala. Tampak Bupati Sampang Slamet Junaidi, Ketua PKK Sampang Mimin Haryati Slamet Junaidi, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Pimpinan PC NU Sampang dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga tampak duduk melingkar.

Mereka menjadi saksi pembacaan dua kalimat syahadat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anang Djoenaedi. Anang memilih pindah dari agama Katolik ke Islam. Dia meyakini Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Pembacaan dua kalimat syahadat Anang dituntun oleh Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syafiuddin. Nama Anang ditambah menjadi Muhammad Anang Djoenaedi Santoso. Suasana haru menyelimuti momen tersebut. ”Alhamdulillah, mungkin semua ini sudah jalan yang harus saya jalani,” kata Anang.

Baca Juga :  RSUD Mohammad Zyn Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Keputusan untuk pindah agama sudah dipikirkan dengan matang. Ketika muncul keinginan untuk memeluk Islam, dia tidak serta-merta langsung mengambil keputusan. Membutuhkan waktu lama. ”Semuanya butuh proses,” ujarnya dengan wajah semringah.

Keputusan tersebut muncul dari lubuk hati sendiri. Selama dua tahun hati Anang tergerak untuk memeluk agama Islam. ”Allah sudah memberikan hidayah kepada saya untuk memeluk agama Islam,” ungkap Anang.

Salah satu alasan memilih Islam sebagai petunjuk dalam menjalankan hidupnya ke depan. Ketika mendengar lantunan ayat suci Alquran dia merasa tenang dan damai. Karena itu, dia meminta doa agar istiqamah dalam memeluk agamanya yang baru tersebut. ”Tidak serta-merta satu dua hari atau satu dua bulan, tidak. Prosesnya lama dan saya renungkan di situ,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemdes Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyambut baik keinginan salah satu bawahannya tersebut. Pria yang akrab dipanggil H Idi itu mengaku terharu menyaksikan proses pembacaan dua kalimat syahadat Anang. ”Semoga bisa menjalankan ajaran Islam dengan baik,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya memberikan hadiah berupa umrah kepada Anang. H Idi mengingatkan agar berhati-hati dalam mengikuti aliran. Sebab, saat ini banyak bermunculan aliran yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan dalam Islam.

”Islam itu agama yang rahmatan lil alamin. Ikuti ajaran-ajaran yang dianjurkan dalam ahlussunnah wal jamaah,” sarannya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG – Suasana Pendapa Trunojoyo Bupati Sampang tampak ramai kemarin (27/6). Puluhan sepeda motor berjejer di dekat pos satpam. Sementara kendaraan roda empat diparkir terpisah di beberapa titik sekitar pendapa. Di antaranya ada yang berpelat merah.

Tepat di barat Pendapa Trunojoyo terdapat musala. Tampak Bupati Sampang Slamet Junaidi, Ketua PKK Sampang Mimin Haryati Slamet Junaidi, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Pimpinan PC NU Sampang dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga tampak duduk melingkar.

Mereka menjadi saksi pembacaan dua kalimat syahadat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anang Djoenaedi. Anang memilih pindah dari agama Katolik ke Islam. Dia meyakini Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.


Pembacaan dua kalimat syahadat Anang dituntun oleh Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syafiuddin. Nama Anang ditambah menjadi Muhammad Anang Djoenaedi Santoso. Suasana haru menyelimuti momen tersebut. ”Alhamdulillah, mungkin semua ini sudah jalan yang harus saya jalani,” kata Anang.

Baca Juga :  RSUD Mohammad Zyn Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Keputusan untuk pindah agama sudah dipikirkan dengan matang. Ketika muncul keinginan untuk memeluk Islam, dia tidak serta-merta langsung mengambil keputusan. Membutuhkan waktu lama. ”Semuanya butuh proses,” ujarnya dengan wajah semringah.

Keputusan tersebut muncul dari lubuk hati sendiri. Selama dua tahun hati Anang tergerak untuk memeluk agama Islam. ”Allah sudah memberikan hidayah kepada saya untuk memeluk agama Islam,” ungkap Anang.

Salah satu alasan memilih Islam sebagai petunjuk dalam menjalankan hidupnya ke depan. Ketika mendengar lantunan ayat suci Alquran dia merasa tenang dan damai. Karena itu, dia meminta doa agar istiqamah dalam memeluk agamanya yang baru tersebut. ”Tidak serta-merta satu dua hari atau satu dua bulan, tidak. Prosesnya lama dan saya renungkan di situ,” ucapnya.

Baca Juga :  322 Warga Sampang Derita Kusta

Bupati Sampang Slamet Junaidi menyambut baik keinginan salah satu bawahannya tersebut. Pria yang akrab dipanggil H Idi itu mengaku terharu menyaksikan proses pembacaan dua kalimat syahadat Anang. ”Semoga bisa menjalankan ajaran Islam dengan baik,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya memberikan hadiah berupa umrah kepada Anang. H Idi mengingatkan agar berhati-hati dalam mengikuti aliran. Sebab, saat ini banyak bermunculan aliran yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan dalam Islam.

”Islam itu agama yang rahmatan lil alamin. Ikuti ajaran-ajaran yang dianjurkan dalam ahlussunnah wal jamaah,” sarannya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/