alexametrics
23 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Siswa SDN Madulang 2 Belajar di Tempat Parkir Motor

SAMPANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Madulang 2, Kecmatan Omben, Sampang, tidak berjalan seperti biasanya. Siswa kelas I, II, dan III belajar di tempat parkir sepeda motor Selasa (27/3).

Kepala SDN Madulang 2 Siti Suadah mengatakan, protes yang berujung penyegelan sekolah yang dilakukan warga sangat mengganggu proses belajar siswa. Dia terpaksa memindahkan tempat belajar siswa kelas I, II, dan III ke parkiran motor.

Sebab, tiga ruang kelas tak bisa ditempati karena pintu masuk dipasangi pagar bambu dan ranting berduri. Meski begitu, pihaknya menegaskan, siswa tidak akan diliburkan. ”Tempat belajarnya dipindah,” katanya.

Dia mengakui, pembelajaran tidak maksimal seperti saat di ruang kelas. Siswa tampak tidak terfokus pada penjelasan guru ketika belajar di tempat parkir. ”Siswa tolah-toleh, tapi apa boleh buat,” ungkapnya.

Baca Juga :  PT PHKI dan BPWS Digugat

Suadah bersama warga sekitar sekolah tetap berkomitmen tidak meliburkan siswa apa pun yang terjadi. KBM harus terus berjalan. ”Kami memikirkan psikis siswa. Trauma ada penyegelan sekolah seperti ini,” ujarnya.

Darul Jannah, siswa kelas II SDN Madulang 2, mengaku dirinya lebih senang belajar di dalam kelas daripada di tempat parkir. Kata dia, penjelasan guru lebih cepat dipahami jika belajar di kelas.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang M. Jupri Riyadi menegaskan, permasalahan di SDN Madulang 2 sedang dikoordinasikan dengan Pj bupati. Pihaknya menunggu instruksi pimpinan.

”Sudah dilaporkan, kami menunggu petunjuk lebih lanjut. Tim dari disdik sudah turun ke lapangan. Yang terpenting, KBM bisa berjalan seperti biasa dulu,” katanya singkat.

Baca Juga :  Siswa Menangis karena Belajar di Emperan Rumah

Sebagaimana diketahui, Ya’kub, 68, warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, menyegel SDN Madulang 2 sejak Senin (26/3). Dia bersama orang-orangnya menanam pohon pisang di halaman sekolah.

Selain itu, Ya’kub memasang pembatas di lahan yang diklaim miliknya dengan bambu dan ranting berduri. Akibatnya, ruang kelas I, II, dan III di sisi selatan tidak bisa ditempati KBM.

Hanya ruang kelas IV, V, dan VI di sisi timur yang bisa difungsikan. Itu pun, untuk memasuki ruang kelas tersebut, harus melewati ranting berduri dan pagar bambu yang dipasang tepat satu jengkal di depan pintu masuk.

SAMPANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Madulang 2, Kecmatan Omben, Sampang, tidak berjalan seperti biasanya. Siswa kelas I, II, dan III belajar di tempat parkir sepeda motor Selasa (27/3).

Kepala SDN Madulang 2 Siti Suadah mengatakan, protes yang berujung penyegelan sekolah yang dilakukan warga sangat mengganggu proses belajar siswa. Dia terpaksa memindahkan tempat belajar siswa kelas I, II, dan III ke parkiran motor.

Sebab, tiga ruang kelas tak bisa ditempati karena pintu masuk dipasangi pagar bambu dan ranting berduri. Meski begitu, pihaknya menegaskan, siswa tidak akan diliburkan. ”Tempat belajarnya dipindah,” katanya.


Dia mengakui, pembelajaran tidak maksimal seperti saat di ruang kelas. Siswa tampak tidak terfokus pada penjelasan guru ketika belajar di tempat parkir. ”Siswa tolah-toleh, tapi apa boleh buat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hore, Bisa Masuk Kelas Lagi

Suadah bersama warga sekitar sekolah tetap berkomitmen tidak meliburkan siswa apa pun yang terjadi. KBM harus terus berjalan. ”Kami memikirkan psikis siswa. Trauma ada penyegelan sekolah seperti ini,” ujarnya.

Darul Jannah, siswa kelas II SDN Madulang 2, mengaku dirinya lebih senang belajar di dalam kelas daripada di tempat parkir. Kata dia, penjelasan guru lebih cepat dipahami jika belajar di kelas.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang M. Jupri Riyadi menegaskan, permasalahan di SDN Madulang 2 sedang dikoordinasikan dengan Pj bupati. Pihaknya menunggu instruksi pimpinan.

”Sudah dilaporkan, kami menunggu petunjuk lebih lanjut. Tim dari disdik sudah turun ke lapangan. Yang terpenting, KBM bisa berjalan seperti biasa dulu,” katanya singkat.

Baca Juga :  Pemkab Tak Punya Instruktur Pelatihan Kerja

Sebagaimana diketahui, Ya’kub, 68, warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, menyegel SDN Madulang 2 sejak Senin (26/3). Dia bersama orang-orangnya menanam pohon pisang di halaman sekolah.

Selain itu, Ya’kub memasang pembatas di lahan yang diklaim miliknya dengan bambu dan ranting berduri. Akibatnya, ruang kelas I, II, dan III di sisi selatan tidak bisa ditempati KBM.

Hanya ruang kelas IV, V, dan VI di sisi timur yang bisa difungsikan. Itu pun, untuk memasuki ruang kelas tersebut, harus melewati ranting berduri dan pagar bambu yang dipasang tepat satu jengkal di depan pintu masuk.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/